Karton atau kardus (bahasa Inggris: paperboard, cardboard) adalah bahan yang terbuat dari pulp, baik itu pulp organik, pulp sintetis atau sisa produksi kertas (daur ulang). Merujuk pada ISO 536, sebuah bahan yang terbuat dari kertas dengan berat lebih dari 200 g/m2 dikategorikan sebagai karton. Kemunculan karton sebagai salah satu rekayasa di bidang teknologi material untuk memenuhi beberapa kebutuhan seperti ekonomis dan mudah didaur ulang (ramah lingkungan). Karton umumnya digunakan untuk bahan pembuatan kartu pos, kartu remi, dan lainnya yang membutuhkan daya tahan lebih tinggi dari kertas biasa. Tekstur kertas ini biasanya halus, tetapi juga dapat bertekstur atau berkilap.

Sebuah kotak karton kecil

Sejarah Dibuatnya Karton sunting

Karton pertama kali diproduksi pada tahun 1817 di Inggris.[1][2][3] Pada saat itu diperlukan sebuah kemasan pelindung yang tidak terlalu memakan ruang pada bagasi kapal dan dapat dirakit untuk kemudian digunakan berulang-ulang sebagai bentuk penghematan pengeluaran jasa pengiriman akibat adanya perang.

Klasifikasi Karton sunting

Akibat banyaknya kemungkinan kesalahan penafsiran di beberapa negara terkait karton, untuk membedakan antara istilah karton, karton box dan lainnya, secara umum karton di Indonesia sendiri dikenal beberapa klasifikasi antara lain:

 
Bagian tengah kotak karton.
  • Kotak Karton — adalah karton yang mudah dibentuk, dilipat tanpa merusak isi benda yang diletakan didalamnya. Biasanya jika kita melihat irisan melintang kotak karton, akan ditemukan sebuah lapisan bergelombang. Tujuannya adalah untuk memberikan kekuatan karton agar tidak mudah rusak. Di luar indonesia, kotak karton dikenal dengan istilah corrugated paperboard (karton gelombang).
  • Kemasan Lentur — sama seperti kotak karton yang mudah dibentuk dan dilipat, hanya saja kemasan lentur digunakan untuk kemasan makanan/minuman cepat saji dengan menambahkan lapisan anti jamur, atau bahan yang mencegah kontaminasi kimia agar makanan dan minuman tidak terpapar zat racun yang berbahaya bagi tubuh. Produksi folding box (kotak lipat) mengikuti standar kesehatan tiap-tiap negara, untuk indonesia sendiri diatur oleh Depkes dan BPOM. Di Indonesia istilah ini lebih familiar dengan nama Tetrapack.
  • Kertas Karton — kertas karton biasanya digunakan untuk keperluan kriya tangan (kerajinan tangan), dan tidak diperkenankan sebagai pelindung bahan-bahan yang mudah rusak. Namun beberapa kertas karton digunakan untuk melindungi permukaan suatu benda agar tidak mudah lecet saat pengiriman. Kita bisa menemukan karton ini dengan beragam warna dengan ukuran standar kertas plano (A0).

Proses Pembuatan Karton sunting

Bahan baku karton sama seperti kertas, yaitu pulp yang berasal dari serat kayu (selulosa) atau limbah kertas. Setelah menjadi bubur kayu/bubur kertas, bahan baku kemudian dikelompokkan untuk diberi warna atau tidak. Jika hendak dibuat karton dengan beraneka warna (biasanya untuk keperluan kreasi), maka bubur kayu ini akan melalui proses bleaching (pemucatan), sebuah proses di mana warna bubur akan menjadi putih dengan bantuan larutan hydrogen peroxide atau sejenisnya. Kemudian bubur kayu ini akan dicampurkan dengan pewarna sesuai dengan kebutuhan dan tahap akhir adalah pencetakan sesuai dengan ketebalan yang diinginkan.

Penggunaan Karton Di Kehidupan Sehari-hari sunting

Dikarenakan sifatnya yang mudah dibentuk dengan peralatan seperti cutter (pisau kertas), bernilai ekonomis (murah), dan bisa ditemukan di mana-mana, membuat karton menjadi salah satu media kreasi yang cukup diminati oleh masyarakat. Terbukti dengan banyaknya kreasi yang terbuat dari karton digunakan untuk hiasan atau peralatan yang bisa kita gunakan sehari-hari. Seperti kotak mainan yang memiliki nilai ajar dan pendidikan, hingga membuat kotak lipat dari kardus bekas.

Istilah "karton" dan "kardus" umumnya juga terkadang digunakan berbeda walaupun kedua kata tersebut mempunyai arti yang sama; kata "karton" sering digunakan untuk merujuk kepada kertas karton, sedangkan "kardus" lebih merujuk kepada karton gelombang yang biasa digunakan dalam pengemasan antar kirim barang.

Lihat pula sunting

Referensi sunting

  1. ^ Marketing Communications, Volume 6, Issues 7-12, United Business Publications (1981). "Reportedly, the oldest known box-making business was formed in Great Britain about 1817."
  2. ^ Stanley Sacharow and Roger C. Griffin (1970),Food packaging: a guide for the supplier, processor, and distributor, AVI Pub. Co."Commercial box making is supposed to have begun in England in 1817."
  3. ^ Paula Hook and Joe E. Heimlich. "Paper and paper products". A History of Packaging. Diakses tanggal 2005-10-26. The first commercial cardboard box was produced in England in 1817, more than two hundred years after the Chinese invented cardboard.