Imperialisme Baru: Perbedaan revisi

8 bita ditambahkan ,  6 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
'''Imperialisme Baru''' (atau '''Neo-imperialisme''') adalah gelombang [[imperialisme]] dan [[penjajahan]] yang terjadi pada akhir [[abad ke-19]] dan awal [[abad ke-20]]. Bangsa-bangsa yang terlibat dalam perluasan wilayah pada masa ini adalah bangsa-bangsa [[Eropa]] (seperti [[Britania]], [[Perancis]], [[Spanyol]], [[Portugis]], [[Belanda]] dan [[Jerman]]), serta [[Amerika Serikat]] dan [[Kekaisaran Jepang]]. Dalam periode ini, bangsa-bangsa tersebut mencoba menambah wilayah jajahan mereka dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Negara-negara ini membangun [[imperium]] dengan menggunakan teknologi dan perkembangan terbaru, dan dengan menggunakan sumber daya yang ada di daerah jajahan mereka.
 
Imperialisme pada masa ini disebut imperialisme ''baru'', untuk membedakan dengan gelombang [[kolonialisme]] dan [[imperialisme]] yang terjadi sebelumnya, khususnya gelombang penjajahan yang terjadi di antara abad ke-15 hingga awal abad ke-19. Salah satu hal yang membedakannya adalah ideologi bahwa penjajahan ini dilakukan untuk membantu bangsa-bangsa yang tertinggal. Selain itu, motivasi ekonomi pada masa ini dipengaruhi oleh perkembangan setelah [[revolusi industri]]. Bangsa-bangsa yang telah mengalami revolusi industri mencoba meningkatkan keuntungan dengan mencari daerah-daerah dengan [[bahan mentah]], [[tenaga kerja]] yang murah, dan [[kompetisi (ekonomi)|kompetisi]] yang lemah.
 
Perluasan wilayah terjadi di [[India]], [[Asia Tenggara]] (termasuk [[Indonesia]] dan [[Indocina]]), [[Cina]], [[Asia Tengah]] maupun [[Afrika]]. Contoh peristiwa atau kebijakan yang lahir pada masa ini diantaranya [[politik etis]] di Indonesia. [[Permainan Besar]] di Asia Tengah, dan [[Perebutan Afrika]] di Afrika.
10.252

suntingan