Suku Simalungun: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Baris 100:
Verklaring 16 Oktober 1907 , Kerajaan Siantar digantikan dengan 2 orang
Mangkubumi yaitu :
 
<nowiki> </nowiki> 1 Tuan Torialam Damanik gelar Tuan Marihat ( 1906 – 1912 ).
 
<nowiki> </nowiki> 2. Tuan Riahata Damanik / Nai Tukkup merangkap Tuan Sidamanik ( 1906 – 1916 ).
 
Baris 113 ⟶ 115:
itu;ah Tanah wilayah Kota Madya Pamatang Siantar.
 
 
<nowiki> Dalam
<nowiki> Dalam pelaksanaan hibah – Anugrah – Pemberian tanggal 18 Desember 1923
tersebut , pemerintah Belanda banyak berbuat sewenang – wenang , merampas , menggusur bangunan milik rakyat penduduk Kerajaan Siattar
merampas , menggusur bangunan milik rakyat penduduk Kerajaan Siattar
oleh Dewan Kotapraja P. Siattar selaku pelaksanaan Pemerintah Belanda.
Raja Riakadim Waldemar berusaha mempertahankan hak hak rakyat sehingga
Baris 134 ⟶ 135:
2.029.293, Raja Sang Naualuh , Sejarah Perjuangan Kebangkitan Bangsa
Indonesia , Medan medio 1981 cetak ulang tahun 1987 ) </nowiki>
 
 
<nowiki> </nowiki>Dengan ''Korte Verklaring'', 16 Oktober 1907 tersebut, Belanda juga membagi kerajaan Siantar menjadi 37 Perbapaan dan tuan Sauadim, Damanik ke XV. Perbapaan dari Bandar diangkat Belanda menjadi Raja Siantar yang berakhir sampai Revolusi Simalungun pada tahun 1946.
Baris 193 ⟶ 195:
(Jure Lucan O'Brien)
</div>
 
 
=== Partuanan ===