Nabeshima Naohiro (Saga)

Nabeshima Naohiro or Nabeshima Chokudai[1] (鍋島 直大, 17 Oktober 1846 – 19 Juni 1921) adalah daimyō ke-11 dan terakhir dari Domain Saga di Provinsi Hizen, Kyūshū, Jepang. Sebelum Restorasi Meiji, namanya adalah Nabeshima Mochizuru (鍋島 茂実) dan gelar kehormatannya adalah Hizen-no-Kami.[1]

Nabeshima Naohiro
鍋島直大
Nabeshima Naohiro.jpg
Nabeshima Naohiro tak lama sebelum Restorasi Meiji
Kepala Saga
Masa jabatan
1861–1871
PendahuluNabeshima Naomasa
Penggantinone
Informasi pribadi
Lahir(1846-10-17)17 Oktober 1846
Meninggal19 Juni 1921(1921-06-19) (umur 74)
KebangsaanJepang
Nabeshima Naohiro mengenakan seragam pemerintahan Meiji

BiografiSunting

Naohiro adalah putra kedua dari Nabeshima Naomasa, daimyō Saga ke-10. Setelah ayahnya pensiun pada 1861, Naohiro dilantik menjadi daimyō ke-11 (dan terakhir) dari Domain Saga.

Pada Perang Boshin dari Restorasi Meiji, ia memimpin pasukan Saga sebagai sebuah komponen Aliansi Satchō dalam mendukung Kaisar Meiji, setelah Pertempuran Toba-Fushimi dan bertempur melawan sisa-sisa pasukan Tokugawa di Pertempuran Ueno dan dalam berbagai kampanye di utara Jepang melawan Ōuetsu Reppan Dōmei.

Dengan pembubaran sistem han, ia menyerahkan domainnya kepada pemerintah pusat, dan meninggalkan Jepang bersama dengan dua adiknya untuk belajar di Britania Raya pada 1871.[1] Ia dilantik menjadi menteri plenipotentiari untuk Roma pada 1880, dan kembali ke Jepang pada 1882. Saat ia singgal di Inggris, ia dilantik menjadi perwakilan resmi Jepang untuk Court of St. James's oleh pemerintah Jepang. Setelah kembali ke Jepang, ia menjabat dalam berbagai kapasitas politik, termasuk presiden Genrōin, penasehat Kaisar Meiji (dan kemudian Kaisar Taishō), dan sebagai anggota Kizokuin. Ia dijadikan marquis (侯爵, kōshaku)) dalam Undang-Undang Peerage pada 7 Juli 1884.[1] Dari 1911, ia menjadi presiden Universitas Kokugakuin.

Hubungannya dengan Keluarga Kekaisaran Jepang terjalin kuat. Putri keduanya Templat:Ill2 menjadi istri dari Pangeran Nashimoto Morimasa. Pernikahan tersebut membuat Naohiro mendapatkan dua cucu, yang sulung bernama Masako yang menjadi dikenal sebagai Bangja, permaisuri pewaris Dinasti Yi Korea. Putri keempat Naohiro yang bernama Templat:Ill2 menikah dengan Matsudaira Tsuneo dan salah satu putrinya menjadi Putri Chichibu. Naoharu meninggal pada 1921, dan makamnya berada di Pemakaman Aoyama di Tokyo.

ReferensiSunting

  1. ^ a b c d Takenobu, Yoshitarō (2008). The Japan Year Book (preview). Stone Bridge Press, Inc. hlm. 124. 
  • Cobbing, Andrew (1998). The Japanese Discovery of Victorian Britain: Early Travel Encounters in the Far West. RoutledgeCurzon. ISBN 1-873410-81-6. 

Pranala luarSunting

Didahului oleh:
Nabeshima Naomasa
Daimyō Saga ke-11
1861-1871
Diteruskan oleh:
tidak ada (domain ditiadakan)