Buka menu utama

John Paul Ivan yang memiliki nama lengkap Johannes Paulus Ivan (lahir di Surabaya, 3 Januari 1971; umur 48 tahun) adalah mantan gitaris grup musik Boomerang yang keluar pada tahun 2005.

John Paul Ivan
Latar belakang
Nama lahir John Paul Ivan
Nama lain JPI
Lahir 3 Januari 1971 (umurĀ 48)
Bendera Indonesia Indonesia
Pekerjaan gitaris
Tahun aktif 1990 - sekarang
Mempengaruhi Boomerang
Dipengaruhi Joe Satriani, Jimi Hendrix, Jimmy Page
Agama Islam
Anggota
RI-1 Band, Take Over
Mantan anggota
Boomerang

ProfilSunting

Sejak SMP Ivan sudah bisa bermain gitar. Ia sering melihat permainan gitar Lucky (nantinya gitaris Power Metal). Gitar pertamanya adalah merk Yamaha yang dibeli dengan harga Rp. 100.000 dimasa itu. Semenjak saat itu ia terus bermain gitar dan berniat untuk menjadi seorang gitaris rock.

Ivan pun membentuk band bersama Henry yang bernama Radd. Kemudian Ivan sempat bergabung dengan beberapa band Surabaya seperti Buldozer. Kemudian bersama Big Panzer sempat merilis 2 single dalam album INDONESIAN ROCK & METAL produksi Harpa Records tahun 1990.

Pada tahun 1991, Ivan kembali lagi bertemu dengan Henry di group LOST ANGELS yang merupakan cikal bakal BOOMERANG. Demi memperoleh kontrak rekaman, ia bersama bandnya mengikuti Festival Rock Log Zhelebour pada tahun 1993. Penampilan ia dan rekan-rekan berhasil memancing perhatian sang produser Log Zhelebour pemilik label Loggis Records. Akhirnya Boomerang mendapatkan kontrak.

Awal KarierSunting

Bersama Boomerang telah merilis album-album berikut: Boomerang (1994), Kontaminasi Otak (1995) , Disharmoni (1996), Segitiga (1998), Double album kompilasi: Hard and Heavy dan Best Ballad (1999), X'travaganza (2000), bersama label Logiss Records. Dan dua album bersama Sony Music Indonesia: Terapi Visi (2003) dan Urbanoustic (2004). Kini ia telah menjadi salah satu gitaris rock yang terpandang di Indonesia. Ciri khasnya adalah rambut ikal, gondrong, liar dipanggung, dan menenteng gitar Gibson Les Paul. Menurutnya dalam bermain gitar ia selalu mencoba memahami bagaimana cara Jimi Hendrix bermain gitar yang menurutnya merupakan satu dari sedikit gitaris yang bisa bermain di luar kepala. Meski terkadang ia tidak sadar bahwa permainannya di lagu-lagu tertentu terinspirasi pengaruh dari gitaris-gitaris idolanya. Hal itu diakui oleh Ivan sendiri.

Selain aktif bersama Boomerang, ia juga ikut membantu pembuatan album band-band lain seperti Sengkenken (grup hard core dari Surabaya), dan Black Forest (band alternatif ska). Dalam memilih gitar, ia juga termasuk gitaris yang maniak menggunakan Gibson Les Paul. Namun ia juga pernah ikut tampil dalam acara perayaan 50 tahun Fender Stratocaster di beberapa kota besar di Indonesia bersama gitaris-gitaris lainnya seperti Tjahyo Wisanggeni, Andry Franzy, Rama Satria, dll. Di acara itu ia menggunakan sebuah gitar Fender. Ia juga pernah tampil dengan penampilan baru rambut re-bondingnya yang menurutnya membuat ia makin muda kembali.

JPI mulai belajar gitar sejak umur 15 tahun kala duduk di kelas II SMP di sekolah musik JVC Surabaya. Awalnya, yang dipelajari adalah gitar klasik. Setengah tahun kemudian, ia memutuskan untuk memperdalam gitar elektrik. Band yang saya sukai pertama kali adalah KISS. Saya mengenalnya dari Lucky, gitaris Power Metal yang kebetulan teman satu kelas, kata musisi yang menyukai musik Rock & Blues.

Proses belajar itu terus dikembangkan di SMA dengan cara mengambil pelajaran ekstra kurikuler musik. Bersama teman-teman sekolahnya, ia membentuk grup band bernama RADD yang kerap membawakan lagu-lagu Bon Jovi, Dokken, Skid Row. Lulus sekolah, Ivan menjatuhkan pilihan pada musik sebagai jalan hidupnya dengan membentuk Lost Angels, cikal bakal Boomerang.

Ivan terbilang gitaris yang suka sekali berimprovisasi. Kala masih sering membawakan lagu-lagu grup lain, misalnya, ia sama sekali tidak mau mencontek begitu saja. Tetapi terlebih dahulu ia akan mengolahnya menjadi bentuk yang lain. Ia mengaku, dengan cara ini merasa enak karena bisa memainkannya dengan hati sendiri. Keuntungan lain, ia dengan cepat mampu mengembangkan tekniknya sendiri.

Jimi Hendrix adalah musisi yang sangat mempengaruhi permainan laki-laki yang mempunyai hobi travelling ini. Saya suka lagu Purple Haze, ujar Ivan. Tetapi kala memainkan lagu ini atau lagu-lagu Jimi Hendrix lainnya, Ivan tidak pernah meniru persis teknik permainan Jimi. Tetapi, "Semangatnya yang aku ambil."

Selain Jimi Hendrix, Ivan menyebut nama Joe Satriani. Sebagai pengagum, ia sangat menyukai lagu-lagu Joe Satriani. Tetapi, jarang sekali memainkan lagu-lagu Joe. 'Aku terpengaruh oleh nuansa lagunya,'. Jangan heran jika nuansa musik Joe (tanpa disadari) muncul dalam lagu-lagu Boomerang, seperti lagu Debu Sahabatku pada album X'Travaganza. Ya, muncul dengan sendiri saat membikin lagu, ujar Ivan berkilah.

Kehadirannya di Boomerang memang vital. Selain permainan musiknya yang cukup berpengaruh, gaya manejemennya cukup membantu band secara keseluruhan.

sehubungan sudah tidak sejalan dengan anak-anak Boomerang (band) pada tahun 2005 dia resmi keluar dari Boomerang, dan pada tahun 2012 JPI bersama Roy Jeconiah membentuk band baru bernama RI-1 Band.

JPI juga merilis album solo pertama nya, 'I Am John Paul Ivan' yang di produksi secara indie label memakai nama JPI Music, dirilis dalam bentuk CD di tahun 2015 secara limited 1000 keping saja, dan di distribusikan oleh label indie Demajors. Dan pada tahun 2019 album tersebut dirilis secara Digital Platform worldwide diedarkan oleh Boleh Music.

Dan di tahun 2019 ini juga JPI bergabung dengan band Take Over, yang berdiri di tahun 2003 dan pernah mengikuti ajang kompetisi band 'Rock Festival ke X' se Nasional versi Log Zhelebour di tahun 2004. Dan JPI juga menjadi salah satu juri di acara itu. Take Over keluar sebagai pemenang juara 2, dan masuk dalam kompilasi album Festival Rock X.

Pranala luarSunting

ReferensiSunting