Buka menu utama
Pemandangan Pelabuhan Mulberry B ("Port Winston") dari udara di Arromanches pada bulan September 1944.

Pelabuhan Murbei merupakan pelabuhan portabel sementara yang dibangunan oleh Inggris selama Perang Dunia Kedua untuk memfasilitasi pembongkaran kargo ke pantai selama Invasi Normandia pada bulan Juni 1944. Setelah Sekutu berhasil diselenggarakan pendaratan tentara di pantai setelah Hari-D, bahan-bahan dua pelabuhan setengah jadi diambil dan dipecah sepanjang Selat Inggris dan dirakit di Omaha (Mulberry "A") dan Gold (Mulberry "B").[1][2]

Pelabuhan Murbei rencananya digunakan Sekutu sampai mereka bisa merebut sebuah pelabuhan Prancis; yang diperkirakan sekitar tiga bulan. Namun tidak diduga, Antwerp di Belgia diambil oleh Jerman pada 4 September 1944. Pelabuhan Antwerp tidak dapat dibuka sampai akhirnya tanggal 28 November Sekutu memenangkan Pertempuran Scheldt. Dan dua pelabuhan Prancis pun dapat dipakai; pelabuhan Boulogne pada 14 Oktober setelah Operasi Wellhit dan pelabuhan Calais pada November setelah Operasi Undergo. Montgomery tetap bersikukuh bahwa Tentara Kanada Pertama harus menghajar garnisun Jerman di Boulogne, Calais dan Dunkirk (yang akhirnya ditunda sampai 9 Mei 1945) terlebih dahulu sebelum giliran Scheldt walaupn pelabuhan di Prancis sebenarnya sudah "tidak perlu dipertahankan" karena mengalami kerusakan besar sehingga tidak bisa digunakan.[3] Dan keberhasilan Operasi Dragoon berujung pada tersedianya pelabuhan Prancis di Marseille dan Toulon pada bulan Oktober.

Rata-rata Tonase Suplai harian yang datang[4]

Pantai/Pelabuhan H+30 H+60
Mulberry 6,750 6,750
Omaha 1,200 10,000
Isigny 500 1,300
Grandcamp 500 900
Utah 8,000 6,000
Total 9,200 16,000

Latar belakangSunting

Serangan Dieppe tahun 1942 membuktikan bahwa Sekutu tidak dapat dengan mudah menembus Tembok Atlantik untuk menguasai pantai utara Prancis. Masalahnya adalah kapal-kapal berukuran jumbo yang diperlukan untuk mengangkut kargo besar memerlukan kedalaman air yang cukup dibawah lunas kapal tersebut, dan dibutuhkan pula derek-derek untuk membongkar muat kargo mereka. Semua hal itu tidak dapat dilakukan selain di pelabuhan-pelabuhan Prancis yang sayangnya sudah dikuasai Jerman. Karena itulah, Pelabuhan Murbei dibuat untuk menyediakan fasilitas yang diperlukan untuk mendaratkan ribuan tentara, kendaraan, dan mengalirkan berton-ton suplai untuk mendukung Operasi Overlord dan Invasi Normandia. Pelabuhan Murbei dibuat agar memiliki fasilitas selengkap mungkin seperti: pemecah gelombang, dermaga, jalan raya, tambat, dan lain sebagainya.

Pengalih perhatianSunting

Beberapa tentara Amerika dari Pasukan Hantu pergi Normandia dua minggu setelah Hari-D untuk mensimulasikan sebuah Pelabuhan Murbei palsu. Penipuan tersebut dilakukan demikian pada malam hari agar menjauhkan Jerman dari Pelabuhan Murbei yang asli.

NasibSunting

Pelabuhan Murbei di Pantai Gold digunakan selama 10 bulan setelah Hari-D; dan sekitar 2,5 juta tentara, 500.000 kendaraan, dan 4 juta ton suplai mendarat di pantai itu sebelum akhirnya ditinggalkan. Pelabuhan Murbei di Pantai Omaha rusak parah akiibat badai pada akhir Juni 1944 dan ditinggalkan.

ReferensiSunting

  1. ^ "The Mulberry Harbours". United Kingdom Hydrographic Office. Diakses tanggal 17 December 2015. 
  2. ^ "The story of the Mulberry harbours". D-Day Museum Arromanches. Diakses tanggal 17 December 2015. 
  3. ^ Beevor, Antony (2012). The Second World War. London: Weidenfield & Nicolson. hlm. 634. ISBN 978-0-297-84497-6. 
  4. ^ "Logistical planning of operation Overlord". Diakses tanggal 24 August 2017. 

SumberSunting

Bacaan lanjutanSunting

  • J. Evans, R. Walter, E. Palmer, (2000), A Harbour Goes to War: The Story of Mulberry and the Men Who Made It Happen'. Publisher - South Machars Historical Society, ISBN 1-873547-30-7
  • Stanford, Alfred B., (1951) Force Mulberry: The Planning and Installation of the Artificial Harbor of U.S. Normandy Beaches in World War II, New York: William Morrow & Co.
  • Institution of Civil Engineers, (1959), The Civil Engineer at War, vol 2. Docks and Harbours
  • Antill, Peter; BradfordCase, Jeffrey; Moore, David (2011), "Case 1.4, Operation Overlord: Supply Chain Innovation during World War II" in Case Studies in Defence Procurement and Logistics volume 1 Edited by David Moore. Cambridge, Cambridge Academic, p63 ISBN 1903499615

Pranala luarSunting