Kakongo adalah kerajaan kecil yang terletak di pesisir Samudra Atlantik di Afrika Tengah. Wilayah kerajaan ini kini merupakan bagian dari Republik Kongo serta Provinsi Cabinda di Angola. Kerajaan ini merupakan salah satu pusat perdagangan yang penting di kawasan tersebut pada abad ke-17 hingga abad ke-19 bersama dengan Kerajaan Ngoyo dan Loango. Rakyatnya menuturkan dialek bahasa Kikongo dan dapat dianggap sebagai bagian dari kelompok etnis Bakongo.

Peta wilayah Kongo yang dibuat oleh Henry Morton Stanley.

Sejarah pembentukan kerajaan ini tidak diketahui dan tradisi lisan yang dikumpulkan di kawasan tersebut pada abad ke-19 dan ke-20 tidak menjelaskan asal usul kerajaan ini.[1] Berdasarkan penemuan arkeologis, kawasan tempat berdirinya kerajaan ini sudah memasuki Zaman Besi pada abad ke-5 SM.

Kerajaan ini pertama kali disebutkan dalam dokumen yang dikeluarkan oleh Raja Kongo Afonso I pada tahun 1535 yang mengklaim bahwa Afonso I adalah penguasa kawasan tersebut.[2] Namun, Kakongo adalah negara yang merdeka paling tidak semenjak abad ke-16. Pedagang Portugis yang mencari tembaga, gading dan budak mulai mendirikan pabrik di Kakongo pada tahun 1620-an. Kakongo juga menjadi pusat perdagangan yang penting pada abad ke-18 dan sering dikunjungi oleh pedagang Inggris, Prancis dan Belanda.

Catatan kakiSunting

  1. ^ Phillipson, David W. (2005) African Archaeology (3rd edition) Cambridge University Press, Cambridge, England, page 295, ISBN 978-0-521-54002-5
  2. ^ Martin, Phyllis M. (1972) The external trade of the Loango Coast, 1576-1870: the effects of changing commercial relations on the Vili Kingdom of Loango Clarendon Press, Oxford, England, hlm. 31, OCLC 635840790