Lembah Preševo

Lembah Preševo ​​(bahasa Serbia: Прешевска долина / Preševska dolina, bahasa Albania: Lugina e Preshevës) adalah wilayah geopolitik di Serbia selatan dan timur. Secara geografis, wilayah ini meliputi kotamadya Bujanovac dan Preševo ​​dan secara politik juga kotamadya Medveđa. Wilayah ini adalah rumah bagi sebagian besar komunitas Etnis Albania di Serbia,[1] yang mencakup sekitar 2/3 populasi sedangkan sisanya adalah orang Serbia dan Romani. Pada 2015, wilayah tersebut memiliki populasi sekitar 75.300 jiwa.

Lembah Preševo


  • Прешевска долина/Preševska dolina

  • Lugina e Preshevës
Preševo Valley
Lembah Preshevo (Preshevo dan Bujanovac ditandai dengan warna merah, sedangkan Medvedja ditandai dengan warna biru)
NegaraSerbia
Kota terbesarPreševo
Luas
 • Total725 km2 (280 sq mi)
Populasi
 • Total75,300
 • Kepadatan93,6/km2 (2,420/sq mi)

TerminologiSunting

 
Pemandangan Preševo pada Agustus 2013, kota terbesar di daerah itu.

Dalam bahasa Albania daerah ini disebut Lugina e Preshevës dan dalam bahasa Serbia disebut Preševska dolina. Orang Albania juga kadang-kadang menyebut wilayah ini sebagai Kosovo timur karena wilayah tersebut dianggap sebagai bagian dari wilayah geografis Kosovo hingga akhir Perang Dunia II.[2] Preševo ​​sendiri adalah kaza (distrik) dari Vilayet Kosovo hingga tahun 1912. Sedangkan Medvedja merupakan bagian dari sanjak Niš hingga tahun 1878. Karena tuntutan Albania untuk otonomi teritorial, penggunaan "Lembah Preševo" agak sarat muatan politis. Dalam pernyataan resmi Serbia, daerah tersebut biasanya disebut sebagai "wilayah kotamadya Preševo, Bujanovac dan Medveđa".

GeografiSunting

Secara geografis, Lembah Preševo ​​berdekatan dengan lembah Sungai Preševska Moravica yang mengalir di dekat kota Preševo ​​hingga bermuara di Sungai Morava Selatan di Bujanovac. Wilayah ini juga merupakan bagian dari Jalan Raya Morava yang melintasi Balkan, di mana jalan ini mengikuti aliran Sungai Morava Besar dan Morava Selatan melalui Serbia. Jalan raya ini merupakan bagian koridor Pan-Eropa X. Transportasi melalui rute ini meningkat sejak tahun 1999, ketika rute alternatif utama yang melalui kota Pristina di Kosovo tidak dapat digunakan karena Perang Kosovo dan hilangnya kontrol Serbia atas Kosovo.

SejarahSunting

Pada tahun 1938, selama kolonisasi Kosovo oleh Kerajaan Yugoslavia, Preševo ​​ditetapkan dalam Konvensi Turki-Yugoslavia sebagai salah satu daerah yang penduduknya akan dipaksa untuk bermigrasi ke Turki.[3]

Pemerintah komunis Yugoslavia berusaha untuk mempertahankan jalan raya dan rel kereta api yang melewati wilayah tersebut serta mencegah nasionalis Albania. Pemerintah juga memisahkan wilayah ini dari Kosovo dan memasukkannya sebagai bagian integral Serbia.[1][2] Selama Perang Kosovo, 6.000–8.000 jiwa etnis Albania meninggalkan daerah itu. Mereka melaporkan bahwa mereka dipaksa ikut wajib militer, dan paramiliter Serbia berusaha memaksa mereka masuk ke barak militer.[4]

Konflik Lembah PreševoSunting

Pada tahun 2001, sebagai tindak lanjut dari Perang Kosovo, terjadi bentrokan antara pasukan keamanan Serbia dan gerilyawan etnis Albania yang terkait dengan Tentara Pembebasan Kosovo (KLA), yang dikenal sebagai Tentara Pembebasan Preševo, Medveđa dan Bujanovac (bahasa Albania: Ushtria Çlirimtare e Preshevës, Medvegjës dhe Bujanocit, UÇPMB). Tujuan UÇPMB adalah untuk mengambil kendali penuh atas Preševo, Bujanovac dan Medveđa dan mempertahankan ketiganya hingga Kosovo dan Makedonia barat berada di bawah kendali Albania. Karena kurang menyita perhatian dari media internasional, pemberontakan tersebut dihentikan sementara upaya pemisahan diri lalu berpindah ke selatan ke Makedonia Utara di mana organisasi serupa yang disebut Pasukan Pembebasan Nasional terlibat dalam perang melawan otoritas Makedonia. Konflik lembah Presevo berakhir setelah intervensi internasional yang mengarah pada perjanjian damai, yang mendemiliterisasi daerah tersebut, memberikan amnesti kepada UÇPMB dan memberikan izin masuknya tentara Yugoslavia ke wilayah tersebut di bawah persetujuan NATO.[5]

Pada September 2007, Presiden Serbia Boris Tadić menyatakan "bahwa mantan teroris dan teroris baru berhasil melarikan diri dari penjara di Kosovo, lalu tinggal di wilayah utara Republik Makedonia". Menurut Tadić, "teroris merencanakan serangan baru terhadap kota-kota di Serbia selatan untuk memulai konflik Lembah Preševo ​​baru".[6]

DemografiSunting

Lembah Preševo ​​terdiri dari dua kotamadya, Preševo ​​dan Bujanovac. Sensus 2002 mencatat 34.904 orang tinggal di Preševo ​​dan 43.302 di Bujanovac (total 78.206; 54.779 orang Albania). Sebagian besar penduduk Albania memboikot sensus 2011. Pemerintah Serbia memperkirakan bahwa jumlah penduduk di kedua kotamadya ini adalah 67.900 (hampir 70% etnis Albania). Etnis Albania adalah etnis mayoritas di Preševo ​​dan Bujanovac, sedangkan Serbia adalah kelompok etnis terbesar kedua. Pada tahun 2002, Medveđa memiliki 10.760 warga (2.816 Albania). Pada 2015, setelah kesepakatan antara institusi lokal dan pemerintah Serbia, tim internasional yang dipimpin oleh Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE) menyusun laporan yang menghitung populasi di Preševo ​​berjumlah 29.600, di Bujanovac berjumlah 38.300 dan di Medvedja berjumlah 7.400.[7]

Kotamadya Wilayah dalam km² Populasi (2002) Populasi (2015)
Preševo 264 34,904 29,600
Bujanovac 461 43,302 38,300
Medveđa 524 10,760 7,400
Total 1,249 88,966 75,300

ReferensiSunting

  1. ^ a b Palka, Eugene Joseph; Galgano, Francis Anthony (March 2005). Military geography: from peace to war. McGraw Hill Custom Publishing. hlm. 301. ISBN 9780073536071. Diakses tanggal 13 January 2013. 
  2. ^ a b Judah, Tim (29 September 2008). Kosovo: What Everyone Needs to Know. Oxford University Press. hlm. 5. ISBN 9780195376739. Diakses tanggal 13 January 2013. 
  3. ^ Elsie, Robert (1997). Kosovo: in the heart of the powder keg. East European Monographs. hlm. 491. ISBN 9780880333757. Diakses tanggal 13 January 2013. 
  4. ^ Krieger, Heike (12 July 2001). The Kosovo Conflict and International Law: An Analytical Documentation 1974-1999. Cambridge University Press. hlm. 78. ISBN 9780521800716. Diakses tanggal 13 January 2013. 
  5. ^ Ristic, Marija (11 January 2013). "Controversial Albanian Monument Dispute Hits Deadlock". Balkan Insight. Diakses tanggal 13 January 2013. 
  6. ^ Tadic says terrorists undergo training in northern Macedonia
  7. ^ Kamberi, Belgzim (2016). "(NON)IMPLEMENTATION OF THE AGREEMENT OF THE GOVERNMENTS RELATING TO THE SOUTH OF SERBIA" (PDF). Council for Human Rights. hlm. 12.