Buka menu utama
tradisi Megibung di Bali

Megibung Megibung merupakan tradisi yang dimiliki oleh warga Karangasem, yang daerah terletak di ujung timur Pulau Dewata, Bali, Indonesia.[1] Megibung berasal dari kata gibung yang diberi awalan me-.[1] Gibung artinya kegiatan yang dilakukan oleh banyak orang, yakni saling berbagi antara satu orang dengan yang lainnya.[1] Megibung adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh banyak orang untuk duduk makan bersama dan saling berdiskusi dan berbagi pendapat.[1]

SejarahSunting

Tradisi Megibung diperkenalkan oleh Raja Karangasem yaitu I Gusti Agung Anglurah Ketut Karangasem sekitar tahun 1614 Caka atau 1692 Masehi.[2] Tradisi ini dibawa oleh I Gusti Agung Anglurah Ketut Karangasem saat menang perang dalam menaklukan kerajaan-kerajaan di Sasak, Lombok.[3] Dahulu, saat prajurit sedang makan, Sang Raja membuat aturan makan bersama dalam posisi melingkar yang dinamakan Megibung.[3] Bahkan, Sang Raja ikut makan bersama dengan para prajuritnya.[2]

ReferensiSunting

  1. ^ a b c d "Tradisi Megibung Dari Karangasem". isi-dps.ac.id. Diakses tanggal 8 Juni 2014. 
  2. ^ a b "Tradisi Megibung di Karangasem Bali". wisata.balitoursclub.com. Diakses tanggal 8 Juni 2014. 
  3. ^ a b "Megibung, Tradisi Makan Bersama Penuh Aturan Ketat". balebengong.net. Diakses tanggal 8 Juni 2014.