Buka menu utama

Perubahan

13 bita ditambahkan, 4 tahun yang lalu
# '''Candi Pedharmaan''': sama dengan kategori candi pribadi, yakni candi yang dibangun untuk memuliakan arwah raja atau tokoh penting yang telah meninggal. Candi ini kadang berfungsi sebagai candi pemujaan juga karena arwah raja yang telah meninggal seringkali dianggap bersatu dengan dewa perwujudannya, contoh: candi [[Petirtaan Belahan|Belahan]] tempat [[Airlangga]] dicandikan, arca perwujudannya adalah sebagai Wishnu menunggang Garuda. Candi Simping di Blitar, tempat [[Raden Wijaya]] didharmakan sebagai dewa Harihara.
# '''Candi Pertapaan''': didirikan di lereng-lereng gunung tempat bertapa, contoh: candi-candi di lereng [[Gunung Penanggungan]], kelompok candi Dieng dan [[candi Gedong Songo]], serta [[Candi Liyangan]] di lereng timur [[Gunung Sundoro]], diduga selain berfungsi sebagai pemujaan, juga merupakan tempat pertapaan sekaligus situs permukiman.
# '''Candi [[Wihara]]''': didirikan untuk tempat para biksu atau pendeta tinggal dan bersemadi, candi seperti ini memiliki fungsi sebagai permukiman atau asrama, contoh: [[candi Sari]] dan Plaosan[[Pltaosan]]
# '''Candi [[Gerbang]]''': didirikan sebagai gapura atau pintu masuk, contoh: gerbang di kompleks [[Ratu Boko]], [[Bajang Ratu]], [[Wringin Lawang]], dan [[candi Plumbangan]].
# '''Candi Petirtaan''': didirikan didekat sumber air atau di tengah kolam dan fungsinya sebagai pemandian, contoh: [[Petirtaan Belahan]], [[Jalatunda]], dan [[candi Tikus]]
 
Beberapa bangunan purbakala, seperti batur-batur landasan [[pendopo]] berumpak, tembok dan gerbang, dan bangunan lain yang sesungguhnya bukan merupakan candi, seringkali secara keliru disebut pula sebagai candi. Bangunan seperti ini banyak ditemukan di situs [[Trowulan]], atau pun paseban atau pendopo di kompleks [[Ratu Boko]] yang bukan merupakan bangunan keagamaan.
2

suntingan