Lari jarak jauh adalah bentuk lari terus menerus pada jarak setidaknya 3 kilometer (1,8 mil). Secara fisiologis, olahraga ini sebagian besar bersifat aerobik dan membutuhkan stamina serta kekuatan mental.[1]

Sekelompok pelari amatir dalam perlombaan jarak jauh di Swiss.

Di antara mamalia, manusia beradaptasi dengan baik untuk berlari jarak yang cukup jauh, dan khususnya di antara primata. Hipotesis lari ketahanan menunjukkan bahwa ketahanan lari dalam genus Homo muncul karena perjalanan melintasi area yang luas meningkatkan peluang memulung dan memungkinkan perburuan yang berkelanjutan. Kapasitas untuk lari ketahanan juga ditemukan pada hewan berkuku bermigrasi dan sejumlah karnivora darat, seperti beruang, anjing, serigala, dan hyena.[2][3]

ReferensiSunting

  1. ^ Grine, Frederick E. et al (October 2006). The First Humans - Origin and Early Evolution of the Genus Homo Diarsipkan 1 November 2013 di Wayback Machine.. Stonybrook University. Retrieved on 2013-04-11.
  2. ^ Stipp, David (4 June 2012). "All Men Can't Jump". Slate. 
  3. ^ Parker-pope, Tara (26 October 2009). "The Human Body Is Built for Distance". The New York Times. 

Pranala luarSunting