Buka menu utama

Lukman Wiriadinata (1910-1988) adalah intelektual Sunda di bidang hukum, salah satu anggota Kabinet Wilopo dan Kabinet Burhanudin Harahap masa bakti 12/8/1955-24/3/1956.[1] Sutan Sjahrir mengajaknya menjadi anggota PSI, Partai Sosialis Indonesia, dan akhirnya menjadi Menteri Kehakiman sebanyak dua periode, 1952-1953 dan 1955-1956,[2] di era pemerintahan Presiden Sukarno. Lukman bersama Suardi Tasrif, sebagai ketua dan sekretaris Persatuan Advokat Indonesia (PERADIN) merintis Pembentukan Lembaga Bantuan Hukum/Lembaga Pembela Umum (Legal Aid/Public Defender) sebagai Pilot Project PERADIN yang berdiri sendiri.[3]

Lukman Wiriadinata
Lukman Wiriadinata Suara Rakyat 10 Apr 1952 p1.jpg
[[Menteri Kehakiman Indonesia]] 8
Masa jabatan
3 April 1952 – 30 Juli 1953
PresidenSoekarno
Perdana MenteriWilopo
PendahuluMohammad Nasrun
PenggantiDjodi Gondokusumo
Masa jabatan
12 Agustus 1955 – 24 Maret 1956
PresidenSoekarno
Perdana MenteriBurhanuddin Harahap
PendahuluDjodi Gondokusumo
PenggantiMoeljatno
Informasi pribadi
Lahir1910
Hindia Belanda
Meninggal dunia1988
Indonesia
KewarganegaraanIndonesia
KebangsaanSunda
Partai politikPartai Sosialis Indonesia
AnakHoesein Wiriadinata
ProfesiAdvokat, Ahli Hukum
KabinetWilopo, Burhanuddin Harahap

Daftar isi

JabatanSunting

  1. Menteri Kehakiman Republik Indonesia masa bakti 12/8/1955-24/3/1956.
  2. Anggota Partai Sosialis Indonesia (PSI)
  3. Ketua Persatuan Advokat Indonesia
  4. Perintis Pembentukan Lembaga Bantuan Hukum/Lembaga Pembela Umum (Legal Aid/Public Defender)

KaryaSunting

  1. Loekman Wiriadinata, S.H.: kemandirian kekuasaan kehakiman

ReferensiSunting

  1. ^ Iwan Gayo, H.M. Buku Pintar: Seri Senior, H. M. Iwan Gayo, PT. Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta, 2008.
  2. ^ "Hoesein Wiriadinata Meninggal Dunia". Hoesein Wiriadinata adalah anak dari mantan Menteri Kehakiman Lukman Wiriadinata, periode periode 1952-1953 dan 1955-1956. Almarhum dikenal sebagai pengacara yang handal di bidang hukum bisnis dan energi dengan spesialisasi Hukum Pasar Modal. Almarhum juga tercatat sebagai salah seorang pendiri Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal (HKHPM) dan Asosiasi Konsultan Hukum Indonesia (AKHI). 
  3. ^ "YLBHI - 25 Tahun Lembaga Bantuan Hukum". Gubernur Kepala Daerah Ibukota Jakarta, Ali Sadikin kemudian mengeluarkan Surat Keputusan No. Ib.3/i/31/70 tentang Pengukuhan Pembentukan Lembaga Bantuan Hukum/Lembaga Pembela Umum (Legal Aid/Public Defender) dalam wilayah DKI Jakarta.  line feed character di |publisher= pada posisi 79 (bantuan)

Bacaan rujukanSunting

  • Iwan Gayo, H.M. Buku Pintar: Seri Senior, H. M. Iwan Gayo, PT. Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta, 2008.
  • Lev, Daniel S. No Concessions: The Life of Yap Thiam Hien, Indonesian Human Rights Lawyer. University of Washington Press, 2011.
  • Winarta, Frans Hendra. Pro bono publico: hak konstitusional fakir miskin untuk memperoleh bantuan hukum. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2009.
  • Lev, Daniel S. Legal Evolution and Political Authority in Indonesia: Selected Essays. Kluwer Law International, The Netherlands, 2000.
  • Feith, Herbert. The Decline of Constitutional Democracy in Indonesia. Equinox Publishing (Asia) PTE LTD, First Equinox Edition, (originally by Cornell University Press in 1962). Singapore, 2007.
  • Feith, Herbert. The Wilopo Cabinet, 1952-1953: A Turning Point in Post-Revolutionary Indonesia. Equinox Publishing (Asia) PTE LTD, First Equinox Edition, (originally by Cornell University Press in 1958). Singapore, 2009.
  • Massier, Ab. The Voice of the Law in Transition: Indonesian Jurists and Their Languages: 1915-2000. KITLV Press. The Netherlands, 2008.
  • Pompe, Sebastiaan. The Indonesian Supreme Court: A Study of Institutional Collapse. Cornell South East Asia Program, 2005.
  • Lindsey, Timothy. Law Reform in Developing and Transitional States. Routledge Studies, 2007.
  • Dezalay, Yves. & G. Garth, Bryant. Asian Legal Revivals: Lawyers in the Shadow of Empire. The University of Chicago, 2010.

Pranala luarSunting

Lihat pulaSunting