Buka menu utama
Kuil Yasukuni, dibangun pada abad ke-19, menghormati orang-orang yang tewas atas perantaraan kaisar Jepang. Tempat tersebut dipandang oleh beberapa orang sebagai sebuah penggambaran dari nasionalisme

Nasionalisme Jepang (bahasa Jepang: 国家主義, Hepburn: Kokka shugi) adalah nasionalisme yang memandang bahwa Jepang adalah sebuah bangsa dan mempromosikan penyatuan kebudayaan Jepang. Ini meliputi serangkaian besar gagasan dan sentimen yang dilabuhkan oleh orang Jepang selama dua abad terakhir terkait negara asal mereka, alam budayanya, bentuk yang diarahkan negara atau politik dan tujuan sejarah. Ini berguna untuk membedakan nasionalisme kebudayaan Jepang (lihat pula nihonjinron) dari nasionalisme yang ditujukan negara atau politik (contohnya statisme Shōwa), sejak beberapa bentuk nasionalisme kebudayaan, seperti hal-hal yang berkaitan dengan pembelajaran cerita rakyat (seperti Yanagita Kunio), telah menjadi dasar nasionalisme yang mengedepankan negara.

Di Jepang pada zaman Meiji, ideologi nasionalis terdiri dari campuran filsafat politik asli dan impor, awalnya dikembangkan oleh pemerintahan Meiji untuk mempromosikan patriotisme dan penyatuan nasional, mula-mula dalam pertahanan melawan kolonisasi dari kekuatan-kekuatan Barat, dan kemudian dalam perjuangan untuk meraih kesetaraan dengan Kekuatan-Kekuatan Besar. Ini terjadi sepanjang zaman Taishō dan zaman Shōwa untuk menjustifikasikan pemerintahan yang makin totalitarian dan ekspansionisme seberang laut, dan memberikan fondasi ideologi dan politik bagi tindakan-tindakan militer Jepang pada masa-masa menjelang Perang Dunia II.

Pranala luarSunting