Buka menu utama

Perubahan

16 bita dihapus, 4 tahun yang lalu
→‎Latar belakang: clean up, removed: {{Link GA|lv}}
Irak melakukan serangan balasan dengan memprovokasi [[Israel]] dengan menghujani Israel terutama [[Tel Aviv]] dan [[Haifa]], Arab Saudi di [[Dhahran]] dengan serangan [[rudal]] [[Rudal Scud|Scud B]] buatan Sovyet rakitan Irak, yang bernama Al Hussein. Untuk menangkal ancaman Scud, koalisi memasang rudal penangkis, [[MIM-104 Patriot|Patriot]], serta memaksimalkan sorti udara untuk memburu rudal-rudal tersebut sebelum diluncurkan. Irak juga melakukan perang lingkungan dengan membakar sumur sumur minyak di Kuwait dan menumpahkan minyak ke [[Teluk Persia]]. Sempat terjadi tawar-menawar perdamaian antara [[Uni Sovyet]] dengan Irak yang dilakukan atas diplomasi [[Yevgeny Primakov]] dan Presiden Uni Sovyet [[Mikhail Gorbachev]] namun ditolak Presiden Bush pada tanggal [[19 Februari]] [[1991]]. Sementara Sovyet akhirnya tidak melakukan tindakan apa pun di Dewan Keamanan PBB semisal mengambil hak veto, meskipun Uni Sovyet pada saat itu dikenal sebagai sekutu Irak, terutama dalam hal suplai persenjataan. Israel diminta Amerika Serikat untuk tidak mengambil serangan balasan atas Irak untuk menghindari berbaliknya kekuatan militer Negara Negara Arab yang dikhawatirkan akan mengubah jalannya peperangan.
 
Pada tanggal [[27 Februari]] [[1991]] pasukan Koalisi berhasil membebaskan Kuwait dan Presiden Bush menyatakan perang selesai.
 
[[Kategori:Perang|Teluk I]]
{{Link FA|vi}}
{{Link GA|de}}
{{Link GA|lv}}
64.634

suntingan