Keripik sanjai

jenis kerupuk dari singkong asal Sumatera Barat

Karupuak Sanjai adalah sejenis peganan kerupuk dari singkong yang diparut tipis lalu digoreng dan diberi garam sebagai penyedapnya. Kerupuk ini amat populer sebagai makanan oleh-oleh khas Nagari Sanjai, Kota Bukittingi, Sumatera Barat. Daerah ini berjarak tiga kilometer dari pusat Kota Bukittinggi. Hidangan ini merupakan hasil dari industri rumah tangga masyarakat Nagari Sanjai dengan menggunakan bahan baku ubi kayu dari daerah Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.[1] Hidangan ini menjadi salah satu oleh-oleh khas Kota Bukittinggi dan hidangan ini dapat bertahan hingga dua minggu.[1] Wisatawan yang hendak melihat proses pembuatan karupuak sanjai secara langsung biasanya akan diarahkan oleh pemandu wisata menuju lokasi Desa Manggis, Kelurahan Manggis Ganting Sanjai, Kota Bukittinggi atau wisatawan dapat menuju Pasar Atas Bukittinggi.[2][3]

Pembuatan Karupuak Sanjai
Pembuatan Karupuak Sanjai

Kerupuk sanjai terdiri dari tiga rasa:

  • Karupuak Sanjai Tawar adalah kerupuk sanjai yang tidak menggunakan lado (cabai) atau pun gula merah melainkan hanya diberi garam.
  • Karupuak Balado adalah kerupuk sanjai yang diberi bumbu balado.
  • Dakak-dakak yaitu varian keripik sanjai yang berbentuk dadu kecil.[4]
  • Karak kaliang adalah sanjai yang berbentuk angka delapan dan berwarna kuning.[4]

ReferensiSunting

  1. ^ a b Hidayati, Abna (2010-11-28). "Kerupuk Sanjai, dari Bukittingi Hingga ke Arab Saudi". Antara News. Diakses tanggal 25 November 2022. 
  2. ^ Shafa, Faela (2012-12-07). "Ini Dia Pabriknya Keripik Sanjai!". detik.com. Diakses tanggal 25 November 2022. 
  3. ^ Kusumo, Rizky (2021-10-08). "Karupuak Sanjai, Oleh-Oleh Khas Bukittingi yang Terkenal hingga Mancanegara". Diakses tanggal 25 November 2022. 
  4. ^ a b Seruni, Sylvia Alena (2017-05-25). "Aneka Kerupuk & Keripik Sanjai. Oleh Oleh Khas Bukittinggi". Diakses tanggal 25 November 2022.