Operasi tempur tahun 1964 pada konfrontasi Indonesia–Malaysia

Pasukan Inggris mendarat dari sebuah helikopter Westland Wessex pada sebuah operasi di Borneo pada Agustus 1964.

Konfrontasi Indonesia–Malaysia dimulai pada awal 1963 setelah penentangan Indonesia terhadap pembentukan Malaysua. Serangan-serangan Indonesia awal ke Malaysia Timur sangat ditunjang para sukarelawan lokal yang dilatih oleh Angkatan Darat Indonesia. Seiring berjalannya waktu, pasukan infiltrasi menjadi makin terorganisir dengan pengerahan jumlah pasukan Indonesia yang lebih besar. Untuk menghadapi dan menahan pertumbuhan kampanye infiltrasi Indonesia, Inggris menanggapinya pada 1964 dengan meluncurkan operasi-operasi rahasia mereka sendiri ke Kalimantan Indonesia di bawah nama kode Operasi Claret. Bersamaan dengan Sukarno mengumumkan 'tahun berbahaya' dan kerusuhan ras 1964 di Singapura, Indonesia meluncurkan kampanye perluasan operasi ke Malaysia Barat pada 17 Agustus 1964, tanpa kesuksesan militer.[1] Pasukan Indonesia yang dihimpun di perbatasan Kalimantan pada Desember 1964 kemudian menghadapi pasukan tempur Inggris yang berjumlah signifikan dari Army Strategic Command yang berbasis di Inggris.

CatatanSunting

  1. ^ Edwards 1992, hlm. 306.

ReferensiSunting

  • Edwards, Peter (1992). Crises and Commitments: The Politics and Diplomacy of Australia's Involvement in Southeast Asian Conflicts 1948–1965. The Official History of Australia's Involvement in Southeast Asian Conflicts 1948–1975. Volume One. St Leonards: Allen and Unwin. ISBN 1-86373-184-9. 
  • Conboy, Ken (2003). Kompassus – Inside Indonesia's Special Forces. Jakarta: Equinox Publishing. 
  • Pocock, Tom (1973). Fighting General – The Public and Private Campaigns of General Sir Walter Walker (edisi ke-First). London: Collins. ISBN 978-0-00-211295-6. 
  • Horner, David (1995). The Gunners: A History of Australian Artillery. St Leonards: Allen and Unwin. ISBN 978-1-86373-917-7.