Menurut Nāgarakṛtâgama, Madakaripura adalah nama sima (daerah perdikan) yang dimiliki oleh Gajah Mada. Daerah perdikan ini diberikan kepada Gajah Mada oleh Hayam Wuruk yang saat itu berkuasa sebagai raja Majapahit dan diperkirakan diberikan setelah peristiwa Perang Bubat. Daerah tersebut disebut sebagai tempat Gajah Mada beristirahat. Dalam Pararaton disebutkan Gajah Mada mundur dari jabatannya setelah Perang Bubat untuk mukti palapa yang diartikan 'menikmati masa istirahat'. Ungkapan mukti palapa dalam konteks tersebut berbeda dengan ungkapan serupa, amukti palapa, yang terkenal dan dimaknai sebagai Sumpah Palapa. Sumpah Palapa sendiri terjadi pada masa sebelumnya, yaitu saat ibu Hayam Wuruk, Tribhuwanottunggadewi, berkuasa. Dalam perjalanannya ke Lumajang pada tahun 1359 M, Hayam Wuruk disebutkan pernah singgah di Madakaripura.[1]

Lokasi sekarangSunting

Tidak ada yang tahu pasti lokasi sekarang dari Madakaripura. Namun demikian, wilayah tersebut diduga berada di Jawa Timur.[1] Kepercayaan umum menempatkan daerah ini di Kecamatan Tongas, Probolinggo, Jawa Timur. Pandangan ini didasarkan pada nama mandhala mambulu traya (19:Id) yang disebut dalam Nāgarakṛtâgama dan tafsirkan sebagai Desa Ambulu sekarang di kecamatan tersebut[butuh rujukan].

A. Gomperts menduga Dusun Dadapan di Desa Grogol, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan sebagai nama tempat yang dimaksud dalam Nāgarakṛtâgama[butuh rujukan]. Berdasarkan dugaan tersebut, muncul dugaan lain bahwa Madakaripura terletak di Kabupaten Pasuruan, antara Desa Grogol dan Desa Winongan[butuh rujukan] yang saat ini terbagi menjadi Desa Winongan Lor dan Desa Winongan Kidul.

ReferensiSunting

  1. ^ a b Munandar (2008), hlm. 3-4.

Daftar pustakaSunting