Buka menu utama

Bank Mandiri

perusahaan perbankan Indonesia
(Dialihkan dari Mandiri)
Artikel ini membahas tentang Bank Mandiri setelah 2 Oktober 1998. Untuk sejarah keempat bank sebelum penggabungan, lihat Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Impor Indonesia, dan Bank Pembangunan Indonesia.

Bank Mandiri (IDX: BMRI) adalah bank yang berkantor pusat di Jakarta,[8] dan merupakan bank terbesar di Indonesia dalam hal aset, pinjaman, dan deposit. Bank ini berdiri pada tanggal 2 Oktober 1998 sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia. Pada bulan Juli 1999, empat bank milik Pemerintah yaitu, Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim), dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo), digabungkan[9] ke dalam Bank Mandiri.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Badan Usaha Milik Negara/publik
IndustriJasa keuangan
PendahuluBank Bumi Daya
Bank Dagang Negara
Bank Ekspor Impor Indonesia
Bank Pembangunan Indonesia
Didirikan2 Oktober 1998
PendiriPemerintah Indonesia
Kantor
pusat
,
Cabang
1.296 kantor cabang[1]
Wilayah operasi
Indonesia, Kepulauan Cayman,[2] Tiongkok,[2] Hong Kong,[2] Singapura,[2] Timor Leste,[2] Britania Raya[2]
Tokoh
kunci
Wimboh Santoso (Presiden Komisaris)
Kartika Wirjoatmodjo (Direktur Utama)
ProdukMandiri Tabungan, Mandiri Deposito, e-Toll Card, dll.
JasaTabungan, giro, deposito, pinjaman, investasi, dll.
Pendapatan Rp 57,33 Triliun (2018)[3]
Rp 33,91 Triliun (2018)[4]
Rp 25,02 Triliun (2018)[5]
AUM Rp 5,700 Triliun (2010)[6]
Total aset Rp 1202,2 Triliun (2018)[6]
Total ekuitas Rp 184,96 Triliun (2018)[6]
Karyawan
38.307 (2018)[7]
IndukKementerian BUMN
Anak
usaha
Bank Syariah Mandiri[1]
Mandiri Sekuritas[1]
AXA-Mandiri Financial Services[1]
Bank Mandiri Taspen Pos[1]
Mandiri Tunas Finance[1]
Asuransi Jiwa InHealth Indonesia
Situs webwww.bankmandiri.co.id

SejarahSunting

Pra-penggabunganSunting

Sejarah keempat Bank (BBD, BDN, Bank Exim, dan Bapindo) tersebut sebelum bergabung menjadi Bank Mandiri, dapat ditelusuri lebih dari 14 tahun yang lalu. Keempat bank nasional tersebut telah turut membentuk riwayat perkembangan dunia perbankan Indonesia, dan masing-masing telah memainkan peranan yang penting dalam pembangunan ekonomi di Indonesia.

Bank Dagang NegaraSunting

Bank Dagang Negara merupakan salah satu bank tertua di Indonesia. Sebelumnya Bank Dagang Negara dikenal sebagai Nederlandsch Indische Escompto Maatschappij yang didirikan di Batavia (Jakarta) pada tahun 1857. Pada tahun 1949 namanya berubah menjadi Escomptobank NV. Selanjutnya, pada tahun 1960 Escomptobank dinasionalisasi dan berubah nama menjadi Bank Dagang Negara, sebuah Bank pemerintah yang membiayai sektor industri dan pertambangan.

Bank Bumi DayaSunting

Bank Bumi Daya didirikan melalui suatu proses panjang yang bermula dari nasionalisasi sebuah perusahaan Belanda De Nationale Handelsbank NV, menjadi Bank Umum Negara pada tahun 1959. Pada tahun 1964, Chartered Bank (sebelumnya adalah Bank milik Inggris) juga dinasionalisasi, dan Bank Umum Negara diberi hak untuk melanjutkan operasi Bank tersebut. Pada tahun 1965, Bank Umum Negara digabungkan ke dalam Bank Negara Indonesia dan berganti nama menjadi Bank Negara Indonesia Unit IV beralih menjadi Bank Bumi Daya.

Bank Ekspor Impor IndonesiaSunting

Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim) berawal dari perusahaan dagang Belanda N.V. Nederlansche Handels Maatschappij yang didirikan pada tahun 1824 di s-Gravenhage kemudian pada tahun 1826 didirikan kantor factorij di Batavia dan mengembangkan kegiatannya di sektor perbankan pada tahun 1870. Pemerintah Indonesia menasionalisasi perusahaan ini pada tahun 1960, dan selanjutnya pada tahun 1965 perusahan ini digabung dengan Bank Negara Indonesia menjadi Bank Negara Indonesia Unit II. Pada tahun 1968 Bank Negara Indonesia Unit II dipecah menjadi dua unit, salah satunya adalah Bank Negara Indonesia Unit II Divisi Expor – Impor, yang akhirnya menjadi Bank Exim, bank Pemerintah yang membiayai kegiatan ekspor dan impor.

Bank Pembangunan IndonesiaSunting

Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) berawal dari Bank Industri Negara (BIN), sebuah Bank Industri yang didirikan pada tahun 1951. Misi Bank Industri Negara adalah mendukung pengembangan sektor – sektor ekonomi tertentu, khususnya perkebunan, industri, dan pertambangan. Bapindo dibentuk sebagai bank milik negara pada tahun 1960 dan BIN kemudian digabung dengan Bank Bapindo. Pada tahun 1970, Bapindo ditugaskan untuk membantu pembangunan nasional melalui pembiayaan jangka menengah dan jangka panjang pada sektor manufaktur, transportasi dan pariwisata.

Pasca-penggabunganSunting

 
Logo lama Bank Mandiri (Oktober 1998-Januari 2008)

Bank Mandiri dibentuk pada 2 Oktober 1998, dan empat bank asalnya efektif mulai beroperasi sebagai bank gabungan pada pertengahan tahun 1999.

Setelah selesainya proses merger, Bank Mandiri kemudian memulai proses konsolidasi, termasuk pengurangan cabang dan pegawai. Selanjutnya diikuti dengan peluncuran single brand di seluruh jaringan melalui iklan dan promosi.

Salah satu pencapaian penting adalah penggantian secara menyeluruh platform teknologi. Bank Mandiri mewarisi sembilan sistem perbankan dari keempat legacy banks. Setelah investasi awal untuk konsolidasi sistem yang berbeda tersebut, Bank Mandiri mulai melaksanakan program penggantian platform yang berlangsung selama tiga tahun, di mana program pengganti tersebut difokuskan untuk meningkatkan kemampuan penetrasi di segmen retail banking.

Pada saat ini, infrastruktur teknologi informasi Bank Mandiri sudah mampu melakukan pengembangan e-channel & produk retail dengan Time to Market yang lebih baik.

Dalam proses penggabungan dan pengorganisasian ulang tersebut, jumlah cabang Bank Mandiri dikurangi sebanyak 194 buah dan karyawannya berkurang dari 26.600 menjadi 17.620. Direktur Utama Bank Mandiri yang pertama adalah Muljohardjoko (Dirut Taspen sejak Februari 1996). Alumnus Fakultas Ekonomi UI ini pernah juga berdinas di PT Telkom, terakhir ia menjabat sebagai direktur keuangan). Muljohardjoko menjadi Dirut Bank Mandiri selama 35 hari ketika awal-awal menjadi Dirut Taspen. Kepemimpinan Muljohardjoko di Taspen sendiri berjalan sejak Februari 1996 sampai tahun 1999. Direktur Utama Bank Mandiri yang kedua adalah Robby Djohan. Kemudian pada Mei 2000, posisi Djohan digantikan ECW Neloe. Neloe menjabat selama lima tahun, sebelum digantikan Agus Martowardojo sebagai Direktur Utama sejak Mei 2005. Neloe menghadapi dugaan keterlibatan pada kasus korupsi di bank tersebut. Agus kemudian digantikan oleh Zulkifli Zaini dan saat ini Kartika Wirjoatmodjo menjabat menjadi Dirut Bank Mandiri.

Pada Maret 2005, Bank Mandiri mempunyai 829 cabang yang tersebar di sepanjang Indonesia dan enam cabang di luar negeri. Selain itu, Bank Mandiri mempunyai sekitar 2.500 ATM dan tiga anak perusahaan utama yaitu Bank Syariah Mandiri, Mandiri Sekuritas, dan AXA Mandiri.

Nasabah Bank Mandiri yang terdiri dari berbagai segmen merupakan penggerak utama perekonomian Indonesia. Berdasarkan sektor usaha, nasabah Bank Mandiri bergerak dibidang usaha yang sangat beragam. Sebagai bagian dari upaya penerapan prudential banking & best-practices risk management, Bank Mandiri telah melakukan berbagai perubahan. Salah satunya, persetujuan kredit dan pengawasan dilaksanakan dengan four-eye principle, di mana persetujuan kredit dipisahkan dari kegiatan pemasaran dan business unit. Sebagai bagian diversifikasi risiko dan pendapatan, Bank Mandiri juga berhasil mencetak kemajuan yang signifikan dalam melayani Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan nasabah ritel. Pada akhir 1999, porsi kredit kepada nasabah corporate masih sebesar 87% dari total kredit, sementara pada 31 Desember 2009, porsi kredit kepada nasabah UKM dan mikro telah mencapai 42,22% dan porsi kredit kepada nasabah consumer sebesar 13,92%, sedangkan porsi kredit kepada nasabah corporate mencakup 43,86% dari total kredit.

Sesudah menyelesaikan program transformasi semenjak 2005 sampai dengan tahun 2009, Bank Mandiri sedang bersiap melaksanakan transformasi tahap berikutnya dengan merevitalisasi visi dan misi untuk menjadi Lembaga Keuangan Indonesia yang paling dikagumi dan selalu progresif.

Pada Juni 2013, Bank Mandiri sudah mempunyai 1.811 cabang dan sekitar 11.812 ATM yang tersebar merata di 34 provinsi di Indonesia tanpa terkecuali, semakin menegaskan Bank Mandiri sebagai salah satu dari jajaran bank terbesar di Indonesia.[butuh rujukan]

ProdukSunting

e-BankingSunting

 
Kartu Mandiri prabayar
  • ATM Mandiri
  • Mandiri Debit
  • Mandiri Prabayar (e-Money)
  • Mandiri SMS
  • Mandiri Call
    • 14000 atau (021) 5299-7777
  • Mandiri Internet Banking
  • Mandiri Online
  • Mandiri Mobile

Kartu kreditSunting

  • Mandiri MasterCard
    • Pertamina Card Platinum
    • Skyz Card Titanium
    • Everyday Card
    • World Elite
    • Prioritas World
  • Mandiri Visa
    • Visa Signature Golf Card
    • Visa Signature Card
    • Visa Platinum Golf Card
    • Visa Platinum Card
    • Golf Card
    • Gold Card
    • Hypermart Gold Card
    • Platinum Corporate Card
  • Mandiri JCB
    • JCB Precious Card
    • JCB Gold Card

Perkembangan bisnisSunting

Bank Mandiri membentuk sebuah perusahaan baru yang diberi nama Mandiri Capital, merupakan modal ventura pertama yang berbasis teknologi di Indonesia. Mandiri Capital akan menanamkan modal ke bisnis-bisnis start-up yang berpotensi besar.[10]

Bank Mandiri menambah dua kantor cabang baru di di pulau Gili Trawangan dan Sengigi, Nusa Tenggara Barat (NTB). Penambahan kantor cabang ini dilakukan karena melihat prospek ekonomi yang bagus di sektor pariwisata. Dengan tambahan dua cabang baru itu, saat ini perseroan sudah memiliki 2.456 kantor cabang di seluruh Indonesia.[11]

Bank Mandiri menyediakan layanan perbankan bagi Pos Indonesia untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan kas. Melalui penyediaan layanan ini, Bank Mandiri akan mengelola kas Pos Indonesia seperti penyediaan likuiditas, penerimaan setoran dana, pengelolaan dana dan rekening, fasilitas cash management, serta layanan perbankan lain untuk pegawai dan mitra bisnis Pos Indonesia. Sinergi Bank Mandiri dengan Pos Indonesia telah menghasilkan banyak pengembangan bisnis, seperti pembentukan bank joint venture bersama-sama TASPEN dengan nama Bank Mantap (sebelumnya Bank Sinar) yang menjadi kendaraan untuk penyaluran kredit pensiunan. Mandiri dan Pos Indonesia juga berkolaborasi dalam mendukung kelancaran penyaluran PSKS melalui Layanan Keuangan Digital. Bahkan, untuk memudahkan transaksi keuangan masyarakat, sekitar 4.000 electronic data capture (EDC) Bank Mandiri telah ditempatkan di kantor pos yang berada di berbagai wilayah Tanah Air. Selain kerjasama tersebut, Bank Mandiri juga menyediakan layanan keuangan bagi pegawai dan pensiunan Pos Indonesia yang saat ini tercatat memiliki sekitar 26 ribu pegawai dan 16 ribu pensiunan.[12]

Mandiri Group[13]
Perusahaan Anak Nama Lengkap Perusahaan Fokus Layanan
Bank Syariah Mandiri PT Bank Syariah Mandiri (BSM) Perbankan prinsip syariah
Bank Mandiri Taspen PT Bank Mandiri Taspen (MANTAP) Perbankan privat
Bank Mandiri Europe Bank Mandiri Europe Ltd. (BMEL) Perbankan di benua Eropa
AXA Mandiri PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) Asuransi jiwa, pendidikan & kesehatan
Mandiri AXA General Insurance PT Mandiri AXA General Insurane Asuransi umum
Mandiri Inhealth PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia Asuransi kesehatan & jiwa
Mandiri Sekuritas PT Mandiri Sekuritas Investasi & pasar modal
Mandiri Capital PT Mandiri Capital Indonesia (MCI) Ventura
Mandiri Tunas Finance PT Mandiri Tunas Finance (MTF) Investasi, modal kerja & multiguna
Mandiri Utama Finance PT Mandiri Utama Finance (MTF) Pembiayaan kendaraan bermotor
Mandiri Remitance Mandiri International Remitance Sdn. Bhd. Perbankan untuk TKI

Direktur UtamaSunting

Berikut daftar direktur Utama Bank Mandiri sejak 1998:

No. Direktur Utama Awal Akhir Ket.
1
Muljohardjoko
Oktober 1998
November 1998
2
Robby Djohan
November 1998
Mei 2000
[14]
3
E.C.W Neloe
Mei 2000
Mei 2005
[15]
4
Agus Martowardojo
16 Mei 2005
19 Mei 2010
[16]
Zulkifli Zaini
19 Mei 2010
5 Juli 2010
5
5 Juli 2010
2 April 2013
[17]
6
Budi Gunadi Sadikin
2 April 2013
21 Maret 2016
[18]
7
Kartika Wirjoatmodjo
21 Maret 2016
25 Oktober 2019
[19]
Sulaiman Arif Arianto
25 Oktober 2019
9 Desember 2019
8
Royke Tumilaar
9 Desember 2019
Petahana
[20]

ReferensiSunting

  1. ^ a b c d e f "Informasi Tambahan Ringkas Bank Mandiri". PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  2. ^ a b c d e f "Jaringan Kantor Bank Mandiri". PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  3. ^ Fundamental Keuangan, data diakses 06 Januari 2011.
  4. ^ Pendapatan operasional, data diakses 06 Januari 2011.
  5. ^ Ananta, Yanurisa (28 Januari 2019). "Laba Bank Mandiri Tembus Rp 25 T di 2018, Apa Faktornya?". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  6. ^ a b c Annual Balance Sheet, data diakses 06 Januari 2011.
  7. ^ Laucereno, Sylke Febrina (7 Maret 2018). "Jumlah Pegawai Bank Terus Berkurang". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  8. ^ "Bank Mandiri Head Office Address." Bank Mandiri. Diakses pada 16 September 2010.
  9. ^ Laporan Tahunan Mandiri 2009, data diakses 6 Januari 2011.
  10. ^ Firmanto, Danang (19 Desember 2015). "Bank Mandiri Bangun Unit Bisnis Ventura". Tempo. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  11. ^ Rianto, Surya (10 Januari 2016). "Bank Mandiri Tambah Dua Kantor Cabang Baru di Lombok". Bisnis.com. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  12. ^ Djumena, Erlangga (29 Desember 2015). "Bank Mandiri Kelola Kas PT Pos Indonesia". Kompas.com. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  13. ^ "Mandiri Group". PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 29 Desember 2015. Diakses tanggal 31 Maret 2019. 
  14. ^ Sutianto, Feby Dwi (13 Mei 2016), "Mengenang Robby Djohan, Mantan CEO BUMN dan Bankir 'Bertangan Dingin'", detikFinance, diakses tanggal 31 Maret 2019 
  15. ^ Harahap, Rachmad Faisal (5 Mei 2015), "Lika-liku ECW Neloe, Mantan Dirut Bank Mandiri", Oke Finance, diakses tanggal 31 Maret 2019 
  16. ^ "Agus Martowardojo Dirut, Edwin Gerungan Komut Bank Mandiri", Oke Finance, 16 Mei 2005, diakses tanggal 31 Maret 2019 
  17. ^ "Zulkifli Zaini Dirut Baru Bank Mandiri", detikFinance, 5 Juli 2010, diakses tanggal 31 Maret 2019 
  18. ^ Amianti, Grace Dwitiya (3 April 2013), "Budi Gunadi Sadikin Nakhoda Baru Bank Mandiri", Berita Satu, diakses tanggal 31 Maret 2019 
  19. ^ Afrianto, Dedy (21 Maret 2016), "Profil Kartika Wirjoatmodjo, Bos Baru Bank Mandiri", Okezone, diakses tanggal 31 Maret 2019 
  20. ^ Pratama, Akhdi Martin (9 Desember 2019). "Erick Thohir Tunjuk Royke Tumilaar Jadi Dirut Bank Mandiri". Diakses tanggal 9 Desember 2019 – via kompas.com. 

Pranala luarSunting