Morfem bebas dan terikat

Morfem bebas adalah morfem yang dapat berdiri sendiri dan memiliki makna.[1] Seperti kata rumah, makan, dan pulang. Sedangkan morfem terikat adalah morfem yang tidak dapat berdiri sendiri secara makna.[1] Contoh morfem terikat yaitu, juang, henti, baur, dan gaul. Tanpa melalui proses morfologi, morfem terikat tidak dapat muncul dalam ujaran.

Pembagian morfem dalam bahasa InggrisSunting

Di dalam bahasa Inggris, morfem memiliki tiga bagian, yaitu akar (root), pangkal (stem), dan dasar (base). Morfem akar (root) merupakan sebutan bagi morfem yang tidak dapat dianalisa lagi, tidak dapat dibagi lagi, baik dari segi derivasi maupun morfologi infleksi.[1][2] Contoh: cook, merupakan akar (root), dapat mucul dalam bentuk kata, seperti cooks, dan cooked. Ini merupakan bagian dari bentuk kata yang tersisa ketika semua imbuhan infleksional dan derivasional dipindahkan. Seperti, untouchables, akarnya adalah touch, sedangkan un- adalah imbuhan derivasional, dan -ables adalah infleksional.

Morfem pangkal (stem) adalah bagian kata yang akan mendapat perhatian setelah berdampingan dengan afiks infleksional. Dalam bentuk kata dogs, dog + -s yang menjadi pangkal (stem) adalah dog, yang juga berperan sebagai akar (root), sedangkan -s adalah sufiks infleksional. Sufiks infleksional ini ditambahkan pada pangkal (stem) cat agar kata benda (noun) tersebut memiliki arti jamak.

Morfem dasar (base) merupakan morfem yang menjadi dasar dari morfologi dan dilekatkan dengan afiks, baik derivasional maupun afiks infleksional. Selain itu, dapat juga dikatakan bahwa semua morfem akar (root) adalah dasar (base). Didalam kata teachers, teach sebagai akar (root) sekaligus menjadi dasar (base) dari -er, dan -s.

Derivasional morfemSunting

Seperti yang telah disebutkan, morfem terikat terdiri dari infleksional dan derivasional morfem. Derivasional morfem merupakan morfem terikat yang menciptakan kata baru dengan mengubah makna dari morfem dasar (base)[3]. Di dalam kata happiness, morfem terikat -ness memunculkan makna baru dengan mengubah kedua makna dan bagian dari kata. Happy adalah adjektiva, sedangkan happiness adalah kata benda (noun). Beberapa derivasional memunculkan makna baru tetapi tidak mengubah sintaksis dan kategori kata. Contohnya, kata unhappy memilik dasar (base) happy dan derivasional morfem (prefiks) -un. Happy merupakan adjektiva, unhappy juga merupakan adjektiva. Di dalam bahasa Inggris, derivasional morfem bisa berupa sufiks atau prefiks. Perlu dicatat bahwa semua prefiks dalam bahasa Inggris adalah derivasional. Semua prefiks dalam bahasa Inggris memunculkan makna baru meskipun tidak mengubah sintaksis dan kategori kata. Contohnya, derivasional prefiks in- dalam inefficient, un- dalam undo, re- dalam rewrite; efficient adalah adjektiva dan memunculkan kata inefficient yang merupakan adjektiva juga; do adalah kata kerja, undo juga merupakan kata kerja; write merupakan kata kerja dan memunculkan kata rewrite yang merupakan kata kerja juga. Semua kategori derivasional prefiks memiliki makna ‘tidak’. Kebanyakan derivasional sufiks mengubah kategori sintaksis dan makna.

Infleksional morfemSunting

Infleksional morfem dalam bahasa Inggris adalah morfem yang tidak memunculkan makna baru. Morfem ini tidak pernah mengubah kategori sintaksis atau kata-kata yang dilampirkannya[4]. Morfem ini hanya memberikan informasi gramatikal tambahan tentang arti kata-kata yang sudah ada. Contohnya, di dalam kata books, terdiri dari morfem bebas book dan infleksional morfem -s. Morfem terikat -s tidak mengubah kategori sintaksis pada book. Morfem -s juga tidak mengubah makna leksikal kata book. Morfem -s hanya memberikan arti gramatikal, yaitu menunjukkan arti jamak. Book adalah sebuah kata benda (noun), begitu pula dengan books juga merupakan kata benda (noun).

ReferensiSunting

  1. ^ a b c Bauer, Laurie (1983). English Word Formation. New York: Cambridge University Press. 
  2. ^ Sumanto, Sumanto (2013). "Pengantar Linguistik" (PDF). Diakses tanggal 2022-04-19. 
  3. ^ Sari, Nirmala (1988). An Introduction to Linguistics. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 
  4. ^ Bauer, Laurie (1988). Introducing Linguistic Morphology. Edinburgh: Edinburgh University Press.