Buka menu utama

Karl VI, Kaisar Romawi Suci

(Dialihkan dari Kaisar Karl VI)

Karl VI (1 Oktober 1685 – 20 Oktober 1740) adalah Kaisar Romawi Suci, Raja Bohemia (sebagai Karl II), Raja Hongaria, Raja Kroasia (sebagai Karl III), Raja Serbia (sebagai Karl I), dan Archduke Austria. Ia menggantikan kakaknya, Joseph I. Ia tidak berhasil mengklaim tahta Spanyol sebagai Karl III setelah kematian penguasanya, Carlos II dari Spanyol, pada tahun 1700. Ia menikahi Elisabeth Christine dari Braunschweig-Wolfenbüttel, dan mereka dikaruniai dua orang anak: Maria Theresia, lahir tahun 1717, pengganti Karl VI, dan Maria Anna, lahir tahun 1718, Gubernur Belanda Austria.

Karl VI
Martin van Meytens (attrib.) - Porträt Kaiser Karl VI.jpg
Karl VI
Kaisar Romawi Suci;
Raja Jerman
Berkuasa12 Oktober 1711 – 20 Oktober 1740
Penobatan22 Desember 1711, Frankfurt
PendahuluJoseph I
PenerusCharles VII
Raja Hongaria, Kroasia, dan Bohemia
Archduke Austria
Berkuasa17 April 1711 – 20 Oktober 1740
Penobatan22 Mei 1712, Pressburg
5 September 1723, Praha
PendahuluJoseph I
PenerusMaria Theresia
Lahir(1685-10-01)1 Oktober 1685
Istana Hofburg, Wina
Wafat20 Oktober 1740(1740-10-20) (umur 55)
Palais Augarten, Wina
Pemakaman
WangsaWangsa Habsburg
Nama lengkap
Karl Franz Joseph Wenceslaus Balthasar Johann Anton Ignatius
AyahLeopold I, Kaisar Romawi Suci
IbuEleonor Magdalene dari Neuburg
PasanganElisabeth Christine dari Braunschweig-Wolfenbüttel
Anak
more...
Maria Theresia
Maria Anna
Maria Amalia
AgamaKatolik Roma
Tanda tanganKarl VI

Empat tahun sebelum kelahiran Maria Theresia, karena tidak ada penerus laki-laki, Karl mengeluarkan Sanksi Pragmatik 1713, yang berupaya memastikan bahwa wilayah Habsburg dapat diwarisi oleh seorang perempuan. Karl memilih putrinya daripada kakaknya, Joseph I, sehingga mengabaikan dekret yang telah ia tandatangani saat masa kekuasaan ayahnya, Leopold I. Karl mencoba meminta persetujuan negara Eropa lainnya. Mereka meminta imbalan yang mahal: Britania meminta agar Perusahaan Ostend dibubarkan.[1] Pada akhirnya, Britania Raya, Prancis, Sachsen-Polandia, Republik Belanda, Spanyol,[2] Venesia,[3] Negara Gereja,[3] Prusia,[4] Rusia,[3] Denmark,[4] Savoy-Sardinia,[4] Bayern,[4] dan Diet Kekaisaran Romawi Suci[4] mengakui Sanksi Pragmatik 1713. Namun, Prancis, Spanyol, Sachsen-Polandia, Bayern, dan Prusia nantinya melanggar komitmen tersebut. Karl meninggal pada tahun 1740, sehingga memicu Perang Pewaris Austria, yang mengganggu kekuasaan penggantinya, Maria Theresia, selama delapan tahun.

Catatan kakiSunting

  1. ^ Crankshaw, Edward, Maria Theresia, 1969, Longman publishers, Great Britain (pre-dates ISBN), 24.
  2. ^ Jones, Colin: "The Great Nation: France from Louis XV to Napoleon", University of Columbia Press, Great Britain, 2002, ISBN 0-231-12882-7, 89.
  3. ^ a b c Crankshaw, 37.
  4. ^ a b c d e Pragmatic Sanction of Emperor Charles VI, Encyclopædia Britannica, diakses 15 Oktober 2009.

ReferensiSunting

  • Crankshaw, Edward: Maria Theresa, 1969, Longman publishers, Great Britain (pre-dates ISBN)
  • Jones, Colin: The Great Nation: France from Louis XV to Napoleon, University of Columbia Press, Great Britain, 2002, ISBN 0-231-12882-7
  • Fraser, Antonia: Love and Louis XIV: The Women in the Life of The Sun King, Orion books, London, 2006, ISBN 978-0-7538-2293-7
  • Mahan, J.Alexander: Maria Theresa of Austria, Crowell publishers, New York, 1932 (pre-dates ISBN)
  • Kahn, Robert A.: A History of the Habsburg Empire, 1526–1918, University of California Press, California, 1992, ISBN 978-0-520-04206-3
  • Acton, Harold: The Last Medici, Macmillan, London, 1980, ISBN 0-333-29315-0
  • Browning, Reed: The War of the Austrian Succession, Palgrave Macmillan, 1995, ISBN 0-312-12561-5