Liu Ying (Hanzi sederhana: 刘英; Hanzi tradisional: 劉英; Pinyin: Liú Yīng) (wafat 71) adalah putra dari Kaisar Guangwu dari Han, dan saudara Kaisar Ming dari Han. Setelah menjadi Pangeran Chu, ia dikenal sebagai pendukung berbagai macam agama, khsusunya Buddhisme. Pada tahun 65 M, praktik ritual keagamaan Buddha pertama kali didokumentasikan di Tiongkok.Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah atau memiliki nama yang salah.

Ibunya adalah Xu (Hanzi: 許氏), seorang permaisuri muda Kaisar Guangwu, Liu Ying diberi pangkat adipati pada 39 M dan pangeran (wáng) di tahun 41. Kemudian di tahun berikutnya ia mendapat wilayah Chu sebagai warisan turun-temurun, dengan ibu kotanya berada di Pengcheng (sekarang disebut Xuzhou, di provinsi Jiangsu). Liu Ying dekat dengan saudara tirinya Liu Zhuang, calon Kaisar Ming. Dia juga dikabarkan telah melakukan perjalanan ke berbagai daerah dan berminat dalam Huang-Lao Daoism (Hanzi: 黃老) dan Buddha (Hanzi: 浮屠, yang berarti "Buddha"). Setelah Liu Ying menjadi pangeran, ia aktif mendukung kedua agama tersebut dengan harapan menemukan obat umur panjang atau keabadian.

ReferensiSunting

NotesSunting

SumberSunting

Zürcher, Erik. 1972. The Buddhist Conquest of China: The Spread and Adaptation of Buddhism in Early Medieval China. Reprint, with additions and corrections. 2 vols. Sinica Leidensia. Leiden: E.J. Brill. First edition, 1959.