Mohamed Hassanein Heikal

Ilmuwan Muslim di bidang bahasa, politik, dan sastra

Mohamed Hassanein Heikal (bahasa Arab: محمد حسنين هيكل‎, lahir 23 September 1923 – meninggal 17 Februari 2016 pada umur 92 tahun)[1] adalah seorang jurnalis Mesir. Selama 17 tahun (1957–1974), ia menjadi ketua penyunting surat kabar Kairo Al-Ahram dan menjadi komentator terhadap urusan Arab selama lebih dari 50 tahun.[2]

Mohamed Hassanein Heikal
Heikal in 1966.jpg
Heikal pada tahun 1966
Lahir(1923-09-23)23 September 1923
Kairo, Mesir
Meninggal17 Februari 2016(2016-02-17) (umur 92)
Kairo, Mesir
PendidikanAmerican University, Cairo
PekerjaanJurnalis
Suami/istriHedayt Elwi Taymour (1955–2016)
Anak3 putra
KeluargaHeikal

Latar belakang dan karya sastraSunting

 
Heikal (pertama dari kiri), Hoda Abdel Nasser dan presiden Mesir Gamal Abdel Nasser (ketiga dari kiri), 1966

Heikal mengartikulasikan hal-hal tentang Presiden Gamal Abdel Nasser pada awal masa kariernya.[3] Heikal menjadi anggota Komite Pusat Serikat Sosialis Arab.

Pada 1983 Heikal menerbitkan beberapa buku: Sphinx and Commissar, Cutting the Lion's Tale: Suez Through Egyptian Eyes, The Road to Ramadan dan Khareef Al-Ghadab (Autumn of Fury), dimana ia menganalisis alasan-alasan dibalik pembunuhan Sadat dan kebangkitan politik Islam. Heikal telah menulis buku lainnya, termasuk: Nasser: The Cairo Documents, The Sphinx and the Commissar: The Rise and Fall of Soviet Influence in the Middle East, The Cairo Documents: The Inside Story of Nasser and His Relationship with World Leaders, Rebels, and Statesmen, Secret Channels: The Inside Story of Arab-Israeli Peace Negotiations, Illusions of Triumph: An Arab View of The Gulf War, Iran: The Untold Story, The Return of the Ayatollah, The Iranian Revolution from Mossadeq to Khomeini, dan October War. Heikal dikenal karena menggunakan kutipan terkenal, Tunangan itu cantik tapi ia menikah dengan pria lain, dalam buku 1996-nya Secret Channels.[4]

WawancaraSunting

Dalam sebuah bincang-bincang dengan jurnalis Inggris Robert Fisk pada 2007, Heikal berbicara tentang keadaan di Mesir dan mengkritik presiden Mesir Mubarak, berkata bahwa Mubarak hidup dalam sebuah "dunia fantasi" di Sharm al Sheikh.[5]

Daftar pustakaSunting

  • Heikal or the secret file of arab memory, Riadh Sidaoui, (هيكل أو الملف السري للذاكرة العربية), Centre arabe de recherches et d'analyses, Beyrouth, 2003
  • The Liberation War of Palestine: Conspiracy of the Jews and Arabs' stand (1996)

ReferensiSunting

  1. ^ OBITUARI – Mohamed Hassanein Heikal
  2. ^ There isn't a target in Afghanistan worth a $1m missile - Mohamed Heikal, the Arab world's foremost political commentator, Guardian, Stephen Moss, October 10, 2001
  3. ^ Chasing the paper trail, Al-Ahram, July 26, 2007
  4. ^ “The bride is beautiful, but she is married to another man”: Historical Fabrication and an Anti-Zionist Myth", Shai Afsai, Shofar, Vol. 30, No. 3 ♦ 2012, pp. 50-1
  5. ^ Mohamed Hasseinein Heikel: The wise man of the Middle East Diarsipkan 2007-10-13 di Wayback Machine., Independent, Robert Fisk, 9 April 2007

Pranala luarSunting