Buka menu utama

Komunitas Sastra Indonesia (disingkat KSI) adalah organisasi kesenian nirlaba di Indonesia yang bergerak di bidang kesenian, utamanya sastra. Komunitas ini didirikan pada tahun 1996, dengan tujuan ikut menumbuhkembangkan gairah bersastra melalui berbagai kegiatan pendukung. Komunitas Sastra Indonesia didirikan oleh beberapa sastrawan Indonesia, antara lain Ahmadun Yosi Herfanda, Ayid Suyitno PS, Azwina Aziz Miraza (almarhumah), Diah Hadaning, Hasan Bisri BFC, Iwan Gunadi, Medy Loekito, Shobir Poer, Slamet Rahardjo Rais, Wig SM, dan Wowok Hesti Prabowo.[1]

Daftar isi

Latar belakangSunting

Dalam pertumbuhan dan perkembangan sastra di Indonesia, peran komunitas sastra sangat penting. Komunitas sastra tidak hanya menjadi wadah pembinaan calon penulis dan pengembangan apresiasi sastra masyarakat, tetapi juga ikut memberikan arah perkembangan corak estetik dan tematik kesastraan Indonesia. Bahkan, secara ideologis, komunitas-komunitas sastra ikut juga memengaruhi orientasi penciptaan para sastrawan Indonesia. Sejak ditubuhkan pada 1996, Komunitas Sastra Indonesia (KSI) terus berupaya melaksanakan peran-peran tersebut. Bersama komunitas sastra yang lain, KSI terus mendorong pertumbuhan dan perkembangan sastra Indonesia ke arah yang lebih sehat dan kondusif untuk ikut melahirkan para penulis baru dan karya-karyanya yang bermanfaat bagi masyarakat dalam perkembangan sastra Indonesia.

KSI merupakan organisasi pertama di Indonesia—sekurangnya di bidang kesusastraan atau bahkan di bidang kesenian yang menggunakan kata "komunitas" atau frasa "komunitas sastra" sebagai bagian dari nama organisasi sekaligus visinya. Saat didirikan, belum ada organisasi di bidang kesusastraan atau bahkan di bidang kesenian di Indonesia yang menggunakan kata atau frasa tersebut. Kata "komunitas" sendiri masih sangat jarang digunakan dalam wacana lisan atau wacana tulisan pada saat itu.

KSI telah berkembang menjadi komunitas sastra yang tidak hanya berkiprah di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), melainkan juga meluas ke hampir banyak wilayah di Indonesia dan bahkan luar negeri. Cabang atau koordinat KSI berdiri di banyak kabupaten/kota dan provinsi di Indonesia dan beberapa kota di luar negeri.

Berbagai kegiatan telah dilakukan KSI, baik di tingkat pusat maupun di tingkat cabang atau koordinat. Mulai dari diskusi, bengkel penulisan, seminar, penelitian, penerbitan buku, sayembara penulisan, pementasan, pemberian penghargaan, hingga sosial, baik dalam skala terbatas maupun skala yang lebih luas, termasuk skala internasional, seperti menyelenggarakan Jakarta International Literary Festival (JIL-Fest).

Semua kegiatan itu diselenggarakan secara swadaya oleh para anggota dan pengurus KSI, bekerja sama dengan pihak sponsor. KSI telah bekerja sama dengan lembaga atau instansi pemerintah pusat atau daerah, badan usaha milik pemerintah pusat atau daerah, badan usaha swasta nasional, lembaga swadaya masyarakat, komunitas budaya, komunitas seni, dan komunitas sastra lain, baik di Indonesia maupun di luar Indonesia, seperti Gabungan Penulis Nasional (Gapena), Malaysia.

KegiatanSunting

  • diskusi
  • bengkel penulisan
  • seminar
  • penelitian
  • penerbitan buku
  • sayembara penulisan
  • pementasan
  • pemberian penghargaan
  • kegiatan sosial

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Buruan: Komunitas Sastra Indonesia, diakses 6 Mei 2017