Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Istilah perpustakaan nasional muncul sekitar tahun 1954 bersamaan dengan Konferensi Perpustakaan Seluruh Indonesia I. Konferensi tersebut diselenggarakan di Jakarta pada tgl 25 s.d. 27 Maret, 1954 diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Pengadjaran dan Kebudajaan. Dalam pidato pembukaannya Mr Muhammad Yamin mengemukakan kemungkinan pendirian Dewan Perpustakaan Nasional yang bertugas melakukan koordinasi, mengawasi dan memberikan nasehat dalam hal perpustakaan kepada Pemerintah.[1]

Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan menyebutkan bahwa:

Perpustakaan Nasional adalah lembaga pemerintah non departemen (LPND) yang melaksanakan tugas pemerintahan dalam bidang perpustakaan yang berfungsi sebagai perpustakaan pembina, perpustakaan rujukan, perpustakaan deposit, perpustakaan penelitian, perpustakaan pelestarian, dan pusat jejaring perpustakaan, serta berkedudukan di ibu kota negara.[2]

Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 1989 Tentang Perpustakaan Nasional menyebutkan bahwa:

Perpustakaan Nasional mempunyai tugas pokok membantu Presiden dalam menyelenggarakan pengembangan dan pembinaan perpustakaan dalam rangka pelestarian bahan pustaka sebagai hasil budaya dan pelayanan informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan

Kelembagaan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Secara kelembagaan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia didirikan pada tahun 1989 berdasarkan Keputusan Presiden nomor 11 tahun 1989. Pada pasal 19 dinyatakan bahwa Pusat Pembinaan Perpustakaan, Perpustakaan Nasional Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, dan Perpustakaan Wilayah di Provinsi merupakansatuan organisasi yang melaksanakan fungsi dan tugas perpustakaan nasional. Bila membaca pasal 19 maka dapat menafsirkan bahwa Perpustakaan Nasional RI merupakan gabungan ketiga lembaga tersebut. [3] [4]

Sedangkan Perpustakaan Nasioal, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, diresmikan pada tanggal 17 Mei 1980 berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0164/0/1980. Status Perpustakaan Nasional adalah Unit Pelaksana Teknis di Bidang Perpustakaan di Lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Kedudukan

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, (yang selanjutnya dalam SK Kaperpusnas No.03/2001 disingkat PERPUSNAS) adalah Lembaga Pemerintah Non Departemen; PERPUSNAS berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Presiden yang dalam pelaksanaan tugas operasionalnya dikoordinasikan oleh Menteri Pendidikan Nasional; PERPUSNAS mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan dibidang perpustakaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Tugas dan Fungsi

PERPUSNAS mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan dibidang perpustakaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam melaksanakan tugas, PERPUSNAS menyelenggarakan fungsi:

1.       Mengkaji dan menyusun kebijakan nasional dibidang perpustakaan;

2.       Mengkoordinasikan kegiatan fungsional dalam pelaksanaan tugas PERPUSNAS;

3.       Melancarkan dan membina terhadap kegiatan instansi Pemerintah dibidang perpustakaan;

4.       Menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administrasi umum dibidang perencanaan umum, ketatausahaan, organisasi dan tata laksana, kepegawaian, keuangan, kearsipan, persandian, perlengkapan dan rumah tangga.


Wewenang

Dalam menyelenggarakan fungsinya PERPUSNAS mempunyai kewenangan:

1.       Menyusun rencana nasional secara makro, dibidang perpustakaan;

2.       Merumuskan kebijakan dibidang perpustakaan untuk mendukung pembangunan secara makro;

3.       Menetapkan sistem informasi dibidang perpustakaan;

4.       Kewenangan lain yang melekat dan telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu:

5.       Merumuskan dan pelaksanaan kebijakan tertentu dibidang perpustakaan.

6.       Merumuskan dan pelaksanaan kebijakan pelestarian pustaka budaya bangsa dalam mewujudkan koleksi deposit nasional dan pemanfaatannya.[5]

Profil Kepala Perpustakaan Nasional

Dari tahun 1989 hingga 2019, jabatan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia diemban oleh 5 Kepala Perpustakaan Nasional, yaitu: Mastini Hardjoprakoso (1990-1998), Hernandono (1998-2001), Dady Rachmananta (2001-2008), Sri Sularsih (2010-2016) dan Muhammad Syarif Bando (2016-Sekarang). Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 1989 Tentang Perpustakaan Nasional menyebutkan bahwa Kepala Perpustakaan Nasional mempunyai tugas:

  1. memimpin Perpustakaan Nasional sesuai dengan tugas dan fungsi Perpustakaan Nasional dan membina aparatur Perpustakaan Nasional agar berdaya guna dan berhasil guna;
  2. membina perpustakaan lembaga Pemerintah dan swasta di Pusat dan Daerah serta melakukan kerjasama antar badan/lembaga termasuk perpustakaan baik di dalam maupun di luar negeri;
  3. menentukan kebijaksanaan teknis perpustakaan


Berikut Profil singkat Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

1.. Mastini Hardjoprakoso, 1923-2017

Mastini Hardjoprakoso, MLS. Kepala Perpustakaan Nasional RI (1990-1998). Lahir di Mojogedang (Surakarta), 7 Juli 1923, merupakan Kepala Perpustakaan Nasional RI yang pertama. Diangkat menjadi Kepala Perpustakaan Nasional RI berdasarkan keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 30/M 1990,[6] tanggal 6 Februari 1990. Dan mengakhiri tugasnya sebagai Kepala Perpustakaan Nasional pada tahun 1998. Pendidikan terakhir beliau adala Graduate School of Library Studies Univ. of Hawaii (USA) Master of Library Studies dan lulus pada tahun 1972. Pada tahun 1962-1979 mengemban tugas sebagai Kepala Museum Pusat, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Pada masa kepemimpinan beliau diterbitkan Undang-undang Nomor 4 tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam. Beliau wafat pada hari Senin, 3 April 2017 dan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta.

2, Hernandono

Hernandono, MA, M.LS. Kepala Perpustakaan Nasional RI (1998-2001). Lahir di Purwokerto, 17 April 1941. Ditetapkan sebagai Kepala Perpustakaan Nasional pada tanggal 31 Agutus 1998 berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 234 /M 1998 [7]

Pengalaman kerja

·    Pegawai Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDII—

    LIPI), 1963—1990.

·    Pengajar Tidak Tetap di Jurusan Ilmu Perpustakaan Universitas Indonesia, 1977—1997

·    Asisten Direktur Urusan Perpustakaan PDIN, 1997-1981

·    Kepala Pusat Reproduksi, 1985-1986

·    Kepala Bidang Pengembangan Informasi Ilmiah PDII-LIPI, 1987-1988

·    Kepala Tata Usaha PDII-LIPI, 1988-1990

·    Kepala Direktorat Pengembangan Tenaga dan Kerjasama, Perpustakaan Nasional

·    Kepala Perpustakaan Nasional RI, 1998—2001

·    Wakil Ketua Tim Penilai Tingkat Pusat Jabatan Fungsional Pustakawan, 2002—2006. [8]


3. Dady P. Rachmananta, MLS.

Dady P. Rachmananta, MLS. Kepala Perpustakaan Nasional RI (2001-2009). Lahir di Solo, Jawa Tengah, 28 Februari 1949.Ditetapkan sebagai Kepala Perpustakaan Nasional pada tanggal 19 Juni berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 185 /M 2001.

Pengalaman kerja:

- Dinas Kebudayaan DKI (1977-1979 )

- Pusat Pembinaan Perpustakaan Departemen P& K (1979-1980)

- Perpustakaan RI (1980)

- Mengajar teknis perpustakaan (katalogisasi), (1981-1989)

- Mengajar bibliografi (1981-1989)

- Mengajar otomasi perpustakaan (1994-1998)

- Kepala Bidang Bibliografi dan Otomasi Perpustakaan Nasional (1991-1998)

- Kepala Pusat Layanan Informasi Perpustakaan Nasional (1998-2000)

- Kepala Direktorat Deposit Bahan Pustaka Perpustakaan Nasional (2000-2001)

- Kepala Perpustakaan Nasional RI (2001-2008) [9]


4. Sri Sularsih

Dra. Sri Sularsi, Msi. lahir di Yogyakarta, 10 Maret 1956. Diangkat menjadi Kepala Perpustakaan Nasional RI pada tanggal 15 Juni 2010, dilantik olej Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr, Muhammad Nuh


5. Muhammad Syarif Bando

Drs, Muhammad Syarif Bando, MM, lahir di Enrekang, Sulawesi Selatan, 18 Januari 1964. (2016-sekarang). Dilantik menjadi Kepala Perpustakaan Nasional RI pada tanggal 8 Juni 2016. Pelantikan dilakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan. Muh. Syarif Bando sebelumnya menjabat sebagai Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca.


--------------

Catatan penulisan: Suharyanto, Pustakawan Ahli Madya. Perpustakaan Nasional. (2019)


  1. ^ "Perpustakaan Nasional Republik Indonesia". www.perpusnas.go.id. Diakses tanggal 2019-03-07. 
  2. ^ Undang-undang Republik Indonesia Nomor 43 tahun 2007 Tentang Perpustakaan
  3. ^ Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 1989 Tentang Perpustakaan Nasional RI
  4. ^ Sulistyo-Basuki. (2008). Sejarah Perpustakaan Nasional RI: sebuah kajian. Jakarta: Perpustakaan Nasional
  5. ^ Surat Keputusan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia No. 03 tahun 2001 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Perpustakaan Nasional RI
  6. ^ Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 30/M 1990 Tentang Pengangkatan Kepala Perpustakaan Nasional RI
  7. ^ Suharyanto. (2015). Sri Sularsih dalam media sosial. Kediri: Fam Publishing
  8. ^ "Hernandono | Perpustakaan Universitas Diponegoro". digilib.undip.ac.id. Diakses tanggal 2019-03-07. 
  9. ^ "Apa dan Siapa - Dady P. Rachmananta". ahmad.web.id. Diakses tanggal 2019-03-07.