Layang-layang: Perbedaan antara revisi

6 bita ditambahkan ,  7 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Tag: BP2014
Tidak ada ringkasan suntingan
Tag: BP2014
Terdapat berbagai tipe layang-layang permainan. Yang paling umum adalah layang-layang hias (dalam [[bahasa Betawi]] disebut '''koang''') dan layang-layang aduan (laga). Terdapat pula layang-layang yang diberi ''sendaringan'' yang dapat mengeluarkan suara karena hembusan [[angin]]. Layang-layang laga biasa dimainkan oleh anak-[[anak]] pada masa pancaroba karena kuatnya angin berhembus pada saat itu.
 
Di beberapa daerah [[Nusantara]], layang-layang dimainkan sebagai bagian dari ritual tertentu, biasanya terkait dengan proses budidaya [[pertanian]]. Layang-layang paling sederhana terbuat dari helai [[daun]] yang diberi kerangka dari [[bambu]], kemudian diikat dengan serat [[rotan]]. Layang-layang semacam ini masih dapat dijumpai di [[Sulawesi]]. Diduga pula, beberapa bentuk layang-layang tradisional asal Bali berkembang dari layang-layang daun karena bentuk ovalnya yang menyerupai daun.
 
Di [[Jawa Barat]], [[Lampung]], dan beberapa tempattempatlain di [[Indonesia]] ditemukan, layang-layang yang dipakaidigunakan sebagai alat bantu memancing. Layang-layang ini terbuat dari anyaman daun sejenis [[anggrek]] tertentu, dan dihubungkan dengan [[mata]] [[kail]]. Di [[Pangandaran]] dan beberapa tempat lain misalnya, layang-layang dipasangi jerat untuk menangkap [[kalong]] atau [[kelelawar]].
 
Penggunaan layang-layang sebagai alat bantu penelitian [[cuaca]] telah dikenal sejak abad ke-18. Contoh yang paling terkenal adalah ketika [[Benjamin Franklin]] menggunakan layang-layang yang terhubung dengan [[kunci]] untuk menunjukkan bahwa [[petir]] membawa [[muatan listrik]].
 
Layang-layang raksasa dari bahan sintetis sekarang telah dicoba menjadi alat untuk menghemat penggunaan bahan bakar kapal pengangkut. Pada saat angin berhembus kencang, kapal akan membentangkan layar raksasa seperti layang-layang yang akan "menarik" kapal sehingga menghemat penggunaan bahan bakar.
2.312

suntingan