Pedagang besar atau wholesaler adalah pedagang yang membeli barang dalam jumlah besar langsung dari produsennya untuk dijual lagi kepada para pengecer atau kepada perusahaan-perusahaan industri. dengan demikian pedagang besar berfungsi sebagai perantara antara produsen dan pengecer, atau antara produsen dan konsumen industri. Pedagang besar juga populer dengan sebutan grosir atau distributor.[1]

Perbedaan pedagang besar dan pengecer:

  1. Pedagang besar tidak langsung melayani konsumen akhir
  2. Daerah liputan pedagang besar lebih luas daripada pengecer

Keuntungan Menggunakan Jasa Pedagang Besar:

  1. Pedagang Besar memiliki tenaga penjualan yang dapat mencapai banyak pelanggan kecil di pelosok-pelosok dengan biya relatif rendah
  2. Umumnya pengecer lebih mempercayai pedagang besar daripada produsen.
  3. Pada umumnya pedagang besar menyediakan berbagai barang, sehingga mempermudah pelanggannya memenuhi kebutuhan barang dari satu sumber.
  4. Pelanggan dapat ikut memanfaatkan potongan harga yang didapat pedagang besar dari pembelian dalam skala besar.
  5. Produsen atau pengecer tidak perlu menyediakan gudang penyimpanan yang besar.

Klasifikasi Pedagang Besar dibedakan berdasarkan jenis produk dan fungsinya. Berdasarkan jenis produknya pedagang besar dibedakan menjadi pedagang besar umum dan pedagang besar khusus Berdasarkan fungsinya pedagang besar dibedakan menjadi pedagang grosir, pialang atau broker.[1]

ReferensiSunting

  1. ^ a b Lumbantoruan, Magdalena (1992). Ensiklopedi Ekonomi, Bisnis, dan Manajemen. Jakarta: PT. Cipta Adi Pustaka. hlm. 29-30.