Buka menu utama

Drs. H. Murdhani, M.H. (lahir di Jatinegara Kaum, Pulo Gadung, Jakarta Timur, 18 Maret 1953; umur 66 tahun) adalah Wali Kota Jakarta Pusat yang mulai menjabat dari 2008 hingga 2012. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Wali kota Jakarta Barat dari 2005 hingga 2008.

Drs. H.
Murdhani
M.H.
Murdhani Wali Kota Administratif Jakarta Timur.jpg
Wali Kota Administratif Jakarta Timur
Masa jabatan
2008–2010
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
GubernurFauzi Bowo
Joko Widodo
PendahuluKoesnan Abdul Halim
PenggantiKrisdianto
Informasi pribadi
Lahir18 Maret 1953 (umur 66)
Bendera Indonesia Jatinegara Kaum, Pulo Gadung, Jakarta Timur
Kebangsaan Indonesia

BiografiSunting

Pria kelahiran Kampung Tanah, Jati Kaum, Pulo Gadung, Jakarta Timur, ini adalah pamong sejati. Dia mengawali kariernya sebagai staf kelurahan tanpa jabatan hingga di percaya menjabat sebagai Wali kota Administrasi Jakarta Timur. Untuk sampai ke kursi wali kota, Murdhani memerlukan waktu sekitar 32 tahun merawat kariernya. Tahun 2012 ini, merupakan tahun ke 36 masa pengabdiannya sebagai pegawai negeri. Murdhani diterima bekerjaa di lingkungan kantor Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada tahun 1976. Dia dilantik untuk jabatan wali kota pada tahun 2008.

Di Jakarta Timur, mantan Camat Ciracas ini dikenal guyup dengan warga. Sebagai warga DKI Jalarta yang lahir dan besar di Jakarta Timur, Murdhani tahu kondisi setiap sudut Wilayah dan tokoh-tokoh masyarakatnya. Itu sebabnya, ketika dilantik jadi Wali kota Jakarta Timur, mantan Wakil Wali kota Jakarta Barat ini bisa langsung bekerja tanpa perlu mempelajari kondisi wilayah. Warga Jakarta Timur sendiri ketika itu menyambutnya dengan gembira. Bahkan ada yang menganggapnya sebagai anak yang kembali ke rumahnya sendiri. Maklum, sebelum dilantik menjadi wali kota, Murdhani adalah Wakil Wali kota Jakarta Barat sejak tahun 2005 hingga tahun 2008. Namun secara umum, sebagian besar masa pengabdiannya, dia curahkan di Jakarta Timur. Itu sebabnya, ketika Gubemur DKI Jakarta menetapkannya sebagai wali kota, banyak warga yang berpendapat gubernur telah menjantuhkan pilihan pada figur yang tepat untuk Jakarta Timur.

Mengenal dengan baik karakteristik dan permasalahan yang dihadapi masyarakat Jakarta Timur, Murdhan dikenal juga sebagai pemimpin yang tegas dan tipe pekerja keras. Sehari setelah dilantik menjadi Wali kota, dihadapan para pejabat, Camat dan Lurah se-Jakarta Timur secara khusus Murdhani meminta bawahannya agar tidak ragu-ragu dalam bekerja dan menjalankan program pemerintah. Namun dalam menjalankan tugas sehari-hari, Murdhani juga meminta jajarannya untuk mempelajari secara seksama peraturan yang ada agar tidak terjerat masalah atau kasus hukum dikemudian hari. "Dalam bekerja kita tidak boleh ragu-ragu. Namun tentunya harus pula pelajari dengan benar peraturan yang ada dan jangan terima bersihnya saja," pesannya kepada para pamong.

Berbekal ijazah SMA, Murdhani melamar jadi PNS di Pemda DKI Jakarta dan kemudian ditempatkan pertama kali di Kelurahan Pondok Bambu atau di kampungnya sendiri pada tahun 1976. Karierya sebagai PNS dimulai dari staf kelurahan, kemudian pada tahun 1977, di usia yang relatif muda yaitu 22 tahun, Murdhani diangkat menjadi Kepala Sub Seksi VI Pembangunan Desa Kelurahan Pondok Bambu merangkap jadi petugas pemungut IPEDA. Perjalanan kariernya juga ditunjang dengan pengetahuan dan keilmuan di bidang pemerintahan yang cukup memadai. Untuk memperdalam keilmuannya di bidang pemerintahan, la mendapatkannya di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Bandung yang berhasil diselesaikannya pada tahun 1983. Selepas dari APDN Bandung, ia meneruskan kuliahnya untuk meraih gelar S1 di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Universitas Gajah Mada (UGM) dan berhasil diselesaikannya pada tahun 1986.

Pada tahun 1989, karier Murdhani mulai menanjak setelah dirinya diangkat menjadi Kasubag Pembinaan Wilayah Biro Bina Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta dan empat tahun kemuadian atau tahun 1993 dirinya diangkat menjadi Kasubag Evaluasi Biro Bina Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta. Setelah enam tahun bertugas di Balai Kota, pada tahun 1995, Murdhani kembali lagi bertugas di Jakarta Timur dengan jabatan baru sebagai Camat Pasar Rebo. Tahun 1998 Murdhani dipindah ke Ciracas dengan jabatan yang sama, yakni Camat Ciracas. Karier Murdhani terus berbinar di mana pada akhir tahun 2000 dia diangkat menjadi Kepala Kantor Pembangunan Masyarakat Desa Kotamadya Jakarta Timur.

Karier Ketua Umum Forum Komunikasi Anak Betawi (FORKABI) periode 2010-2015 ini terus menanjak. Hanya satu tahun menjabat Kepala Kantor Pembangunan Masyarakat Desa Kotamadya Jakarta Timur, tahun 2001 dia diangkat menjadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekkodya Jakarta Timur dan tahun 2003, Murdhani dilantik menjadi Sekretaris Kotamadya (Sekkodya) Jakarta Timur. Dua tahun menjabat sebagai Seko Jakarta Timur, Murdhani mendapat promosi jabatan, yakni diangkat menjadi Wakil Wali kota Jakarta Barat. Tiga tahun di Jakarta Barat dalam kapasitas sebagai wakil wali kota, Murdhani "pulang kampung" untuk memimpin Jakarta Timur menggantikan Koesnan Abdul Halim.[1]

Riwayat PendidikanSunting

  • APDN Bandung (1983)
  • S1 Fisipol UGM (1986)

Riwayat JabatanSunting

  • Staf Kelurahan Pondok Bambu (1976-1977)
  • Kepala Sub Seksi VI Pembangunan Desa Kelurahan Pondok Bambu merangkap jadi petugas pemungut IPEDA (1977)
  • Kasubag Pembinaan Wilayah Biro Bina Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta (1989-1993)
  • Kasubag Evaluasi Biro Bina Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta (1993-1999)
  • Camat Ciracas (1998-2000)
  • Kepala Kantor Pembangunan Masyarakat Desa Kotamadya Jakarta Timur (2000-2001)
  • Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekkodya Jakarta Timur (2001-2003)
  • Sekretaris Kotamadya Jakarta Timur (2003-2005)
  • Wakil Wali kota Jakarta Barat (2005-2008)
  • Wali kota Jakarta Timur (2008-2012)

Riwayat OrganisasiSunting

  • Ketua Umum Forkabi (2010-2015)
  • Plt. Ketua Umum Bamus Betawi

ReferensiSunting

Jabatan pemerintahan
Didahului oleh:
Koesnan Abdul Halim
Wali Kota Administratif Jakarta Timur
20082012
Diteruskan oleh:
Krisdianto