Larangan merokok (atau hukum bebas asap rokok) adalah kebijakan publik, termasuk hukum pidana dan peraturan keselamatan dan kesehatan kerja, yang melarang kegiatan merokok tembakau di tempat kerja dan ruang publik lainnya. Legislasi juga dapat didefinisikan sebagai rokok yang lebih umum atau setiap produk tembakau yang mencolok.[1] nikotin salah satu di sebabkan dari rokok/merokok Nikotin adalah senyawa kimia organik kelompok alkaloid yang dihasilkan secara alami oleh berbagai macam tumbuhan, seperti suku terung-terungan solanaceae dan tembakau. Rumus: C₁₀H₁₄N₂ Ekskresi: Ginjal, bergantung pH air kencing; 10–20% (gusi), 30% (dihirup); 10–30% (dalam hidung) Ikatan protein: <5% Kemungkinan ketergantungan: Fisik: rendah–menengah; Psikologis: menengah–tinggi Kode ATC: N07BA01 QP53AX13 Massa mol.: 162,23 g/mol Metabolisme: Dilakukan di hati: CYP2A6, CYP2B6, FMO3, dll. Nikotin bersifat racun bagi saraf dan dapat membuat seseorang menjadi rileks dan tenang, serta dapat menyebabkan kegemukan sehingga dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Efeknya adalah ketagihan bagi perokok. Nikotin merupakan senyawa yang dapat menyebabkan kecanduan atau adiksi. Nah, ketika seseorang mengalami kecanduan nikotin mereka akan ketergantungan, sehingga asupan nikotin pada tubuhnya perlu dipenuhi setiap hari. Jika pengidap kecanduan nikotin tidak memenuhinya, maka gejala sakau atau putus obat akan terjadi. Vape (vapor) vs rokok sama-sama mengandung nikotin. Sama seperti pada rokok, nikotin di dalam vape sangatlah candu hingga keinginan untuk mengonsumsinya sulit dikendalikan. Kandungan nikotin dalam rokok elektrik sangat bervariasi tergantung produk. Menurut dokter Mariatul Fadilah, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI) mengatakan dalam kadar yang sangat kecil nikotin dibutuhkan oleh tubuh. Misalnya untuk kesegaran jasmani. Namun, jika terlalu besar bakal membahayakan tubuh. Dilansir dari lifescience, merokok juga bermanfaat bagi kesehatan. Sejumlah manfaatnya ialah mengurangi risiko penyakit parkinson, cepat sembuh dari penyakit jantung, mencegah asma dan alergi, nikotin membunuh kuman penyebab TBC, dan menekan risiko obesitas.

Tanda "Dilarang Merokok" yang paling dikenal secara internasional.
Hukum merokok di Arab Saudi. Aturan ketat Arab Saudi tentang larangan merokok

Satu batang rokok mengandung kira-kira 1–2 mg nikotin. Selain nikotin, rokok juga mengandung: Tar dan karbonmonoksida. Hidrogen sianida. Di belahan Dunia Eropa terdapat Hukum bagi yang merokok contoh  : Arab Saudi melarang adanya aktivitas merokok. Sementara itu bagi orang, Amin menjelaskan bahwa besaran denda jika ada jemaah haji yang ketahuan merokok, maka wajib membayar denda sebesar 200 Riyal atau sekitar Rp 800.000. TAR adalah cairan berbasis karbon dan hidrokarbon kental yang didapatkan dari berbagai jenis materi organik melalui proses distilasi destruktif. TAR Yang aman untuk rokok. PP No. 38 tahun 2000 pasal 4 ayat 1, menyebutkan batasan kadar maksimal per batang rokok untuk tar adalah 20 mg dan nikotin 1,5 mg. Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan (Lembaran negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 278, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5380); . Pasal 115 (2) menentukan bahwa pemerintah daerah wajib menetapkan kawasan tanpa rokok di wilayahnya. Sanksi menjual rokok ilegal Pidana penjara 1 tahun sampai dengan 8 tahun dan/atau denda 10x sampai dengan 20x nilai cukai (Pasal 55 huruf a,b,c UU Cukai). Berikutnya, rokok dengan pita cukai bukan keperuntukannya, pidana penjara 1 tahun sampai dengan 5 tahun dan/atau denda 2x sampai dengan 10x nilai cukai (Pasal 50 UU Cukai). Mengapa rokok ilegal dilarang ! Sebab, gempur rokok ilegal ini semata-mata untuk melindungi kesehatan masyarakat. “Dalam rokok ilegal itu tidak ada standarisasinya. Pita cukainya palsu, pitanya bekas, dan komposisi tar nikotinnya semrawut. Tentu, rokok ilegal sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat Apakah ada logo halal di rokok : “Tidak akan ada logo halal pada rokok”.

Referensi sunting

  1. ^ "36-601.01 – Smoke-free Arizona act". Arizona Revised Statutes Title 36 – Public Health and Safety. Arizona State Legislature. Diakses tanggal 18 June 2009.  Parameter |chapter= akan diabaikan (bantuan)

Pranala luar sunting