Penaklukan Bosnia dan Herzegovina oleh Kesultanan Utsmaniyah

Penaklukan Bosnia dan Herzegovina oleh Kesultanan Utsmaniyah adalah sebuah proses yang dimulai kira-kira pada tahun 1386, ketika berlangsung serangan pertama Kesultanan Utsmaniyah terhadap Kerajaan Bosnia. Pada tahun 1451, lebih dari 65 tahun setelah serangan pertama, Kesultanan Utsmaniyah secara resmi mendirikan Bosansko Krajište, unit administratif militer perbatasan sementara, perbatasan Kesultanan Utsmaniyah, di sebagian wilayah Bosnia dan Herzegovina.[1] Pada tahun 1463, Kerajaan Bosnia jatuh ke tangan Utsmaniyah, dan wilayah ini berada di bawah kekuasaan penuh Kesultanan Utsmaniyah. Herzegovina jatuh ke tangan Kesultanan Utsmaniyah pada tahun 1482. Butuh satu abad bagi Kesultanan Utsmaniyah untuk menaklukkan bagian barat Bosnia saat ini dengan direbutnya Bihać pada tahun 1592.

Asal-usul dan etimologiSunting

Seluruh wilayah yang saat ini dikenal sebagai Bosnia dan Herzegovina itu tidak ditaklukkan sekaligus oleh Kesultanan Utsmaniyah atau dalam satu pertempuran. Kesultanan Utsmaniyah memerlukan waktu beberapa dekade untuk menaklukkannya. Satuan-satuan militer Kesultanan Utsmaniyah melakukan banyak serangan ke sejumlah kepangeranan feodal di bagian barat Balkan pada akhir abad ke-14, beberapa di antaranya ke wilayah yang saat ini merupakan Bosnia dan Herzegovina, jauh sebelum penaklukan Kerajaan Bosnia. Serangan pertama Kesultanan Utsmaniyah yang dipimpin oleh Timuras-Pasha terjadi di bagian timur Bosnia pada tahun 1384.[2] Pertempuran Bileća pada tahun 1388 adalah pertempuran pertama tentara Kesultanan Utsmaniyah di wilayah yang saat ini merupakan Bosnia dan Herzegovina. Tentara Kesultanan Utsmaniyah ini segera meraih kemenangan penting terhadap para penguasa feodal daerah dalam Pertempuran Marica (1371) dan Pertempuran Kosovo (1389).

Pada tahun 1392, Kesultanan Utsmaniyah membentuk Skopsko Krajište setelah merebut Skopje, ibu kota Kekaisaran Serbia antara 1346-1371; istilah krajište (крајиште) awalnya berfungsi sebagai unit administratif Kekaisaran atau Kedespotan Serbia untuk menunjuk daerah perbatasan di mana kaisar atau despot belum memiliki kontrol kuat dan pasti karena serangan dari provinsi-provinsi tetangga yang bermusuhan. Wilayah yang dimiliterisasi ini, yang kemudian diberi nama Bosansko Krajište (secara harfiah Daerah Perbatasan Bosnia), diperintah oleh pemerintahan Kesultanan Utsmaniyah, yang berbasis di Skopje.[3]

Perang dengan Kerajaan BosniaSunting

Setelah kematian Raja Tvrtko I pada tahun 1391, Kerajaan Bosnia mengalami kemunduran. Pada tahun 1410-an, para bangsawan lokal Hrvoje Vukčić dari Wangsa Hrvatinić, Sandalj Hranić dari Wangsa Kosača, dan Pavle Radenović dari Wangsa Pavlović mengendalikan sejumlah besar wilayah yang pernah dikuasai oleh Tvrtko. Secara efektif mereka mengendalikan Kerajaan melalui persekutuan dengan cabang-cabang Wangsa Kotromanić yang saling bersaing. Pada tahun 1413, konflik antara Hrvoje dan Sandalj meningkat. Sandalj membantu Stefan Lazarević melawan Kesultanan Utsmaniyah di Serbia; selanjutnya, Hrvoje bersekutu dengan Kesultanan Utsmaniyah, yang menyerang Bosnia pada bulan Mei 1414. Peristiwa ini mendorong terjadinya invasi oleh pasukan Kerajaan Hongaria. Dalam pertempuran besar pada bulan Agustus 1415 yang terjadi di dekat Doboj atau di Lembah Lašva, Kesultanan Utsmaniyah mendapatkan kemenangan besar, yang mengganggu keseimbangan kekuasaan di wilayah tersebut.[4]

Kehadiran permanen tentara Kesultanan Utsmaniyah di Bosnia dimulai pada tahun 1414, setelah wilayah di dekat Donji Vakuf (dikenal sebagai Skoplje Bosnia pada abad pertengahan) bisa direbut. Dalam periode antara tahun 1414 dan 1418, Kesultanan Utsmaniyah menaklukkan Focha, Pljevlja, Chajniche, dan Nevesinje. Pada tahun yang sama Vishegrad dan Sokol juga direbut.

Pada tahun 1415, Sandalj Hranić, penguasa wilayah yang saat ini adalah Herzegovina timur, menjadi vasal Kesultanan Utsmaniyah.

Pada tahun 1455, Isa-Beg Isaković menyelenggarakan salah satu sensus pertama Kesultanan Utsmaniyah di wilayah Balkan barat.

Pada akhir periode ini, pada tahun 1460-an, wilayah Kerajaan Bosnia berkurang secara signifikan. Kesultanan Utsmaniyah mengendalikan keseluruhan wilayah yang saat ini merupakan Bosnia timur, jauh ke utara hinggga Shamac, sementara Herceg Stjepan mengendalikan wilayah yang saat ini merupakan Herzegovina jauh ke utara hingga Glamoch.[5]

SanjakSunting

Penaklukan Kesultanan Utsmaniyah terhadap Kerajaan Bosnia berakhir pada tahun 1463 dengan kematian Raja Stjepan Tomašević. Pengepungan Jajce terjadi tak lama setelah itu, di mana Kerajaan Hongaria merebut kembali Benteng Jajce. Kemenangan itu dielu-elukan di istana Matthias Corvinus sebagai restorasi Kerajaan Bosnia di bawah kedaulatan Hongaria pada saat itu.[6] Kerajaan Hongaria kemudian membentuk Banate Jajce.

Pada tahun yang sama, Krajište Bosnia berubah menjadi Sanjak Bosnia dan Isa-Beg Isaković adalah sanjakbey pertama.[7][butuh sumber yang lebih baik]

Setelah merebut Kerajaan Bosnia pada tahun 1463, Mahmud Pasha juga menyerang Herzegovina dan mengepung Blagaj. Setelah itu, Herceg Stjepan menerima gencatan senjata yang memintanya untuk menyerahkan semua tanahnya di sebelah utara Blagaj kepada Kesultanan Utsmaniyah.[8]

Wilayah Kesultanan Utsmaniyah di Bosnia terus diperluas ke dalam sanjak-sanjak yang baru dibentuk: Sanjak Herzegovina dibentuk pada tahun 1470 dan menjadi bawahan Eyalet Rumelia seperti sanjak Bosnia. Pada tahun 1480, dibentuk Sanjak Zvornik, tetapi menjadi bawahan Eyalet Budim.

Meskipun Kerajaan Bosnia jatuh, ada beberapa benteng yang bertahan lebih lama lagi – benteng terakhir di Herzegovina jatuh pada tahun 1481.[9] Wangsa Kosača mempertahankan Kadipaten Saint Sava sebagai negara vasal Kesultanan Utsmaniyah sampai tahun 1482.

Pada tahun 1481, setelah kematian Mehmed II, Matthias Corvinus menyerang Bosnia lagi, mencapai Vrhbosna (Sarajevo). Namun, semua wilayah yang direbutnya kemudian terlepas lagi dari tangannya dalam waktu satu tahun.[10]

Pada tahun 1530-an, Kerajaan Hongaria tetap mengendalikan benteng-benteng di tepi selatan sungai Sava, dan Jajce. Benteng Jajce akhirnya direbut oleh Kesultanan Utsmaniyah pada tahun 1527. Wangsa Berislavić mengendalikan wilayah Usora di utara sampai pada gilirannya mereka menyerah pada tahun 1530-an.[11]

Sebagian dari Bosnia barat laut dimasukkan ke dalam Sanjak Klis yang dibentuk pada tahun 1537, dan menjadi bawahan Eyalet Rumelia.

Kejadian sesudahnyaSunting

Eyalet Bosnia dibentuk pada tahun 1580.[12]

Butuh waktu sampai tahun 1592 dan jatuhnya Bihać untuk membentuk apa yang disebut Kroasia Utsmaniyah dan perbatasan barat Bosnia modern. Setelah itu, wilayah yang saat ini menjadi Bosnia dan Herzegovina tetap berada di bawah pemerintahan Kesultanan Utsmaniyah tanpa gangguan berarti sampai tahun 1689 dan Perang Turki Besar.

ReferensiSunting

  1. ^ Ibrahimagić, 1998, p. 77 More than 50 years passed between the first Ottoman attack and the establishment of "Bosansko krajište" as an interim form of military and territorial organisation of Ottoman rule in Bosnia (1451)(22). [...] 22. Šabanović, Bosanski pašaluk, str. 35.
  2. ^ Handžić, Mehmed. "Rasprava h. Mehmeda Handžića o pitanjima vjere stanovništva BiH prije dolaska Turaka te islamizacije prostora BiH". www.bosnjacki-topraci.com (dalam bahasa Bosnian). New York: Association of Bosniaks. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-06-23. Diakses tanggal 2017-12-09. 1384 dolazi Timuraš paša sa vojskom i hara po istočnoj Bosni.  CS1 maint: Unrecognized language (link)
  3. ^ Evliya Çelebi (1967). Hazim Šabanović, ed. Putopis - Kulturno nasljeđe (dalam bahasa Serbo-Croatian). Svjetlost. hlm. 279. 29. Skopski sandžak nije osnovan odmah poslije zauzimanja Skoplja, nego je od 1392. pa sve do pada Srbije (1459.) i Bosne (1463.) Skoplje bilo sjedište krajišnika koji su upravljali cijelim turskim područjem od Skoplja do Vrhbosne. Osnivanjem smederevskog i drugih sandžaka u Srbiji i bosanskog sandžaka to je krajište znatno smanjeno i izgubilo značaj koji je dotle imalo. Sredinom XVI. v. ono je postalo središnja oblast zasebnog skopskog sandžaka.  CS1 maint: Unrecognized language (link)
  4. ^ John Van Antwerp Fine (1994). The Late Medieval Balkans: A Critical Survey from the Late Twelfth Century to the Ottoman Conquest. University of Michigan Press. hlm. 468–469. ISBN 9780472082605. Diakses tanggal 2013-01-26. 
  5. ^ Safvet-beg Bašagić (1900). Kratka uputa u prošlost Bosne i Hercegovine, od g. 1463-1850 (dalam bahasa Serbo-Croatian). hlm. 17. Najprije razmotrimo kraljeve zemlje prije pada. Turci su imali li vlasti slijedeće zemlje i gradove: Nevesinje, Gacko, Zagorje, Podrinje, Taslidžu, Čajnič, Višegrad, Sokol, Srebrenicu, Zvomik, Šabac, Samac i Sarajevo s okolicom. Sva ostala Hercegovina do Glamoča bila je u rukama hercega Stjepana, na koju kralj nije mogo računati. Kad izvadimo još mnoge gradove po sjevernoj i zapadnoj Bosni, u kojima su gospodovali patarenski velikaši, kraljeva država bila je mala podrtina na zemljovidu današnje Herceg-Bosne [...]  CS1 maint: Unrecognized language (link)
  6. ^ Franz Babinger (1992). Mehmed the Conqueror and His Time. Princeton University Press. hlm. 229. ISBN 9780691010786. Diakses tanggal 2013-02-02. 
  7. ^ Enciclopedia Croatica (dalam bahasa Croatian) (edisi ke-III). Zagreb: Naklada Hrvatskog Izdavalačkog Bibliografskog Zavoda. 1942. hlm. 149. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-12-05. Diakses tanggal January 10, 2013. Krajišnik Isabeg imenovan je 1463 sandžakbegom novoustrojenog sandžaka Bosna  CS1 maint: Unrecognized language (link)
  8. ^ Safvet-beg Bašagić (1900). Kratka uputa u prošlost Bosne i Hercegovine, od g. 1463-1850 (dalam bahasa Serbo-Croatian). hlm. 20. U Hercegovini Mahmut paša je udario na nenadani otpor. Kršna zemlja Hercegovina sa golim brdima, tijesnim klancima i nepristupnim gradovima zadavaše turskom konjaništvu puno neprilika. Osim toga domaći bogumili junački su se borili uz svoga hercega i njegove sinove. Doduše Mahmut paša je dolinom Neretve sjavio do pod Blagaj i obsijedao ga; nu je li ga zauzeo ili je poslije nagodbe s hercegom predao mu se, nema sigurnih vijesti. Videći herceg Stjepan, da bez povoljna uspjeha, Mahmut paša ne će ostaviti Hercegovine, opremi najmlagjega sina Stjepana s bogatim darovima sultanu, da moli primirje. Na to Fatih ponudi, da gornju polovinu svojih zemlje ustupi Turskoj, a donju zadrži za se i za sinove. Mladoga Stjepana kao taoca zadrži u Carigradu, koji iza kratkog vremena pregje na islam pod imenom Ahmed beg Hercegović. Herceg Stjepan pristane na sultanovu ponudu, pa sklopi mir i ustupi Turcima svu gornju Hercegovinu do Blagaja. Na to Mahmud paša bude pozvan u Carigrad.  CS1 maint: Unrecognized language (link)
  9. ^ Pinson, Mark (1996) [1993]. The Muslims of Bosnia-Herzegovina, the Historic Development from Middle Ages to the Dissolution of Yugoslavia (edisi ke-Second). United States of America: President and Fellows of Harvard College. hlm. 11. ISBN 0-932885-12-8. Diakses tanggal 2012-05-06. The Ottomans conquered Bosnia in 1463; ... though last fortress in Herzegovina was to fall in 1481, and in Bosnia Jajce under Hungarian garrison actually held until 1527 
  10. ^ John Van Antwerp Fine (1994). The Late Medieval Balkans: A Critical Survey from the Late Twelfth Century to the Ottoman Conquest. University of Michigan Press. hlm. 589. ISBN 9780472082605. Diakses tanggal 2013-02-02. 
  11. ^ Pavo Živković, Marija Brandić (May 2007). "Usora i Soli u prva dva stoljeća turske prevlasti". Povijesni zbornik: godišnjak za kulturu i povijesno nasljeđe (dalam bahasa Croatian). Faculty of Philosophy, University of Osijek. 1: 53; 58. ISSN 1846-3819. Diakses tanggal 2012-09-02. Nakon što je tridesetih godina XVI. stoljeća Usora pala pod tursku vlast, nestankom posljednjeg Berislavića [...] Padom utvrđenog naselja Kobaša 1536. godine, turske vlasti od toga su naselja stvorile sjedište kadiluka i nahije.  CS1 maint: Unrecognized language (link)
  12. ^ Ibrahimagić, 1998, p. 77 And 117 years passed from the fall of Bosnia in 1463, when the first sanjak was established as the first independent form of military, administrative and political form of organisation of Ottoman rule in Bosnia, until the establishment of the Bosnian beglerbegluk or ayalet [province] as a separate province of the Ottoman Empire in 1580.

Bacaan lebih lanjutSunting