Buka menu utama

Kelvin Anggara (lahir di Medan, Sumatra Utara, Indonesia, 10 November 1990; umur 29 tahun) adalah peraih medali emas dalam Olimpiade Kimia Internasional 2008. Dia berhasil mempersembahkan medali emas pertama bagi Indonesia dalam Olimpiade Kimia Internasional sejak keikutsertaan Indonesia pada tahun 1997.

Kelvin Anggara
Berkas:Kelvin Anggara.jpg
LahirKelvin
10 November 1990 (umur 29)
Medan, Sumatra Utara, Indonesia
Tempat tinggalAsrama King Edward VII, Universitas Nasional Singapura, Singapura
PekerjaanMahasiswa
Dikenal atasPeraih medali emas di Olimpiade Kimia Internasional
Medali Emas yang diperoleh Kelvin di IChO ke-40 tahun 2008

Dalam Olimpiade Kimia Internasional (bahasa Inggris: International Chemistry Olympiad atau disingkat IChO) ke-40 di Budapest, Hongaria pada 1221 Juli 2008, Tim Olimpiade Kimia Indonesia yang mengirimkan 4 peserta berhasil memperoleh 1 medali emas, 1 perak, dan 1 perunggu. Medali emas diraih Kelvin Anggara (SMA Sutomo 1 Medan), medali perak diraih Vincentinus Jeremy Suhardi (SMA St. Louis 1 Surabaya), dan medali perunggu diraih Ariana Dwi Candra (SMAN 1 Pati, Jawa Tengah).

Hasil perolehan medali Indonesia dalam kompetisi internasional yang diikuti oleh 260 peserta dari 73 negara tersebut cukup mengejutkan dan di luar dugaan karena pada awalnya Indonesia hanya menargetkan meraih 2 medali perak dan 2 perunggu.

Dia memperoleh beasiswa penuh dari Universitas Nasional Singapura (National University of Singapore atau NUS).1 Dia mengambil jurusan Science di Faculty of Science. Dia sekarang tinggal di asrama King Edward VII (King Edward VII Hall). Selain melanjutkan studinya, saat ini dia juga berperan aktif di kehidupan sebagai mahasiswa bersama teman-teman semasa SMA-nya yang ikut melanjutkan studi ke Singapura.

Nama "Kelvin" sendiri artinya adalah bermuara pada cawan anggur atau pada nama bahasa Inggris artinya adalah "sahabat kapal" atau "seorang pria dari sungai".[1][2] Nama ini berasal dari bahasa Skotlandia.[2] Sementara nama "Anggara" sendiri merupakan sebuah nama marga dari keluarganya sendiri.

PrestasiSunting

Catatan kakiSunting

  • Catatan 1: Dia memperoleh beasiswa penuh di NUS sebelum berhasil mendapatkan medali emas di Olimpiade Kimia Internasional (IChO)

ReferensiSunting

Pranala luarSunting