Pembicaraan:Didong

Komentar terbaru: 10 tahun yang lalu oleh Joel Tampeng

Salam Budaya... mohon di revisi saudara... Didong sudah populer sejak zaman dahulu jauh sebelum ada To'et dll, sudah tercatat oleh C. Snouck Hurgronje pada Juni 1903. Demikian agar tidak terjadi kesalahan dalam memahami kesenian yang sudah dibuat oleh Muyang Datunte pudaha, Bahwa Didong sudah ada sebelum penjajahan Belanda apalagi penjahan Jepang dimana To'et menjadi populer dikalangan pekerja paksa sebagai penghibur mereka dengan didongnya. Dan didong ini bukan cuma di Aceh Tengah dan Bener Meriah semata, Gayo Lues pun memilikinya bahkan sampai sekarang masih orisinil (dekenal sebagai Didong Belang) dibandingkan dengan didong "laut",Mohon maaf jika kurang berkenan. Wasalam. Joel Tampeng (bicara) 21 Januari 2014 12.46 (UTC)Balas

Kembali ke halaman "Didong".