Kardiomiopati hipertrofi

Kardiomiopati hipertrofi adalah suatu kondisi yang terjadi ketika salah satu bagian dari jantung menebal tanpa sebab yang jelas.[1] Akibatnya, jantung tidak dapat memompa darah secara efektif.[2] Gejala-gejala yang dapat muncul adalah rasa lelah, kaki yang membengkak, dan kesulitan bernapas.[3] Kondisi ini juga dapat mengakibatkan rasa sakit di dada atau pingsan.[3] Komplikasi yang dapat terjadi adalah gagal jantung, detak jantung yang tidak biasa, dan kematian mendadak.[2][4]

Kardiomiopati hipertrofi
Hypertrophic obstructive cardiomyopathy.png
Klasifikasi dan rujukan luar
SpesialisasiKardiologi
Patient UKKardiomiopati hipertrofi

Penyakit ini biasanya diwarisi dari orang tua.[5] Hal ini sering kali disebabkan oleh mutasi beberapa gen yang terlibat dalam proses pembuatan protein otot jantung.[5] Penyebab lainnya adalah penyakit Fabry, ataksia Friedreich, dan obat-obatan tertentu seperti takrolimus.[6] Penyakit ini merupakan salah satu jenis kardiomiopati, yaitu sekelompok penyakit yang menyerang otot jantung.[2] Diagnosis sering kali memerlukan penggunaan elektrokardiogram, ekokardiogram, dan uji stres.[7] Uji genetik juga dapat dilakukan.[7]

Kardiomiopati hipertrofi dapat ditangani dengan menggunakan beta blockers, diuretik, atau disopiramida.[7] Penggunaan implantable cardiac defibrillator disarankan untuk mereka dengan beberapa jenis detak jantung yang tidak biasa.[7] Operasi dalam bentuk miektomi septal atau transplantasi jantung dapat dilakukan untuk mereka yang tak kunjung pulih dengan cara yang lain.[7] Jika ditangani dengan baik, risiko kematian dari penyakit ini lebih rendah dari satu persen dalam setahun.[8]

Penyakit ini menyerang sekitar 1 dari 500 orang.[1] Kemungkinan kemunculan pada laki-laki dan perempuan kurang lebih sama.[1] Semua kelompok usia dapat terserang penyakit ini.[1]

Kardiomiopati hipertrofi pertama kali dideskripsikan oleh Donald Teare pada tahun 1958.[9][10]

Catatan kakiSunting

  1. ^ a b c d "Types of Cardiomyopathy". NHLBI (dalam bahasa Inggris). 22 June 2016. Diakses tanggal 10 November 2017. 
  2. ^ a b c "What Is Cardiomyopathy?". NHLBI (dalam bahasa Inggris). 22 June 2016. Diakses tanggal 10 November 2017. 
  3. ^ a b "What Are the Signs and Symptoms of Cardiomyopathy?". NHLBI (dalam bahasa Inggris). 22 June 2016. Diakses tanggal 10 November 2017. 
  4. ^ Barsheshet, Alon; Brenyo, Andrew; Moss, Arthur; Goldenberg, Ilan (July 2011). "Genetics of Sudden Cardiac Death". Current Cardiology Reports. 13 (5): 364–376. doi:10.1007/s11886-011-0209-y. PMID 21789574. 
  5. ^ a b "What Causes Cardiomyopathy?". NHLBI (dalam bahasa Inggris). 22 June 2016. Diakses tanggal 10 November 2017. 
  6. ^ Ferri, Fred F. (2017). Ferri's Clinical Advisor 2018 E-Book: 5 Books in 1 (dalam bahasa Inggris). Elsevier Health Sciences. hlm. 246. ISBN 9780323529570. 
  7. ^ a b c d e Gersh BJ, Maron BJ, Bonow RO, et al. (December 2011). "2011 ACCF/AHA guideline for the diagnosis and treatment of hypertrophic cardiomyopathy: executive summary". J. Thorac. Cardiovasc. Surg. 142 (6): 1303–38. doi:10.1016/j.jtcvs.2011.10.019. PMID 22093712. 
  8. ^ Maron, BJ; Ommen, SR; Semsarian, C; Spirito, P; Olivotto, I; Maron, MS (8 July 2014). "Hypertrophic cardiomyopathy: present and future, with translation into contemporary cardiovascular medicine". Journal of the American College of Cardiology. 64 (1): 83–99. doi:10.1016/j.jacc.2014.05.003. PMID 24998133. 
  9. ^ Teare D (1958). "Asymmetrical hypertrophy of the heart in young adults". British Heart Journal. 20: 1–8. doi:10.1136/hrt.20.1.1. PMC 492780 . 
  10. ^ McKenna WJ, Sen-Chowdhry S (2008). "From Teare to the Present Day: A Fifty Year Odyssey in Hypertrophic Cardiomyopathy, a Paradigm for the Logic of the Discovery Process". Revista Española de Cardiología. 61 (12): 1239–1244. doi:10.1016/S1885-5857(09)60050-5.