Christiaan Snouck Hurgronje: Perbedaan revisi

tidak ada ringkasan suntingan
Pada tahun 1889 ia menjadi profesor Melayu di [[Universitas Leiden]] dan penasehat resmi kepada pemerintah Belanda untuk urusan kolonial. Dia menulis lebih dari 1.400 makalah tentang situasi di [[Aceh]] dan posisi [[Islam]] di [[Hindia Belanda]], serta pada layanan sipil kolonial dan nasionalisme.
 
Sebagai penasehat [[Yohannes Benedictus van Heutsz|J.B. van Heutsz]], ia mengambil peran aktif dalam bagian akhir (1898-1905) [[Perang Aceh]] (1873-1913). Dia menggunakan pengetahuannya tentang budaya Islam untuk merancang strategi yang secara signifikan membantu menghancurkan perlawanan dari penduduk Aceh dan memberlakukan kekuasaan kolonial Belanda pada mereka, mengakhiri perang 40 tahun dengan berbagai perkiraan korban antarasekitar 50.000 dan 100.000 penduduk tewas dan sekitar satu juta terluka.
 
Kesuksesannya dalam [[Perang Aceh]] membuatnya mendapatkan pengaruh dalam membentuk kebijakan pemerintahan kolonial sepanjang sisa keberadannya di Hindia Belanda, namun seiring dengan sarannya yang kurang diimplementasikan, ia memutuskan kembali ke Belanda pada 1906 Kembali di Belanda Snouck melanjutkan karier akademis yang sukses.
 
==Sumber==
[[File:Leids Universiteits Fonds.jpg|thumb|200px|right|''Christiaan Snouck Hurgronje Home'' yang diwariskan ke [[Universitas Leiden]]]].
Data utama pada studi Snouck Hurgonje dan kebijakan kolonial yang berkaitan dengan Islam yang tersedia di arsip 'Departemen Koloni' dikelola oleh 'Arsip Nasional' di [[Den Haag]]. Arsip mencakup semua keputusan oleh gubernur jenderal, semua laporan surat Menteri Koloni, dan semua hukum dan peraturan pemerintah. Selain itu data yang tersedia di Arsip Nasional Indonesia di Jakarta dan di '''Royal Institute of Southeast Asian Studies dan Karibia' (KITLV}''di [[Leiden]] dan Perpustakaan Universitas Leiden.<ref name="inghist.nl"/>
 
2.642

suntingan