Jendela 10/40 adalah sebuah istilah yang dicetuskan oleh pakar strategi misionaris Kristen dan CEO Partners International Luis Bush pada tahun 1990[1] untuk merujuk kepada kawasan-kawasan hemisfer timur, ditambah belahan Eropa dan Afrika dari hemisfer barat, yang berada di antara paralel utara ke-10 dan ke-40 dari khatulistiwa, sebuah kawasan umum yang dikataan memiliki tingkat tantangan sosioekonomi tertinggi[2][3] dan kurangnya akses ke pesan dan sumber Kristen[4][5][6] di dunia.

Negara-negara dalam Jendela 10/40

Konsep di balik 10/40 Window menyoroti tiga unsur (sesuai data yang tersedia pada 1990): kawasan dunia dengan kemiskinan besar dan kualitas hidup rendah, berpadu dengan kurangnya akses ke sumber-sumber Kristen dan non-Kristen yang tak terjamah. Jendela tersebut membentuk sekumpulan negara yang melingkupi Sahara dan Afrika Utara, serta nyaris seluruh Asia (Asia Barat, Asia Tengah, Asia Selatan, Asia Timur dan sebagian besar Asia Tenggara). Sekitar dua per tiga populasi dunia tinggal di Jendela 10/40, dan mayoritas Muslim, Hindu, Buddhis, animis, Yahudi, atau ateis. Sebagian besar pemerintahan dalam Jendela 10/40 secara resmi dan secara tak resmi menentang karya Kristen dalam bentuk apapun di perbatasan-perbatasan mereka.[2][5][6]

Kontroversi

sunting

Riset tersebut berkaitan dengan seluruh karakteristik populasi Jendela 10/40 adalah sebuah istilah yang membantu orang-orang memvisualisasikan area umum dari analisis tersebut, dimana karakteristik-karakteristik di atas umumnya benar, namun dengan pengecualian-pengecualian yang menyiratkan bahwa konsep tersebut adalah sebuah generalisasi. Beberapa contoh dari pengecualian tersebut:

  • Jendela 10/40 merujuk kepada kehidupan "termiskin dari yang miskin" di kawasan tersebut (brdasarkan pada GNP per kapita akhir 1980an di bawah US$500).[2][5] Dari tiga miliar orang yang tinggal di negara-negara yang sangat miskin semacam itu, 82% tinggal di Jendela 10/40. Namun, Jendela 10/40 juga meliputi negara-negara seperti Korea Selatan dan Jepang. Pada akhir abad ke-20, Jepang menjadi ekonomi terbesar di dunia, dan Korea Selatan yang kesebelas. Negara-negara semacam itu menjadi kuat sepanjang akhir abad ke-20.
  • Secara geografis, Jendela 10/40 meliputi Filipina dan Portugal, yang keduanya merupakan negara mayoritas Kristen Katolik Roma; Yunani, dimana nyaris 98% dari populasi masuk Gereja Ortodoks Yunani; dan Korea Selatan, yang merupakan negara dari gereja kongregasi tunggal terbesar di dunia[7] dan juga negara pengirim misionaris terbesar kedua di dunia.[8] Jendela 10/40 tak meliputi Indonesia atau Sri Lanka, negara-negara yang memiliki akses yang sangat sedikit ke sumber-sumber Kristen.[5]

Catatan

sunting
  1. ^ "The 10/40 Window". Time. June 30, 2003. Diarsipkan dari versi asli tanggal April 28, 2007. Diakses tanggal March 1, 2007. . The link is to the map, which is part of an extensive cover story.
  2. ^ a b c World FactBook. , edition available in 1990. At the time, the authoritative source for socioeconomic and political metrics for every nation. Extreme poverty was denoted as under US$500 per capita GNP (in 1990 dollars). Human suffering was measured by the Quality of Life index, precursor to today's Human Development Index
  3. ^ See the Analysis section of this article for research-based details and cited references.
  4. ^ "Access" is generally defined using a variety of metrics. What is least controversial is those areas with least access throughout history, as all metrics for such areas are zero or close to zero. Examples of metrics used include the presence of (Christian) work and workers (of any kind, whether community development, health, business, child care, house servants, etc), media in an appropriate language (print, TV, radio, web, etc.),
  5. ^ a b c d Operation World provides a concise well-researched/cited data summary for each nation
  6. ^ a b Barrett, David B.; Kurian, George T.; Johnson, Todd M. (eds.) (2001). World Christian Encyclopedia (edisi ke-2nd). Oxford University Press. hlm. 1739pp. ISBN 0-19-507963-9. Diarsipkan dari versi asli tanggal February 6, 2003.  Much of its data is available online at the ("World Christian Database". Brill. Diarsipkan dari versi asli tanggal March 4, 2007. Diakses tanggal March 1, 2007. ) Mind-numbing in its details (with some areas of unique value), but the introduction and definitions in the paper edition are quite helpful to understanding.
  7. ^ Kongregasi terbesar berada di Seoul (Gereja Injili Sepenuh Yoido) "The Top 10 Churches in the World (by size)". Diarsipkan dari versi asli tanggal September 27, 2007. Diakses tanggal August 20, 2007. 
  8. ^ "Missions Incredible". Diarsipkan dari versi asli tanggal November 7, 2006. 

Referensi

sunting

Pranala luar

sunting