Paus sirip atau paus bersirip (Balaenoptera physalus) adalah mamalia laut yang masuk kedalam subordo paus balin. Paus, yang memiliki panjang hampir sepanjang 27 meter,[1] adalah paus terbesar kedua dan binatang terbesar kedua di dunia setelah paus biru.[1]

Infobox spesiesPaus sirip
Balaenoptera physalus
LMazzuca Fin Whale.jpg
Paus sirip di permukaan Fjord Kenai, Alaska
Fin whale size.svg
Perbandingan besar dengan manusia
Data
Masa kehamilan 11,5 mesos
Berat badan 1.800 kg dan 70.000 kg
Status konservasi
Status iucn3.1 VU.svg
Spesies rentan
IUCN 2478
Taksonomi
UpafilumVertebrata ·
InfrafilumGnathostomata ·
SuperkelasTetrapoda ·
KelasMammalia ·
UpakelasTheria ·
InfrakelasPlacentalia ·
OrdoCetacea ·
UpaordoMysticeti ·
FamiliaBalaenopteridae ·
GenusBalaenoptera ·
SpesiesBalaenoptera physalus
(Linnaeus, 1758)
Distribusi
Cypron-Range Balaenoptera physalus.svg
Modifica les dades a Wikidata

Paus sirip adalah paus yang berpostur panjang dan langsing. Tubuh paus sirip berwarna abu-abu kecoklatan tetapi bagian permukaan bawah lebih terang. Terdapat 2 subspesies: paus sirip utara di Atlantik utara dan paus sirip Antartika di samudera daerah selatan. Paus ini dapat ditemui di semua samudera utama dunia, dari daerah kutub sampai lautan tropis. Paus ini tidak dapat ditemui di perairan ber-es seperti di Kutub Utara dan Kutub Selatan. Paus ini juga tidak dapat ditemui di perairan kecil yang jauh dari samudera terbuka. Populasi terbesar paus ini ditemukan di perairan hangat dan dingin.[2] Makanan paus ini adalah ikan, cumi-cumi dan crustacea, termasuk mysidacea dan krill.

Sama seperti semua paus besar lainnya, paus sirip diburu selama abad ke-20 dan kini merupakan spesies terancam. Komisi Perpausan Internasional (IWC) mengeluarkan larangan perburuan paus ini,[3] tetapi Islandia dan Jepang tetap menyatakan keinginannya untuk melakukan perburuan. Beberapa masalah yang cukup mengganggu pemulihan populasi spesies ini antara lain kematian yang disebabkan tubrukan dengan kapal dan polusi suara oleh manusia.

Catatan kakiSunting

  1. ^ a b "Balaenoptera physalus Fin Whale". MarineBio.org. Diakses tanggal 2006-10-23. 
  2. ^ National Marine Fisheries Service (2006). Draft recovery plan for the fin whale (Balaenoptera physalus) (pdf). Silver Spring, Maryland: National Marine Fisheries Service. 
  3. ^ "Revised Management Scheme". International Whaling Commission. Diakses tanggal 2006-11-07. 

Daftar pustakaSunting

  • National Audubon Society Guide to Marine Mammals of the World, Reeves, Stewart, Clapham and Powell, ISBN 0-375-41141-0
  • Whales & Dolphins Guide to the Biology and Behaviour of Cetaceans, Maurizio Wurtz and Nadia Repetto. ISBN 1-84037-043-2
  • Encyclopedia of Marine Mammals, editors Perrin, Wursig and Thewissen, ISBN 0-12-551340-2

Pranala luarSunting