Buka menu utama
Sesi pengadilan hari ketujuh, bertempat di luar gedung pengadilan.

Persidangan Scopes (resminya dinamai The State of Tennessee v. John Thomas Scopes dan dikenal umum sebagai Persidangan Monyet Scopes) adalah sebuah perkara hukum di Amerika Serikat yang disidangkan pada bulan Juli 1925. Seorang guru pengganti SMA bernama John T. Scopes didakwa melanggar Undang-undang Butler yang melarang pengajaran teori evolusi manusia di mana-mana sekolah negeri di negara bagian Tennessee.[1] Persidangan ini secara sengaja disidangkan di Dayton, sebuah kota kecil. Walaupun Scopes sendiri tidak begitu yakin apakah dia pernah mengajarkan evolusi di kelasnya, namun ia secara sadar dan sengaja melanggar hukum tersebut agar perkara ini dapat memiliki terdakwa.[2][3]

Scopes divonis bersalah dan didenda $100 (equivalent to $1.400 in 2018), namun vonis ini kemudian dibatalkan karena kesalahan teknis. Tujuan persidangan ini adalah untuk mengejar publikasi dan kehebohan pers, terutama setelah wartawan surat-surat kabar utama membanjiri Dayton untuk meliput persidangan yang dipenuhi pengacara-pengacara tenar. William Jennings Bryan, yang pernah tiga kali mencalonkan diri menjadi Presiden Amerika Serikat, tampil mewakili pihak pendakwa; sementara Clarence Darrow, pengacara pembela yang tenar, membela Scopes. Persidangan ini mempublikasikan kontroversi Fundamentalis-Modernis yang memperrtemukan Gerakan Kristen Modernis yang percaya bahwa evolusi tidak bertentangan dengan iman Kristen,[4] dengan kaum Kristen Fundamentalis yang percaya bahwa kata-kata Tuhan dalam Injil harus lebih utama dibanding mana-mana pengetahuan manusia. Oleh karena itu, persidangan ini dipandang sebagai sebuah kontes teologis dan persidangan hukum untuk menentukan apakah ilmu pengetahuan mutakhir harus diajarkan secara luas di sekolah-sekolah.

Asal muasalSunting

John W. Butler adalah seorang petani, ketua World Christian Fundamentals Association, dan anggota dewan perwakilan negara bagian Tennessee. Ia mulai melobi dewan untuk mengesahkan undang-undang anti-evolusi. Upayanya berhasil setelah Undang-undang Butler lolos menjadi hukum pada 25 Maret 1925.[5] Butler kelak berkata, "saya tidak banyak tahu tentang evolusi ... saya baca di surat kabar bahwa anak-anak kita pulang dari sekolah dan memberitahu ayah-ibu mereka bahwa segala yang ada di Injil itu omong kosong." Gubernur Austin Peay menandatangani undang-undang ini untuk mendapatkan dukungan dari anggota-anggota yang berasal dari wilayah pedesaan, namun percaya bahwa ia tidak akan bisa ditegakkan atau mengganggu pendidikan di sekolah-sekolah Tennessee.[6] William Jennings Bryan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Peay.[7]

Menanggapi berita tersebut, American Civil Liberties Union memutuskan untuk membiayai perkara percobaan melawan undang-undang ini. John Scopes, seorang guru pengganti SMA, setuju untuk melanggar undang-undang itu. Ia dituntut pada 5 Mei 1925 dengan satu tuntutan mengajarkan evolusi dari sebuah bab pada buku karangan George William Hunter, Civic Biology: Presented in Problems (1914). Bagian buku tersebut menggambarkan teori evolusi, etnis, dan eugenika. Kedua pihak yang berseteru membawa nama-nama besar di Amerika pada saat itu: William Jennings Bryan mewakili tim penuntut dan Clarence Darrow mewakili terdakwa. Persidangan ini disiarkan oleh radio di seluruh Amerika Serikat.[8][9]

RujukanSunting

Catatan kaki

  1. ^ "Tennessee Anti-evolution Statute – UMKC School of Law". umkc.edu. Diarsipkan dari versi asli tanggal May 20, 2009. 
  2. ^ Mark Paxton (2013). Media Perspectives on Intelligent Design and Evolution. ABC-CLIO. hlm. 105. ISBN 9780313380648. 
  3. ^ Charles Alan Israel (2004). Before Scopes: Evangelicalism, Education, and Evolution in Tennessee, 1870–1925. U of Georgia Press. hlm. 161. ISBN 9780820326450. 
  4. ^ Cotkin, George (2004) [1992]. Reluctant Modernism: American Thought and Culture, 1880–1900. Lanham, MD: Rowman & Littlefield. hlm. 7–14. ISBN 978-0-7425-3746-0. Diakses tanggal October 5, 2013. 
  5. ^ Ferenc M. Szasz, "William B. Riley and the Fight against Teaching of Evolution in Minnesota." Minnesota History 1969 41(5): 201–216.
  6. ^ Balmer, Randall (2007). Thy Kingdom Come. Basic Books. p.111
  7. ^ Larson 1997, hlm. 59
  8. ^ Edward J. Larson, Summer for the Gods: And America's Continuing Debate over Science And Religion (2006)
  9. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama statcase

Bibliografi

Bacaan lanjut

  • Cline, Austin. "Atheism: Scopes Monkey Trial". About.com. 
  • Ginger, Ray. Six Days or Forever?: Tennessee v. John Thomas Scopes. London: OUP, 1974 [1958].
  • Haldeman-Julius, Marcet. "Impressions of the Scopes Trial." Haldeman-Julius Monthly, vol. 2.4 (Sept. 1925), pp. 323–347 ([1] excerpt - included in Clarence Darrow's Two Great Trials (1927). Haldeman-Julius was an eye-witness and a friend of Darrow's.]
  • Larson, Edward John. Summer for the Gods: the Scopes Trial and America's Continuing Debate Over Science and Religion. New York: Basic Books, 1997.
  • McKay, Casey Scott (2013). "Tactics, Strategies, & Battles – Oh My!: Perseverance of the Perpetual Problem Pertaining to Preaching to Public School Pupils & Why it Persists". University of Massachusetts Law Review. 8 (2): 442–464.  Article 3.
  • Mencken, H.L.. A Religious Orgy in Tennessee: A Reporter's Account of the Scopes Monkey Trial. Hoboken: Melville House, 2006.
  • "Monkey Trial". American Experience |. PBS. 
  • Scopes, John Thomas and William Jennings Bryan. The World's Most Famous Court Trial: Tennessee Evolution Case: A Complete Stenographic Report of the Famous Court Test. Cincinnati: National Book Co., ca. 1925.
  • Shapiro, Adam R. Trying Biology: The Scopes Trial, Textbooks, and the Antievolution Movement in American Schools. Chicago: UCP, 2013.
  • Shapiro, Adam R. "'Scopes Wasn't the First': Nebraska's 1924 Anti-Evolution Trial." Nebraska History, vol. 94 (Fall 2013), pp. 110–119.
  • The Church Case between Prof. Johannes du Plessis and the Dutch Reformed Church in Cape Town, South Africa, on February 27, 1930 – 1931, regarding the biblical chapter of Genesis and evolution, was a similar event. The Church lost its case. [2]

Lihat pulaSunting