Abikoesno Tjokrosoejoso: Perbedaan revisi

1.215 bita ditambahkan ,  6 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
{{tanpa referensi}}
{{Infobox Officeholder
[[Berkas:Abikusno_tjokrosujoso.jpg|220px|thumb|Abikoesno Tjokrosoejoso]]
| name = Abikoesno Tjokrosoejoso
| image = Abikusno_tjokrosujoso.jpg
| office = [[Menteri Perhubungan Indonesia]]
| term_start = 19 Agustus 1945
| term_end = 14 November 1945
| predecessor = Tidak ada, jabatan baru
| successor = [[Endoen Abdoel Karim]]
| term_start1 = 30 Juli 1953
| term_end1 = 29 September 1953
| predecessor1 = [[Djoeanda Kartawidjaja]]
| successor1 = [[Roosseno Soerjohadikoesoemo]]
| office2 = [[Menteri Pekerjaan Umum Indonesia]]
| term_start2 = 19 Agustus 1945
| term_end2 = 14 November 1945
| predecessor2 = Tidak ada, jabatan baru
| successor2 = [[Martinus Putuhena]]
| birth_date = 1897
| birth_place = [[Karanganyar, Kebumen|Kota Karanganyar]], [[Kebumen]]
| death_date = {{death year and age|1968|1897}}
| death_place =
| party = [[Partai Sarekat Islam Indonesia]]
| otherparty = [[Masyumi]]
| spouse =
| relations = [[Oemar Said Tjokroaminoto]] (kakak)
| children =
| alma_mater =
| occupation =
| profession =
| religion = [[Islam]]
}}
 
'''Abikoesno Tjokrosoejoso''' (juga dieja '''Abikusno Cokrosuyoso''', lahir di [[Karanganyar, Kebumen|Kota Karanganyar, Kebumen]] tahun [[1897]] meninggal tahun [[1968]]) adalah salah satu Bapak Pendiri Kemerdekaan Indonesia dan penandatangan konstitusi. Ia merupakan anggota [[Panitia Sembilan]] yang merancang pembukaan [[UUD 1945]] (dikenal sebagai [[Piagam Jakarta]]). Setelah kemerdekaan, ia menjabat sebagai [[Menteri Perhubungan]] dalam [[Kabinet Presidensial]] pertama [[Soekarno]] dan juga menjadi penasehat Biro Pekerjaan Umum.
 
AdikKakak Tjokrosoejoso adalah [[Oemar Said Tjokroaminoto]], pemimpin pertama [[Sarekat Islam]]. Setelah kematian saudaranya pada 17 Desember 1934, Abikoesno mewarisi jabatan sebagai pemimpin [[Partai Sarekat Islam Indonesia]] (PSII). Bersama dengan [[Mohammad Husni Thamrin]], dan [[Amir Sjarifoeddin]], Tjokrosoejoso membentuk [[Gabungan Politik Indonesia]], sebuah front persatuan yang terdiri dari semua partai politik, kelompok, dan organisasi sosial yang menganjurkan kemerdekaan negara itu. Mereka menawarkan dukungan penuh kepada otoritas pemerintahan kolonial Belanda dalam hal pertahanan untuk melawan Jepang jika mereka diberikan hak untuk mendirikan parlemen di bawah kekuasaan [[Daftar Penguasa Belanda|Ratu Belanda]]. Belanda menolak tawaran tersebut.
 
Selama [[masa pendudukan Jepang]], Abikoesno Tjokrosoejoso adalah tokoh kunci dalam [[Masyumi]].