Palabuhanratu, Sukabumi: Perbedaan revisi

376 bita ditambahkan ,  6 tahun yang lalu
* Tenjo Resmi
* Gua Lalay
Gua Lalay ([[Bahasa Sunda]] : Goa Lalay) adalah merupakan salah satu objek wisata alam yang berlokasi sekitar 3 Km dari [[Kota Palabuhanratu]]. Di Gua Lalay pengunjung dapat menyaksikan juta'an kelelawar yang menghuni Gua Lalay ini, sehingga dinamakan dengan Gua Lalay (Lalay=Kelelawar). Rombongan Kelelawar ini mulai keluar menjelang senja sekitar jam 17:00. Juta'an Kelelawar ini terbang sekitar 20 menit dan kemudian muncul lagi untuk 30 menit kemudian. Mereka beterbangan hanya di sekitar muka Gua Lalay. Berdasarkan kepercaya'an penduduk setempat, Kelelawar-kelelawar ini terbang juga ke daerah lain seperti [[Banten]], [[Bogor]], [[Jakarta]] bahkan [[Bandung]]. Setelah menikmati atraksi ribuan kelelawar, pengunjung dapat langsung menikmati keindahan Sunset [[Pantai Palabuhanratu]]. karena Gua Lalay ini hanya berjarak beberapa meter saja dari bibir pantai. Sebuah kunjungan ilmiah pernah dilakukan di lokasi gua ini, tepatnya 7 November 1937, oleh seorang ilmuwan [[Belanda]]. Sedangkan foto Gua Lalay pertama kali di publikasikan tahun 1938 dalam sebuah jurnal de Tropische Natuur. Ketika itu, Palabuhanratu lebih dikenal dengan Wijnkoopsbaai dan dalam kunjungan ilmiah waktu itu lebih banyak mengupas tentang vegetasi disekitar kawasan tersebut. Barisan ratusan ribu kelelawar yang meliuk-liuk, menyerupai “awan hidup” yang keluar dari Gua Lalay.
* Air Panas
Air Panas, terletak sekitar 17 km dari [[Pantai Palabuhanratu]], yang airnya mengandung belerang yang tinggi dan berguna bagi kesehatan. Tempat ini terdapat sungai dengan mata air panas dengan letupan vulkanis, di dekatnya terdapat air terjun dan perkebunan karet.