Perjanjian Jassy (bahasa Inggris: Treaty of Jassy) adalah sebuah perjanjian yang mengakhiri perebutan hegemoni kekuasaan di Laut Hitam antara Ottoman dan Rusia. Perebutan wilayah ini telah menimbulkan konflik peperangan yang terjadi pada abad ke-18 Masehi (M). Pertempuran ini dikenal sebagai Perang Ruso-Turki (bahasa Inggris: Russo-Turkish War) dari tahun 1787 - 1792 M.

Perjanjian Jassy ditandatangi pada tanggal 9 Januari 1792 M di Kota Jassy, Moldovia. Sekarang, Kota Jassy modern terletak di tepi Sungai Bahlul, negara Romania. Kota Jassy berjarak sekitar 200 mil atau 320 kilometer (km) di sebelah timur laut Kota Bucharest. Menurut penelitian sejarah dan arkeologi, kota ini telah dihuni sejak abad ke-7 Masehi. Kemudian, secara bergantian kota ini jatuh ke tangan kerajaan-kerajaan besar yang tumbuh di sekitar nya seperti Turki (Ottoman), Tatar (Mongolia), dan Rusia.[1]

Tsardom Rusia yang ketika itu dipimpin oleh seorang Tsar perempuan yang bernama Catherine II (1729-1796 M). Catherine II memiliki ambisi yang sangat besar untuk melakukan ekspansi besar-besaran dan membangun legitimasi yang dikenal dengan istilah Autokratik (bahasa Inggris: Autocratix).[2] Ambisi nya tersebut diperkuat oleh para para jenderal perang yang memilik talenta sangat besar yang bernama Alexander Vasilievich Suvorov dan Nikolay Vasilyevih Repnin.[3]

ReferensiSunting

  1. ^ "Jassy". Encyclopedia Britannica. Diakses tanggal 14 November 2017. 
  2. ^ "Catherine II". Encyclopedia. Diakses tanggal 14 November 2017. 
  3. ^ "Jassy, Treaty of". Encyclopedia. Diakses tanggal 14 November 2017.