Kesetiaan

Kesetiaan umumnya dihapahami sebagai pengabdian dan kepatuhan kepada suatu bangsa, tujuan, falsafah, negara, kelompok, atau seseorang.[1] Para filsuf tidak bersetuju tentang apa saja yang bisa menjadi objek kesetiaan, karena beberapa orang berpendapat bahwa kesetiaan bersifat antarpribadi dan hanya manusia lain yang dapat menjadi objek kesetiaan. Yang dimaksud dengan kesetiaan dalam ilmu hukum dan ilmu politik adalah kesetiaan seseorang kepada suatu bangsa, baik itu bangsa kelahirannya, maupun bangsa yang dideklarasikan dengan sumpah (naturalisasi).

Hubungan dengan bidang lainnyaSunting

PatriotismeSunting

Nathanson mengamati bahwa kesetiaan sering kali langsung disamakan dengan patriotisme. Dia berpendapat bahwa ini bukanlah yang sebenarnya terjadi, dengan alasan bahwa patriot menunjukkan kesetiaan, tetapi tidak semua orang yang setia adalah patriot. Dia memberikan contoh seorang tentara bayaran, yang menunjukkan kesetiaan kepada orang atau negara yang membayarnya. Nathanson menunjukkan perbedaan motivasi antara tentara bayaran yang setia dan seorang patriot. Seorang tentara bayaran mungkin dimotivasi oleh rasa profesionalisme atau keyakinan pada kontrak. Sebaliknya, seorang patriot mungkin didorong oleh kasih sayang, perhatian, identitas, dan kesediaan untuk berkorban.[2]

Catatan kakiSunting

  1. ^ "Loyalty definition and meaning - Collins English Dictionary". Collins English Dictionary. Diakses tanggal 15 October 2018. 
  2. ^ Nathanson, Stephen (1993). Patriotism, morality, and peace (dalam bahasa English). Lanham, Md.: Rowman & Littlefield Publishers. ISBN 978-0-8476-7799-3. OCLC 26672640.