Perjanjian Viterbo

Perjanjian Viterbo adalah sebuah perjanjian yang disepakati pada 24 (perjanjian pertama) dan 27 Mei 1267 (perjanjian kedua) oleh Raja Carlo I dari Sisilia dan Baldwin II dari Konstantinopel serta Guillaume de Villehardouin, Pangeran Akhaya.

Perjanjian Viterbo
Ditandatangani24 (perjanjian pertama) dan 27 Mei 1267 (perjanjian kedua)
Penanda tangan

Menurut perjanjian ini, Raja Carlo I dari Anjou memperoleh hak atas wilayah-wilayah Kekaisaran Latin yang sudah bubar. Sebelumnya, Konstantinopel sudah direbut lagi oleh orang-orang Yunani pada tahun 1261 dan Kekaisaran Romawi Timur telah dipulihkan. Baldwin II dari Konstantinopel lalu mencari sekutu di Barat untuk merebut kembali Konstantinopel dan ia kemudian menetap di Viterbo pada tahun 1267. Sementara itu, Guillaume de Villehardouin merupakan vassal utama sisa kekaisaran Baldwin. Guillaume sendiri telah mengalami kekalahan di Pelagonia dan ia kekurangan sumber daya. Untuk mendapat bantuan dari Carlo, ia bersedia menyerahkan Kepangeranan Akhaya kepada Carlo. Usulan pernikahan anak perempuan Guillaume dengan anak laki-laki Romawi Timur akan dibatalkan, dan ia akan menikahi anak laki-laki Carlo. Baldwin merasa dipermalukan oleh perjanjian ini dan Carlo memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan perjanjian yang lebih menguntungkan. Hak milik Carlo atas Corfu dan beberapa kota Albania akan dikonfirmasikan dan ia juga akan menjadi penguasa Kepangeranan Akhaya dan memperoleh hak Baldwin atas Kepulauan Aegea (kecuali Lesbos, Chios, Samos dan Kos). Di sisi lain, Carlo harus mengumpulkan pasukan yang terdiri dari dua ribu ksatria untuk merebut kembali Konstantinopel. Ia juga akan menerima sepertiga wilayah yang ditaklukan oleh pasukannya untuk Baldwin (kecuali kota Konstantinopel). Selain itu, Carlo dan Baldwin juga membuat kesepakatan untuk menjodohkan anak mereka. Philippe dari Courtenay yang merupakan calon penerus Baldwin akan menikahi Beatrice dari Sisilia, anak perempuan kedua Carlo. Hak Philippe atas Kekaisaran Latin akan jatuh ke tangan Carlo jika ia meninggal tanpa penerus.

ReferensiSunting