Buka menu utama

Pelabuhan Pantoloan adalah sebuah pelabuhan yang terdapat di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Secara administratif, Pelabuhan Pantoloan termasuk ke dalam Kelurahan Pantoloan, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu. Nama Pantoloan sendiri di ambil dari nama Kelurahan tempat pelabuhan ini berada, di pelabuhan ini juga terdapat terminal peti kemas.

Pelabuhan Pantoloan
Pantoloan edt.jpg
Gedung Terminal Penumpang Pelabuhan Pantoloan
Lokasi
NegaraBendera Indonesia Indonesia
LokasiKota Palu
Koordinat00°42′03″LS,119°51′03″BT
Detail
Mulai beroperasi1978
OperatorPT. Pelindo IV
PemilikCoat of arms of Central Sulawesi.png Pemerintah Sulawesi Tengah
Luas perairan650 M
Luas lahan200 ha.
Statistik
Kedatangan kapalTarakan
Balikpapan
Pare-pare
Surabaya
Jakarta

Pantoloan merupakan pelabuhan terbesar dan tersibuk di Provinsi Sulawesi Tengah dan juga sebagai pusat perdagangan menuju kawasan Indonesia bagian timur.

SejarahSunting

Pelabuhan pantoloan merupakan pelabuhan utama di propinsi sulawesi tengah yang terbuka untuk pelayaran dalam dan luar negeri sekaligus merupakan pintu gerbang utama perekonomian Propinsi Sulawesi Tengah.

Sebelum Pelabuhan Pantoloan dibangun, yang menjadi pelabuhan utama propinsi sulawesi tengah adalah Pelabuhan Donggala sejak tahun 1964. Setelah dengan padatnya arus perdagangan melalui angkutan laut baik dalam dan luar negeri, kegiatan Pelabuhan Donggala mengalami peningkatan sehingga perlu diimbangi dengan sarana dan prasarana yang memadai untuk kelancaran arus kapal barang dan penumpang, dengan memperhatikan terbatasnya wilayah darat untuk pengembangan daerah kerja Pelabuhan Donggala serta pertimbangan segi geografis, maka perlu segera dibangun pelabuhan baru sebagai alternatif.

Atas prakarsa unsur perhubungan laut dan instansi terkait serta dukungan dari pemerintah daerah. Pada tahun 1971 tim survey dari Jakarta yaitu PT. Asa Engineering Jakarta dan teknisi dari Direktorat Jenderal Perhubugan Laut Departemen Perhubungan mengadakan feasibility study guna menentukan letak strategis serta kemungkinan pengembangannya.

Berdasarkan hasil survey tersebut pada tahun 1975 dibangun pelabuhan pantoloan yang merupakan pelabuhan alternatif dalam rangka menunjang kegiatan angkutan laut dan kepelabuhanan, penyediaan sarana dan prasarananya terus ditingkatkan baik fasilitas-fasilitas pelabuhan maupun penunjang angkutan laut.

Pada tahun 1978 pembangunan pelabuhan pantoloan selesai dilaksanakan dan diresmikan oleh Menteri Perhubungan saat itu Roesmin Noerjadin. Sejak beroperasinya pelabuhan pantoloan, kegiatan Pelabuhan Donggala lebih diarahkan untuk pelayaran rakyat. Pembangunan sarana dan prasarana pelabuhan pantoloan terus ditingkatkan baik melalui anggaran apbn maupun yang bersumber dari bantuan laur negeri.

Status Pelabuhan Pantoloan merupakan pelabuhan yang diusahakan, dalam segi pengusahaannya dikelola oleh PT. (Persero) Pelindo IV cabang Pantoloan sedangkan dari segi pemerintahannya dilaksanakan oleh Kantor Administrator Pelabuhan Pantoloan.[1]

FasilitasSunting

Terminal PenumpangSunting

Terminal penumpang Pelabuhan Pantoloan Pelabuhan menghubungkan Kota Palu dengan kota-kota pelabuhan lain di Indonesia. Terdapat kapal Ferry dengan rute Pantoloan-Donggala. Terminal penumpang Pelabuhan Pantoloan dilengkapi dengan fasilitas ruang tunggu reguler dan VIP, Kantin, Pelayanan Informasi, kamar mandi, dan mushola.

Dermaga PenumpangSunting

Dermaga penumpang Pelabuhan Pantoloan berada persis di depan gedung terminal, dengan panjang 650 meter dan kedalaman laut 40 meter memudahkan dua sampai tiga kapal berlabuh dalam waktu yang bersamaan.

Dermaga Peti Kemas / KargoSunting

Dermaga untuk peti kemas di Pelabuhan Pantoloan menyatu dengan dermaga penumpang.

Kantor Pelindo IVSunting

Di Pelabuhan Pantoloan terdapat kantor perwakilan PT. Pelindo IV sebagai pengelola pelabuhan.

Halaman ParkirSunting

Halaman parkir Pelabuhan Pantoloan sangat luas dan terdapat beberapa agen perjalanan maupun taksi/angkutan kota yang siap mengantar para penumpang ke tempat tujuan setiba di Kota Palu.

Pengembangan PelabuhanSunting

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berencana memperluas kawasan pelabuhan Pantoloan Palu hingga mencapai panjang dua kilometer. konsentrasi kegiatan di Pelabuhan Pantoloan saat ini tidak hanya melayani penumpang tapi lebih pada pelayanan barang (kontainer) Jangka pendek akan diperluas sepanjang 1000 meter dan jangka panjang sampai 2.000 meter pada sisi kanan dan kiri.

Perluasan itu dipersiapkan untuk daya tampung kontainer yang lebih banyak, selain itu mengingat pergerakan transportasi laut saat ini cenderung pada pergerakan arus transportasi barang.[2]

Rencana Pemindahan PelabuhanSunting

Bupati Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Kasman Lassa mengatakan Kementerian Perhubungan menyetujui pemindahan Pelabuhan Pantoloan ke Donggala. Kemenhub telah menandatangani Peraturan Menteri Perhubungan tentang aktivitas Pelabuhan Donggala di Kecamatan Banawa sebagai pelabuhan pelayaran penumpang.

Dengan demikian kata Kasman, kapal pelayaran milik PT. Pelni akan segera menurunkan dan mengangkut penumpang melalui Pelabuhan Donggala, sekitar 30 kilometer arah barat Kota Palu.

Saat ini aktivitas pelayaran penumpang masih berlangsung di Pantoloan, Kota Palu sejak 1975 dan diresmikan pada 1978.[3]

ReferensiSunting

Pranala luarSunting