Perang mata uang

Perang mata uang, atau lebih dikenal dengan istilah devaluasi kompetitif adalah suatu kondisi di mana suatu negara berusaha membuat nilai tukar mata uang mereka jatuh untuk mendapatkan keuntungan perdagangan dari negara-negara lain.

Secara historis, devaluasi kompetitif jarang terjadi karena negara umumnya lebih suka mempertahankan nilai tinggi untuk mata uang mereka. Negara-negara pada umumnya memungkinkan kekuatan pasar untuk bekerja, atau telah berpartisipasi dalam sistem nilai tukar yang dikelola.

Dalam buku tahun 2007, Currency Wars oleh ekonom Tiongkok Song Hongbing, istilah ini kadang-kadang digunakan dalam arti yang agak berlawanan, untuk merujuk pada praktik yang diduga di mana bankir yang tidak bermoral memberikan pinjaman kepada negara-negara pasar berkembang dan kemudian berspekulasi terhadap mata uang negara berkembang dengan mencoba memaksa turun nilainya terhadap keinginan pemerintah negara itu.[1][2]

ReferensiSunting

  1. ^ Neither the book nor its sequel Currency War 2 are available yet in English, but are best sellers in China and South East Asia.
  2. ^ McGregor, Richard (25 September 2007). "Chinese buy into conspiracy theory". Diakses tanggal 29 Maret 2009. 

Pranala luarSunting