Lambang Finlandia menampilkan perisai merah dengan singa berdiri sambil mengayun dan menginjak pedang. Terdapat pula sembilan bunga mawar. Lambang ini diciptakan sekitar tahun 1580.

Lambang Finlandia

Latar belakangSunting

 
Gambar 2: Lambang Valdemar Birgersson

Singa cukup umum muncul pada lambang-lambang di Eropa Barat, dan beberapa negara Eropa memasukkannya ke dalam lambang negara mereka. Di Eropa Utara, singa pertama kali ditampilkan pada lambang Denmark sejak akhir abad ke-12.

Mulai abad ke-13, wilayah Finlandia saat ini secara bertahap masuk ke dalam kerajaan Swedia, dan ini bertepatan dengan periode ketika lambang singa pertama kali mulai digunakan di Eropa utara. Penggunaan singa yang pertama kali dikenal di Swedia adalah pada stempel kerajaan pada masa pemerintahan Erik Knutsson (meninggal tahun 1216) dan Erik Eriksson (1216–50), yang masing-masing menggunakan dua dan tiga singa pada segelnya. Raja pertama dari Wangsa Folkunga, Valdemar Birgersson (1239-1302), juga menggunakan 3 singa pada capnya (Gambar 2).

Finlandia sebagai kadipatenSunting

 
Gambar 3: Lambang Folkunga
 
Gambar 4: Stempel adipati Valdemar

Bengt Birgersson, Adipati Finlandia pertama (1254–91, Adipati dari 1284 hingga 1291); dan Valdemar Magnusson, Adipati kedua (meninggal tahun 1318, Adipati Finlandia dari tahun 1302 hingga 1317), keduanya menggunakan lambang Folkunga, yaitu singa berdiri, perbedaan utama dengan lambang sekarang adalah lambang Valdemar memiliki hati pada perisainya (Gambar 3). Versi senjata ini sangat mirip dengan lambang modern Finlandia, tetapi singa tidak memegang senjata.

PembuatanSunting

 
Gambar 5: Lambang Kadipaten Agung Finlandia, makam Raja Gustav Vasa (Katedral Uppsala, Swedia)
 
Gambar 6: Lambang Karelia, makam Raja Gustav Vasa (Katedral Uppsala, Swedia)

Ketika Johan III menyandang gelar "Adipati Agung Finlandia dan Karelia", singa menjadi lekat dengan Finlandia melalui lambang adipati agung (Gambar 5). Lambang ini diperkirakan berasal dari kombinasi singa Folkunga dan lambang Karelia (Gambar 6). Hasilnya adalah singa mengayunkan satu senjata dan menginjak yang lain.

Adapun sembilan bunga tidak diketahui maknanya. Pendapat yang populer adalah bahwa sembilan bunga hanya sebagai dekorasi. Namun, pendapat lain bahwa itu melambangkan sembilan provinsi historis Finlandia (Finlandia Pusat, Karelia, Laponia, Ostrobothnia, Satakunta, Savonia, Tavastia, Uusima, dan Kepulauan Åland), meski jarang sejarahwan yang mendukung pendapat itu.[1].

Catatan kakiSunting