Buka menu utama

Kulup atau kulit khatan (bahasa Latin: Praeputium) adalah lipatan berlapis ganda yang terdiri dari jaringan otot polos, pembuluh darah, neuron, kulit, dan selaput lendir yang menutupi kepala penis, dan melindungi meatus ketika penis sedang tidak ereksi. Kulup juga disebut preputium dalam istilah teknis yang lebih luas yang juga mencakup penutup klitoris pada perempuan.

Kulup
The ridged band of the foreskin.jpg
Sebuah penis dengan kulup ditarik sebagian, menampakkan beberapa bagian kepala penis. Pita bergerigi menjelang akhir kulup jelas terlihat.
Rincian
PendahuluTuberkulum genital, Lipatan urogenital
ArteriPunggung arteri penis
VenaPunggung vena superfisial penis
SarafPunggung saraf penis
Pengenal
Bahasa LatinPraeputium
MeSHD052816
TAA09.4.01.011
FMA19639
Daftar istilah anatomi

Kulup biasanya dapat ditarik dari kepala penis. Penutupan dari kepala penis dalam keadaan lembek maupun ereksi bervariasi tergantung pada panjang kulup.[1] Kulup melekat pada kepala penis saat lahir dan umumnya tidak ditarik pada masa bayi. Usia ketika anak laki-laki dapat menarik kulupnya juga bervariasi, tetapi penelitian menemukan bahwa 95% laki-laki mampu menarik kembali kulup mereka sepenuhnya saat dewasa.[2] Ketidakmampuan untuk menarik kulup pada masa kecil tidak harus dianggap masalah kecuali jika ada gejala lain.[3]

Organisasi Kesehatan Dunia masih memperdebatkan fungsi yang tepat dari kulup, yang mungkin termasuk menjaga kelembaban kepala penis, melindungi penis yang sedang berkembang dalam rahim, atau meningkatkan kenikmatan seksual karena adanya reseptor saraf.[4]

Kulup dapat menjadi subyek sejumlah kondisi patologis.[5] Kebanyakan kondisi adalah langka dan mudah diobati. Dalam beberapa kasus, terutama saat kondisi kronis, pengobatan dapat mencakup sunat, sebuah prosedur di mana kulup dilepaskan secara sebagian atau seluruhnya. Sedangkan pada wanita kulupnya hampir tidak pernah mengalami masalah, sehingga sebenarnya tidak perlu dilakukan khitan pada wanita. Hingga saat ini khitan pada wanita tetap menjadi kontroversi antara kaum agamawan dan kalangan medis.

ReferensiSunting

  1. ^ "Coverage Index". Newforeskin.biz. Diakses tanggal 3 November 2013. 
  2. ^ Øster, Jakob (April 1968). "Further Fate of the Foreskin Incidence of Preputial Adhesions, Phimosis, and Smegma among Danish Schoolboys". Archives of Disease in Childhood. Department of Paediatrics, Central Hospital, Randers, Denmark. 43 (228): 200–202. doi:10.1136/adc.43.228.200. PMC 2019851 . PMID 5689532. Diakses tanggal November 14, 2011. 
  3. ^ "Phimosis (tight foreskin)". NHS Choices. Diakses tanggal 3 November 2013. 
  4. ^ "Male circumcision: Global trends and determinants of prevalence, safety and acceptability" (PDF). World Health Organization. 2007. 
  5. ^ Manu Shah (Januari 2008). The Male Genitalia: A Clinician's Guide to Skin Problems and Sexually Transmitted Infections. Radcliffe Publishing. hlm. 37–. ISBN 978-1-84619-040-7. 

Bacaan lanjutanSunting

Pranala luarSunting