Teater Populer: Perbedaan revisi

68 bita ditambahkan ,  6 tahun yang lalu
k
Penambahan pengetahuan mengenai Yayasan Teater Populer yang merupakan yayasan resmi sanggar Teater Populer. Penambahan ini dirasa sangat penting mengingat ada kerancuan dari Yayasan Teguh Karya yang diluar sepengetahuan pendiri sanggar Teater Populer
k (Perbaikan nama Hendro Susanto menjadi Hendro Djarot yang telah disesuaikan)
k (Penambahan pengetahuan mengenai Yayasan Teater Populer yang merupakan yayasan resmi sanggar Teater Populer. Penambahan ini dirasa sangat penting mengingat ada kerancuan dari Yayasan Teguh Karya yang diluar sepengetahuan pendiri sanggar Teater Populer)
Jangkauan utama kelompok ini adalah menanamkan apreasiasi [[teater]] terhadap masyarakat dengan pendekatan bertahap. Dan gebrakan demi gebrakan telah berhasil menggaet sekitar 3000 peminat yang bersedia menjadi penonton tetap dengan membayar iuran. Produktivitas kelompok ini luar biasa. Untuk masa dua tahun, Teater Populer HI sanggup menggelar produksi panggung sekali dalam sebulan. Di dalam proses perjalanannya, kelompok ini kemudian memisahkan diri dari manajemen Hotel Indonesia dan mengubah nama grup menjadi Teater Populer.
 
Karya-karya pentas yang dianggap kalangan kritikus sebagai puncak eksplorasi kelompok ini antara lain; ''Jayaprana'' karya Jef Last, ''Pernikahan Darah'' karya [[Federico García Lorca]], [[Inspektur Jendral|''Inspektur Jendral'']] karya [[Nikolai Gogol]], ''Woyzeck'' karya [[Georg Büchner]], dan ''Perempuan Pilihan Dewa'' karya Bertolt Brecht. Semuanya disutradarai [[Teguh Karya]]. Sepeninggalan Teguh Karya, sanggar Teater Populer diteruskan oleh [[Slamet Rahardjo|Slamet Rahardjo Djarot]].
 
Sebelum meninggal, Teguh Karya mendirikan Yayasan Teater Populer yang saat ini yayasan serta sanggar Teater Populer diteruskan oleh [[Slamet Rahardjo|Slamet Rahardjo Djarot]].
 
== Kiprah di televisi ==
7

suntingan