John Paul Ivan yang memiliki nama lengkap Johannes Paulus Ivan (lahir di Surabaya, 3 Januari 1971; umur 49 tahun) adalah mantan gitaris grup musik Boomerang yang keluar pada tahun 2005.

John Paul Ivan
Latar belakang
Nama lahir John Paul Ivan
Nama lain JPI
Lahir 3 Januari 1971 (umur 49)
Bendera Indonesia Indonesia
Pekerjaan gitaris, produser musik
Tahun aktif 1990 - sekarang
Mempengaruhi Boomerang
Dipengaruhi Joe Satriani, Jimi Hendrix, Jimmy Page
Agama Islam
Anggota
RI-1, Take Over
Mantan anggota
Boomerang

ProfilSunting

Sejak SMP Ivan sudah bisa bermain gitar. Ia sering melihat permainan gitar Lucky (nantinya gitaris Power Metal). Gitar pertamanya adalah merk Yamaha yang dibeli dengan harga Rp. 100.000 dimasa itu. Semenjak saat itu ia terus bermain gitar dan berniat untuk menjadi seorang gitaris rock.

Ivan pun membentuk band bersama Henry yang bernama RADD. Kemudian Ivan sempat bergabung dengan beberapa band Surabaya seperti BULDOZER yang kemudian berubah nama menjadi BIG PANZER saat mereka merilis 2 single dalam album INDONESIAN ROCK & METAL produksi Harpa Records tahun 1990.

Pada tahun 1991, Ivan kembali lagi bertemu dengan Henry di group LOST ANGELS yang merupakan cikal bakal BOOMERANG. Ivan bersama bandnya mengikuti Festival Rock Log Zhelebour pada tahun 1993. Penampilan nya bersama rekan-rekan berhasil memancing perhatian sang produser Log Zhelebour pemilik label Loggis Records. Akhirnya Boomerang mendapatkan kontrak rekaman.

Awal KarierSunting

JPI mulai belajar gitar sejak umur 15 tahun kala duduk di kelas II SMP di sekolah musik JVC Surabaya. Awalnya, yang dipelajari adalah gitar klasik. Setengah tahun kemudian, ia memutuskan untuk memperdalam gitar elektrik. Band yang saya sukai pertama kali adalah KISS. Saya mengenalnya dari Lucky, gitaris Power Metal yang kebetulan teman satu kelas, kata musisi yang menyukai musik Rock & Blues.

Proses belajar itu terus dikembangkan di SMA dengan cara mengambil pelajaran ekstra kurikuler musik. Bersama teman-teman sekolahnya, ia membentuk grup band bernama RADD yang kerap membawakan lagu-lagu Bon Jovi, Dokken, Skid Row. Lulus sekolah, Ivan menjatuhkan pilihan pada musik sebagai jalan hidupnya dengan membentuk Lost Angels, cikal bakal Boomerang.

Bersama Boomerang telah merilis album-album berikut: Boomerang (1994), Kontaminasi Otak (1995), Disharmoni (1996), Segitiga (1998), Double album kompilasi: Hard and Heavy dan Best Ballad (1999), X'travaganza (2000), bersama label Logiss Records. Dan dua album bersama Sony Music Indonesia: Terapi Visi (2003) dan Urbanoustic (2004). Kini ia telah menjadi salah satu gitaris rock yang terpandang di Indonesia. Ciri khasnya adalah rambut ikal, gondrong, liar dipanggung, dan menenteng gitar Gibson Les Paul. Menurutnya dalam bermain gitar ia selalu mencoba memahami bagaimana cara Jimi Hendrix bermain gitar yang menurutnya merupakan satu dari sedikit gitaris yang bisa bermain di luar kepala. Meski terkadang ia tidak sadar bahwa permainannya di lagu-lagu tertentu terinspirasi pengaruh dari gitaris-gitaris idolanya. Hal itu diakui oleh Ivan sendiri.

Selain aktif bersama Boomerang, ia juga ikut membantu pembuatan album band-band lain seperti Sengkenken (grup hard core dari Surabaya), dan Black Forest (band alternatif ska).

Ivan terbilang gitaris yang suka sekali berimprovisasi. Kala masih sering membawakan lagu-lagu grup lain, misalnya, ia sama sekali tidak mau mencontek begitu saja. Tetapi terlebih dahulu ia akan mengolahnya menjadi bentuk yang lain. Ia mengaku, dengan cara ini merasa enak karena bisa memainkannya dengan hati sendiri. Keuntungan lain, ia dengan cepat mampu mengembangkan tekniknya sendiri.

Jimi Hendrix adalah musisi yang sangat mempengaruhi permainan laki-laki yang mempunyai hobi travelling ini. Saya suka lagu Purple Haze, ujar Ivan. Tetapi kala memainkan lagu ini atau lagu-lagu Jimi Hendrix lainnya, Ivan tidak pernah meniru persis teknik permainan Jimi. Tetapi, "Semangatnya yang aku ambil."

Selain Jimi Hendrix, Ivan menyebut nama Joe Satriani. Sebagai pengagum, ia sangat menyukai lagu-lagu Joe Satriani. Tetapi, jarang sekali memainkan lagu-lagu Joe. 'Aku terpengaruh oleh nuansa lagunya,'. Jangan heran jika nuansa musik Joe (tanpa disadari) muncul dalam lagu-lagu Boomerang, seperti lagu Debu Sahabatku pada album X'Travaganza. Ya, muncul dengan sendiri saat membikin lagu, ujar Ivan berkilah.

Kehadirannya di Boomerang memang vital. Selain permainan musiknya yang cukup berpengaruh, gaya manejemennya cukup membantu band secara keseluruhan.

Sehubungan sudah tidak sejalan dengan anak-anak Boomerang (band) pada tahun 2005 dia resmi menyatakan keluar dari Boomerang. Sebelumnya Ivan bersama Boomerang melakukan sebuah Konser terakhir di Kota Dili, East Timor Sebagai Konser perpisahan, dan dihadiri 60.000 ribu penonton.

Nama John Paul Ivan atau yang akrab dipanggil JPI tersebut tentu tak lepas dari nama band rock fenomal Boomerang. Dan pada tahun 2012 Ivan bereuni bersama Roy Jeconiah membentuk band baru bernama RI-1.

Meski sudah tidak memperkuat band Boomerang lagi, JPI tidak berhenti berkarya. Termasuk menelurkan karya pribadinya berbentuk album solo instrumental pertama nya, 'I Am John Paul Ivan' yang di produksi secara indie label memakai nama JPI Music, dirilis dalam bentuk CD pada tahun 2015 secara limited 1000 keping saja, dan di distribusikan oleh label indie Demajors. Setelah merilis album solo perdana bertajuk ‘I Am John Paul Ivan’ pada 2015 lalu secara indie dalam bentuk fisik CD, kini ia merilis kembali album tersebut dalam bentuk digital pada tahun 2019 ini. Album digitalnya ini kini dirilis oleh label Boleh Music dan bisa didengarkan melalui digital platform seperti Spotity, Joox, Deezer, Apple Music dan masih banyak lagi secara worldwide.

JPI menuturkan bahwa lagu pertama yg diciptakan di album solo ini berjudul 'Neiska Erotika' yang direkam di studio 18 Jakarta tahun 2005, dilanjutkan “Dancing With You" dan "Jerusalem" pada tahun 2007 dimana kemudian dari kedua lagu tersebut dibuatkan video musiknya. Direkam di berbagai tempat dan waktu, di mixing sendiri oleh JPI, dan dimastering oleh seorang mastering engineer bernama Gabriel Temmy. Dari warna musik dan permainan gitarnya, album JPI memiliki nuansa rock yang melodius, atau sering juga disebut gitar yang bernyanyi. Berbagai teknik gitar seperti slide, finger tapping, pinched harmony sampai bending dengan iringan riff-riff gitar yang menggelegar tetapi tetap nyaman di telinga. Album tersebut berisi 10 lagu instrumental yang dimainkan secara apik oleh gitaris yang sering disebut sebagai Slash-nya Indonesia. Album ini merupakan sebuah perjalanan panjang, sebuah eksistensi di musik yang dikemas berbeda.

Dan pada tahun 2019 JPI bergabung dengan band Take Over, band yang berdiri pada tahun 2004 dan pernah mengikuti ajang kompetisi band 'Rock Festival ke X' se Nasional versi Log Zhelebour pada tahun 2004. Dan JPI juga menjadi salah satu juri di acara itu. Take Over keluar sebagai pemenang juara 2, dan masuk dalam kompilasi album Festival Rock X.

Take Over dengan formasi Baru nya, Windy Saraswati vocal, Bagus Wyed guitar, Gatot Ary bass, Joey Nasz drums dan bersama JPI, merilis mini album nya yang berisi 5 lagu dalam bentuk CD dan digital platform.

Pranala luarSunting

ReferensiSunting