Buka menu utama

Joyodipo (Jayadipa) adalah salah satu tokoh yang berperan membantu Raden Batoro Katong dalam membangun Ponorogo. Joyodipo adalah adik dari Joyodrono. Keduanya merupakan abdi dalem dari Prabu Brawijaya V.[1]

Joyodipo dan kakaknya, Joyodrono merupakan abdi dalem yang diberikan tanggung jawab untuk membawa 2 pusaka Majapahit yaitu tombak Tunggul Naga dan payung kerajaan untuk diberikan kepada putra Prabu Brawijaya V, Raden Batoro Katong.

Namun dalam proses membantu Raden Batoro Katong, hanya Joyodipo yang ikut berjuang karena Joyodrono moksa. Joyodipo membantu Raden Batoro Katong melawan pasukan dari kademangan Surukubeng yang merupakan daerah kekuasaan Ki Ageng Kutu. Joyodipo merupakan seorang prajurit yang ulung karena mampu dengan taktik melawan pasukan Ki Ageng Kutu yang berjumlah lebih banyak. Pasukan Raden Batoro Katong hanya berjumlah 40 orang sedangkan pasukan lawan berjumlah hingga 200 orang. Namun pada akhirnya pasukan Raden Batoro Katong yang berhasil memenangkan pertarungan.

Makam Joyodipo beada di desa Japan, Kecamatan Babadan, Ponorogo. Dipercayai Joyodipo memeluk agama Islam karena makamnya menghadap kiblat dan ornamen ayat Al-Quran yang berada di sekitar makam.

Catatan kakiSunting

  1. ^ Santosa, Edy (2003). Cerita rakyat dari Ponorogo, Jawa Timur. Grasindo. ISBN 9789797320577.