Buka menu utama

Perubahan

244 bita ditambahkan ,  5 tahun yang lalu
k
 
Minangkabau sebagai wilayah budaya atau Pagaruyung sebagai wilayah kekuasaan di Minangkabau mengalami kevakuman selama lebih dari satu abad kemudian. Di zaman ini banyak rakyat yang melakukan migrasi ke berbagai daerah rantau akibat ketidaknyamanan hidup di Luhak sebagai pusat kekuasaan. Sebagian merantau ke [[Kubuang Tigo Baleh]] terus ke Lubuk Kilangan dan sekitarnya (sebagian besar wilayah kota Padang sekarang) dan ke wilayah utara [[Bandar Sepuluh]], sebagian lain migrasi ke Sungai Pagu Muaro Labuh terus ke Bandar Sepuluh bertemu dengan rakyat [[Kesultanan Inderapura]] dan berbagai daerah lainnya.
 
Menurut Tambo Silsilah Raja-Raja Pagaruyung, penerus Ananggawarman adalah menantunya sendiri yang bernama [[Wijayawarman]] atau bergelar Yang Dipertuan Maharaja Sakti I, suami dari Puti Reno Bungsu Silindung Bulan, putri bungsu Ananggawarman.
 
Polemik keberadaan kisah Bundo Kandung dan Cindur Mato diduga terjadi pada zaman kevakuman yang penuh misteri ini.
1.608

suntingan