Buka menu utama

Paradoks Matahari muda yang redup menggambarkan kontradiksi antara pengamatan air dalam bentuk cair pada awal sejarah Bumi dan harapan astrofisika bahwa intensitas Matahari hanya 70% dibandingkan dengan zaman modern. Masalah ini diangkat oleh para astronom Carl Sagan dan George Mullen pada tahun 1972.[1] Penjelasan paradoks ini telah mempertimbangkan efek rumah kaca, pengaruh astrofisika, atau kombinasi dari keduanya.


ReferensiSunting

  1. ^ Sagan, C.; Mullen, G. (1972). "Earth and Mars: Evolution of Atmospheres and Surface Temperatures". Science. 177 (4043): 52–56. Bibcode:1972Sci...177...52S. doi:10.1126/science.177.4043.52. PMID 17756316.