Kopi Robusta

variasi jenis kopi di Indonesia


Kopi Robusta (nama Latin Coffea canephora atau Coffea robusta) merupakan keturunan beberapa spesies kopi, terutama Coffea canephora. Jenis kopi ini tumbuh baik di ketinggian 400–700 m dpl, temperatur 21-24 °C dengan bulan kering 3-4 bulan secara berturut-turut dan 3-4 kali hujan kiriman. Kualitas buah lebih rendah dari Arabika dan Liberika.

Kopi Robusta
Coffea canephora Edit nilai pada Wikidata

Edit nilai pada Wikidata
Status konservasi
Risiko rendah
IUCN18290186 Edit nilai pada Wikidata
Taksonomi
SuperkerajaanEukaryota
KerajaanPlantae
DivisiTracheophyta
OrdoGentianales
FamiliRubiaceae
TribusCoffeeae
GenusCoffea
SpesiesCoffea canephora Edit nilai pada Wikidata
A.Froehner, 1897
Tata nama
Ex taxon author (en) TerjemahkanPierre Edit nilai pada Wikidata

Kopi robusta mewakili antara 40% dan 45% dari produksi kopi global, sebagian besar sisanya adalah Coffea arabica.[1][2] Terdapat beberapa perbedaan komposisi biji kopi dari C. arabica dan C. robusta.[3][4] Biji dari C. robusta cenderung memiliki tingkat keasaman yang lebih rendah, lebih pahit, dan rasa yang lebih berkayu dan sedikit rasa buah dibandingkan dengan biji C. arabica.

Uraian

sunting

Tanaman ini memiliki sistem akar yang dangkal dan tumbuh menjadi pohon atau perdu hingga mencapai 10 meter. Masa berbunganya tidak teratur dan membutuhkan sekitar 10-11 bulan bagi buahnya untuk masak, hingga menghasilkan biji kopi yang diinginkan. Kopi robusta menghasilkan lebih banyak panen daripada jenis arabika, dan mengandung lebih banyak kafein, yakni 2,7% dibandingkan dengan arabika yang mengandung 1,5% saja.[5] Selain itu, robusta juga lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit,[6] sehingga membutuhkan lebih sedikit herbisida dan pestisida daripada perkebunan arabika. Meskipun demikian, sejumlah patogen seperti Hypothenemus hampei, Zeuzera sp. Xylosandrus sp, Coccus viridis, Ferrisia virgata, Cercospora, Psychidae, dan Pratylenchus coffeae dapat mengganggu produksi kopi robusta[7]

Persebaran

sunting

C. canephora berasal dari hutan dataran tinggi di Ethiopia, yang juga tumbuh di bagian Afrika Tengah dan Afrika Barat, terbentang dari Liberia hingga Tanzania dan bagian selatan Angola. Tetumbuhan ini tidak dikenali sebagai spesies kopi hingga tahun 1897,[8] seabad lebih setelah penemuan spesies Coffea arabica.[9][10] Robusta juga dilaporkan telah diperkenalkan di Kalimantan, Polinesia Prancis, Kosta Rika, Nikaragua, Jamaika dan Antillen Kecil.[11]

Galeri

sunting

Catatan kaki

sunting
  1. ^ "World Robusta coffee production 2022". Statista (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-01-19. 
  2. ^ "World Arabica coffee production 2022". Statista (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-01-19. 
  3. ^ R Urgert and M B Katan (1 November 1996). "The cholesterol-raising factor from coffee beans". Journal of the Royal Society of Medicine. 89 (11): 618–623. doi:10.1177/014107689608901107 . PMC 1295997 . PMID 9135590. 
  4. ^ Gaia Vince (16 November 2005). "Decaffeinated coffee may be harmful to heart". New Scientist.  This article seems to have a mistake, using the word "diptenes" instead of "diterpenes", and also seems to contradict the above reference.
  5. ^ Mark Nesbitt (2005). The Cultural History of Plants. Taylor & Francis. hlm. 177. ISBN 978-0-203-02090-6. Diakses tanggal 22 July 2011. 
  6. ^ Benoit Daviron; Stefano Ponte (2005). The Coffee Paradox: Global Markets, Commodity Trade and the Elusive Promise of Development. Zed Books. hlm. 51. ISBN 978-1-84277-457-1. 
  7. ^ Fahira, Nurul Rifqah; Latunra, Andi Ilham; Johannes, Eva (2023-12-19). "Callus formation of Coffea canephora induced with 2,4 dichlorophenoxyacetic acid and tomato extract supplements". Pelita Perkebunan (a Coffee and Cocoa Research Journal). 39 (3): 184–200. doi:10.22302/iccri.jur.pelitaperkebunan.v39i3.565. ISSN 2406-9574. 
  8. ^ Adolf,, Engler,; Germany), Königlicher Botanischer Garten (Berlin,; Germany), Königliches Botanisches Museum (Berlin, (1895–1918). "Notizblatt des Königl. Botanischen Gartens und Museums zu Berlin" (dalam bahasa Inggris). bd.1 (1895–1897). 
  9. ^ von,, Linné, Carl; Lars,, Salvius, (1753). "Caroli Linnaei ... Species plantarum" (dalam bahasa Inggris). 1. 
  10. ^ Mark Nesbitt (2005). The Cultural History of Plants. Taylor & Francis. hlm. 176. ISBN 978-0-203-02090-6. Diakses tanggal 22 July 2011. 
  11. ^ "World Checklist of Selected Plant Families: Royal Botanic Gardens, Kew". apps.kew.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-08-01. 

Pranala luar

sunting